Atlas Semarang Cetak Pewaris Emas Putra Kadur, Anaknya Disebut Lebih Mewah dari Sang Bapak Kecil. #1??

Atlas Semarang-Nama Putra Kadur kembali menggetarkan jagat perkutut Indonesia. Burung legendaris milik Koh Hendri Atlas Bird Farm Semarang yang sempat menjadi fenomena nasional sekitar tiga tahun lalu kini kembali menjadi pusat perhatian. Bukan karena aksi di arena lomba, melainkan karena tetasan perdana hasil breeding Putra Kadur yang mulai menunjukkan kualitas suara luar biasa.

Rekaman suara piyik tersebut beredar dari satu kung mania ke kung mania lainnya. Dalam waktu singkat, namanya menjadi perbincangan hangat di berbagai komunitas. Banyak penghobi bahkan menyebut bahwa inilah salah satu calon penerus trah emas paling menjanjikan yang lahir dalam beberapa tahun terakhir.

Bagi kung mania Indonesia, nama Putra Kadur tentu bukan sosok asing. Burung ini pernah menjadi ikon arena nasional berkat kualitas suara yang sangat langka.

Prestasi paling fenomenal tercipta ketika Putra Kadur menjadi satu-satunya burung, selain Superman, yang berhasil meraih koncer empat warna dengan performa gacor selama empat babak penuh saat menjuarai lomba di Salatiga. Rekor tersebut hingga kini masih dikenang sebagai salah satu pencapaian paling bergengsi dalam sejarah lomba perkutut nasional.

Kehebatan Putra Kadur kembali terbukti ketika tampil sebagai juara di Pasuruan. Saat itu para juri dibuat terpukau oleh karakter suara depan yang bersih, suara tengah yang dalam dan mengalun, serta ujung suara panjang yang menjadi ciri khas burung-burung kelas nasional.

atlas semarang

Tidak Langsung Hebat, Putra Kadur Butuh Waktu Menjadi Legenda

Di balik prestasinya, perjalanan Putra Kadur ternyata tidak instan.

Saat masih piyik hingga menjelang usia satu tahun, kualitas yang paling menonjol baru terlihat pada suara depan dan suara tengah. Ujung suaranya belum terbentuk sempurna, sehingga belum banyak yang menyangka burung ini akan menjadi jawara nasional.

Baru setelah melewati usia satu tahun, ujung suara Putra Kadur berkembang semakin panjang, bertenaga, dan menyatu sempurna dengan irama lagunya. Dari situlah kualitas aslinya benar-benar muncul hingga akhirnya menjadi salah satu burung terbaik yang pernah dimiliki Atlas  Semarang.

Dibeli Kembali Demi Menjaga Trah Juara

Melihat kualitas genetik yang dimilikinya, Koh Hendri Atlas memutuskan untuk membeli kembali (take over) Putra Kadur sebagai pejantan utama di Atlas Bird Farm Semarang.

Burung legenda itu kemudian dipasangkan dengan betina Atlas kandang 111, seekor indukan yang menurut Koh Hendri juga memiliki kualitas suara yang sangat istimewa.

Keputusan tersebut kini mulai membuahkan hasil.

Menurut Koh Hendri, keturunan perdana Putra Kadur memberikan harapan besar bagi masa depan breeding Atlas Bird Farm.

“Alhamdulillah, ini baru tetasan perdana Putra Kadur, tetapi hasilnya sudah sangat menggembirakan. Dari karakter suara yang mulai muncul, kami melihat banyak kemiripan dengan bapaknya saat muda. Bahkan di beberapa bagian terasa lebih mengalun. Perjalanannya memang masih panjang karena usianya masih piyik, tetapi sebagai peternak kami sangat optimistis,” ujar Koh Hendri Atlas.

Ia menegaskan bahwa tujuan membeli kembali Putra Kadur bukan semata-mata untuk kepentingan bisnis.

“Harapan kami sederhana: Putra Kadur bisa mewariskan kualitas suara terbaiknya kepada generasi berikutnya. Kalau nanti anak-anaknya mampu mengikuti jejak bapaknya, bahkan melampaui prestasinya, tentu menjadi kebanggaan bagi Atlas Bird Farm. Kami lebih mengutamakan menjaga kualitas trah daripada mengejar jumlah produksi.”

Rekaman Tetasan Perdana Menggemparkan Kung Mania

Beberapa waktu lalu, rekaman suara tetasan perdana Putra Kadur dikirim ke GoldenVoiceNews.com.

Meski masih berstatus piyik, karakter suaranya langsung mencuri perhatian. Suara depannya terdengar bersih, tajam, dan indah. Masuk ke suara tengah, iramanya mengalun lembut dengan tekanan yang dalam, sementara air suaranya terdengar hidup dan berisi.

Yang membuat banyak penghobi terkejut adalah bahwa karakter tersebut sangat mengingatkan pada Putra Kadur saat muda.

Bahkan beberapa kung mania berani menyebut kualitasnya lebih berbobot dibandingkan dengan sang ayah pada usia yang sama.

Salah satu komentar datang dari Pak Nunu Pesona.

“Ini anaknya lebih indah.”

Pendapat serupa disampaikan H. Arif dari Shasa Bird Farm yang mendengarkan langsung suara piyik tersebut ketika berkunjung ke showroom Atlas Bird Farm Semarang.

“Anaknya sama gilanya dengan bapaknya pada suara depan. Bedanya, suara tengahnya justru lebih mengayun dan terasa lebih indah.”

Menurut H. Arif, karakter tersebut menjadi kelebihan tersendiri karena ciri khas Putra Kadur tetap diwariskan, namun dipadukan dengan suara tengah yang lebih lembut dan harmonis.

Komentar positif juga datang dari Bambang Sudarsih, kung mania asal Bojonegoro yang kini ikut mengembangkan trah Atlas.

Menurutnya, suara anakan Putra Kadur sangat mirip dengan bapaknya ketika masih muda, bahkan cenderung memiliki bobot suara yang lebih tebal.

Beragam penilaian dari para penghobi senior tersebut semakin memperkuat keyakinan bahwa tetasan perdana Putra Kadur memiliki prospek cerah untuk berkembang menjadi burung kelas nasional.

Harga Fantastis, Banyak Penghobi Rela Mengantre

Menariknya, tetasan perdana Putra Kadur kini telah menjadi milik penghobi lain.

Meski demikian, kabar mengenai kualitas suaranya membuat permintaan terhadap adik-adiknya langsung melonjak tajam. Banyak kung mania rela mengantre demi mendapatkan keturunan Putra Kadur meski harganya tergolong fantastis.

Koh Hendri mengaku sebenarnya masih ingin mempertahankan sebagian besar anak Putra Kadur untuk memperkuat program breeding Atlas Bird Farm. Namun, besarnya antusiasme penghobi membuat setiap kabar mengenai keturunan Putra Kadur membuat dirinya mengalah.

Mampukah Melampaui Sang Legenda?

Kini muncul satu pertanyaan yang ramai diperbincangkan di kalangan kung mania.

Akankah tetasan perdana Putra Kadur mampu mengikuti jejak sang ayah sebagai juara nasional, atau justru melahirkan sejarah baru yang lebih hebat?

Jawabannya tentu belum bisa dipastikan. Dalam dunia perkutut, usia adalah proses yang tidak bisa dipercepat. Burung berkualitas membutuhkan waktu untuk mencapai kematangan suara terbaiknya.

Namun, melihat karakter yang sudah muncul sejak dini, optimisme para penghobi sangat beralasan. Jika proses pertumbuhannya berjalan sempurna, bukan tidak mungkin Putra Kadur akan kembali melahirkan legenda baru dari Atlas Bird Farm Semarang.

Perjalanan trah emas ini masih panjang. GoldenVoiceNews.com akan terus mengikuti setiap perkembangan dan menyajikannya secara eksklusif kepada kung mania Indonesia.

Jangan lupa, dukung performa burung kesayangan Anda dengan Pakan Perkutut Golden Voice, tersedia dalam varian Superman, Champion, dan produk unggulan lainnya yang telah dipercaya para peternak serta jawara nasional

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Related news