Selikur BF Bekasi mulai mencuri perhatian di arena konkurs perkutut nasional. Meski H. Wahyu belum lama menekuni hobi perkutut,tapi langkahnya terbilang berani. Ia tidak hanya bermain di Jabodetabek dan Jawa Barat, juga mulai membawa materi pilihannya ke berbagai gelaran bergengsi.
Gebrakan tersebut terlihat pada LPI Singosari Cup 2026 di Malang, 8-9 Agustus 2026. Dua jagoannya, Bombay (Manik Mas) dan Starla (Mr. Yos), berhasil masuk nominasi kejuaraan.
Bombay Cetak Dua Piala di Singosari
Bombay turun di kelas Piyik Bebas dan berhasil meraih juara 3. Sehari berikutnya, burung yang sama kembali tampil di kelas Dewasa Yunior dan menempati juara 5.
Dua kali tampil di kelas berbeda, Bombay sukses membawa pulang dua piala.
Starla juga ikut memberikan kontribusi dengan masuk nominasi 14 Dewasa Yunior.
Bagi pemain yang baru mulai serius menekuni dunia konkurs, hasil tersebut menjadi modal berharga untuk menghadapi persaingan berikutnya.
Jagoan Lain Mulai Disiapkan
Kekuatan Selikur bf tidak hanya bertumpu pada Bombay dan Starla. Masih ada Himalaya (Nusa), Buldog (Inova), Pinky (TTL), dan Raja Dollar (Ken SSK) yang terus dipersiapkan.
Beberapa di antaranya sudah mulai menunjukkan potensi melalui nominasi di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Materi tersebut dimainkan secara bergiliran sesuai kesiapan masing-masing.
HB Cup Jadi Target, Podium Mahkota Dibidik
Setelah Bombay memberikan kejutan di Singosari, H. Wahyu tidak ingin berhenti di sana.
Salah satu target berikutnya adalah HB Cup. Kali ini, bidikannya lebih tinggi: menembus jajaran tiga besar.
Podium tiga besar memiliki gengsi tersendiri karena identik dengan piala mahkota, simbol prestasi yang menjadi incaran para pemain di arena konkurs.
Bagi Selikur, keberhasilan menembus posisi tersebut akan menjadi pembuktian bahwa pemain yang belum lama terjun pun mampu bersaing dengan nama-nama yang lebih dulu mapan.
Singosari menjadi pijakan. HB Cup menjadi tantangan. Podium tiga besar menjadi bidikan. Mahkota menjadi impian.
Berawal dari Kepedulian dan Silaturahmi
Bagi H. Wahyu, perjalanan di dunia perkutut bukan semata-mata mengejar piala atau kepentingan komersial.
Selikur BF Bekasi dibangun dari kepedulian, semangat persaudaraan, dan keinginan mempererat silaturahmi. Harapannya, keberadaan Selikur bf dapat ikut mendorong perkembangan komunitas hobi perkutut, khususnya di Bekasi dan Jabodetabek, serta terhubung dengan penghobi di berbagai daerah Nusantara.
Menurut haji Wahyu, siapa pun yang terjun ke sebuah komunitas hobi sebaiknya memiliki niat untuk membangun persaudaraan. Persaingan di lapangan merupakan bagian dari permainan, tetapi hubungan baik antarpenghobi harus tetap dijaga.

Komunitas Hobi Perkutut Perlu Dikelola Profesional
Meski belum lama berada di dunia perkutut, Wahyu memiliki pandangan cukup kuat mengenai pengelolaan komunitas.
Menurutnya, komunitas hobi perkutut memang tumbuh dari kesamaan minat dan kecintaan terhadap burung. Karena memiliki tujuan yang relatif sama, komunitas tersebut sebenarnya mempunyai modal kebersamaan yang kuat.
Namun, bukan berarti pengelolaannya bisa dilakukan tanpa profesionalisme.
“Kalau organisasi seperti RT, RW atau kepala dusun, anggotanya masyarakat umum dengan latar belakang berbeda. Kalau komunitas hobi perkutut, kita punya kesamaan karena sama-sama menyukai perkutut,” jelasnya.
Kesamaan tersebut, menurutnya, justru harus menjadi kekuatan untuk membangun komunikasi yang sehat.
Kepemimpinan Tidak Hanya Soal Finansial
Wahyu juga menyoroti pentingnya sosok yang mengelola komunitas.
Menurutnya, kemampuan finansial memang dapat membantu menjalankan berbagai kegiatan. Tetapi uang bukan satu-satunya ukuran kemampuan seseorang dalam memimpin.
Dibutuhkan jiwa kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta kecakapan organisatoris.
“Komunitas juga harus dikelola oleh orang yang memiliki jiwa kepemimpinan dan organisator yang baik, bukan sekadar memiliki kemampuan finansial besar,” tuturnya.
Ia menyadari pandangan tersebut datang dari sudut seorang pemula. Namun, menurutnya, siapa pun yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan hobi berhak memberikan masukan.
Dengarkan Aspirasi, Tetapi Jangan Kehilangan Ketegasan
haji Wahyu menilai seorang pemimpin komunitas harus mampu menjaga keseimbangan.
Aspirasi anggota perlu didengar dan ditampung. Namun, ketika keputusan harus diambil, pemimpin tetap membutuhkan ketegasan.
Ia menyebut pendekatan tersebut sebagai gaya tarik ulur.
“Kalau perlu pakai gaya Tai Chi Master, menggunakan kekuatan lawan untuk menaklukkan lawan itu sendiri,” ujarnya sambil bercanda.
Bagi Wahyu, perbedaan pendapat tidak harus selalu dihadapi dengan benturan. Aspirasi yang masuk dapat disaring, kemudian diambil sisi positifnya untuk kepentingan bersama.
Learning by Doing, Ditambah Banyak Membaca
Walaupun masih tergolong pemula, Wahyu mengaku cukup serius memperluas wawasan.
Ia gemar membaca dan menyebut memiliki koleksi sekitar seribu buku. Namun untuk memahami dunia perkutut, ia lebih banyak menggunakan metode learning by doing.
Pengalaman lapangan diperoleh melalui lomba dan interaksi dengan sesama penghobi. Ia juga banyak berdiskusi dengan para senior mengenai berbagai persoalan yang ditemui.
Referensi lain dicari melalui Google, YouTube, dan berbagai sumber pengetahuan lainnya.
Menurutnya, belajar perkutut tidak cukup hanya dari satu sumber. Praktik, pengalaman, diskusi, dan referensi harus saling melengkapi.
Senior dan Pemula Harus Berjalan Bersama
Menurutnya, keberlangsungan komunitas sangat bergantung pada kemampuan merangkul seluruh anggota.
Para senior memiliki pengalaman dan pengetahuan yang berharga. Sementara pemain pemula membawa energi serta regenerasi.
Keduanya tidak seharusnya berjalan sendiri-sendiri.
“Kalau mau komunitas langgeng, dengarkan aspirasi dari bawah. Rangkul para senior, rangkul juga kalangan pemula, lalu ajak rembug bersama,” katanya.
Dengan cara tersebut, pengalaman tidak berhenti di generasi lama dan pemain baru tidak merasa berada di luar lingkaran. secara khusus beliau memuji kinerja kepengurusan pengwil jabodetabek dibawah kepemimpinan h. sularno. yang tak hanya sukses mengelar lomba nasional juga regional tapi mampu mengkoordinir kepengurusan dengan sebaik mungkin.
Dari Bekasi untuk negeri kung mania.
Perjalanan Selikur BF Bekasi masih panjang. Namun arah yang dibangun H. Wahyu mulai terlihat.
Ia tidak hanya mengejar prestasi di lapangan, tetapi juga ingin membangun hubungan baik dan ikut mendorong perkembangan komunitas hobi perkutut. dan untuk itu selikur bf juga sudah melengkapi diri dengan membangun kandang ternak di rumahnya, bahkan sudah menyiapkan indukan yang luar biasa.
Selikur mungkin masih pendatang baru, tetapi langkahnya tidak kecil. Dari Bekasi, H. Wahyu mulai membangun nama, memperkuat skuad, dan membidik podium mahkota di HB Cup. tetap pantengi web site kung maniaini agar informasinya seputar hobi perkutut berkembang, dan jangan lupa pakan perkutut superman seperti dibawah ini




