HDL Bird Farm: Tangan Dingin Haji Cholil, Dari Perawat Burung Juara Hingga Melahirkan Bintang Nasional. #1

Nama HDL Bird Farm memang bukan nama baru di jagat Kung Mania Indonesia. Di balik nama tersebut, ada satu sosok yang kiprahnya sudah begitu lekat dengan perjalanan burung-burung juara di pentas nasional. Dialah Haji Cholil.

Bagi para penghobi perkutut senior, menyebut nama Haji Cholil seolah membuka kembali memori tentang sederet burung perkutut juara nasional yang pernah menghiasi podium. Bukan sekadar dikenal sebagai seorang perawat burung, Haji Cholil memiliki kemampuan yang terbilang langka: merawat, membaca karakter, mengorbitkan, sekaligus mencetak burung berprestasi melalui breeding.

Kemampuan tersebut membuat HDL Bird Farm memiliki tempat tersendiri di tengah kerasnya persaingan dunia perkutut.

Bukan rahasia lagi, banyak burung yang pernah berada di tangan Haji Cholil kemudian menjelma menjadi jagoan lapangan. Bahkan tidak sedikit yang mampu menembus level tertinggi dengan torehan lima warna, sebuah pencapaian yang tentu tidak mudah diraih di pentas nasional.

Para Kung Mania tentu masih menyimpan ingatan tentang sederet nama burung lima warna yang pernah sukses diorbitkan dari tangan dingin Haji Cholil.

Namun, untuk mengingat satu per satu nama tersebut rasanya tidak perlu dilakukan.

Sebab rekam jejak HDL sudah berbicara dengan sendirinya.

Bukan Sekadar Perawat, Haji Cholil Juga “Pencetak” Bintang

Yang membuat kiprah Haji Cholil semakin menarik adalah kemampuannya untuk tidak berhenti pada urusan rawatan.

Dari kandang ternaknya di Meganti, Gresik, Haji Cholil juga mulai membuktikan bahwa dirinya mampu melahirkan materi-materi berkualitas melalui breeding.

Sejumlah burung nasional senior disebut lahir dari hasil racikan ternakan HDL Bird Farm. Artinya, keberhasilan HDL bukan hanya karena piawai merawat burung milik orang lain, tetapi juga karena mampu mencetak materi sendiri yang kemudian berbicara di pentas nasional.

Inilah yang membuat perjalanan HDL terasa berbeda.

Banyak orang mampu menjadi perawat.

Sebagian mampu menjadi peternak.

Tetapi hanya sedikit yang mampu menguasai dua dunia tersebut sekaligus dan menghasilkan burung yang kemudian benar-benar berprestasi di lapangan.

Haji Cholil termasuk salah satunya.

Soimah, Bukti Terbaru Racikan HDL

Dan hari ini, nama HDL kembali mencuat di Singosari Cup.

Munculnya Soimah sebagai juara kelas Piyek Bebas bukan sekadar kemenangan biasa. Bagi orang yang memahami perjalanan HDL Bird Farm, prestasi tersebut justru menjadi bukti lanjutan bahwa racikan breeding Haji Cholil mulai menunjukkan taringnya di pentas nasional.

Soimah menjadi representasi terbaru dari kualitas materi HDL.

Burung hasil ternakan yang mampu muncul dan kemudian berdiri di podium nasional tentu memberikan kebanggaan tersendiri. Sebab mencetak burung berkualitas melalui breeding membutuhkan proses panjang, mulai dari pemilihan indukan, membaca karakter suara, memahami kualitas materi, hingga kesabaran menunggu hasil.

Menariknya, Haji Cholil dikenal tidak terlalu fanatik terhadap satu atau dua indukan tertentu.

Ia lebih mengandalkan feeling, karakter suara dan kualitas materi.

Bagi sebagian orang, mungkin terdengar sederhana.

Tetapi di tangan Haji Cholil, pendekatan tersebut justru menjadi sebuah formula yang terbukti berkali-kali menghasilkan burung berkualitas.

Talenta yang Sulit Ditiru

Kemampuan Haji Cholil membaca karakter burung memang terasa seperti sebuah talenta alami.

Tidak semua orang mampu melihat potensi seekor burung sejak awal. Apalagi mengubahnya menjadi burung yang kemudian mampu bersaing di level nasional.

Di sinilah letak keunikan HDL.

Feeling, pengalaman, ketelitian dan jam terbang seolah menyatu ketika Haji Cholil menangani seekor perkutut.

Itulah sebabnya banyak Kung Mania menilai kemampuan seperti ini tidak mudah ditiru.

Bukan hanya soal pakan, setting, atau rawatan.

Ada seni membaca burung yang membutuhkan pengalaman panjang.

Ada insting yang tidak bisa diperoleh hanya dengan teori.

Dan ada ketenangan dalam merawat burung yang biasanya lahir setelah bertahun-tahun bergelut dengan dunia perkutut.

Haji Cholil memiliki semua itu.

hdl bird farm

HDL, Nama yang Tidak Banyak Berteriak tetapi Terus Berbicara

Menariknya lagi, HDL Bird Farm bukan tipe nama yang terlalu sering melakukan publikasi besar-besaran di jagat Kung Mania.

Namun justru di situlah menariknya.

HDL tidak banyak bicara. Burung-burungnya yang berbicara.

Ketika materi rawatan muncul di podium, nama HDL ikut disebut.

Ketika hasil breeding menembus lomba nasional, kualitas HDL kembali menjadi pembicaraan.

Ketika burung hasil ternakan mampu mengalahkan materi-materi mapan, publik kembali menoleh ke kandang HDL di Meganti, Gresik.

Dan hari ini, lewat Soimah di Singosari Cup, cerita tersebut kembali berlanjut.

Dari Kandang Meganti Menuju Podium Nasional

Perjalanan HDL Bird Farm menjadi catatan menarik dalam perkembangan breeding perkutut Indonesia.

Dari sebuah kandang di Meganti, Gresik, lahir materi yang kemudian mulai menunjukkan eksistensinya di pentas nasional.

Ini bukan sekadar soal menang lomba.

Lebih jauh, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa breeding perkutut berkualitas di Indonesia terus berkembang dan HDL Bird Farm menjadi salah satu nama yang layak diperhitungkan dalam perjalanan tersebut.

Jika selama ini Haji Cholil sudah dikenal luas sebagai salah satu perawat burung berprestasi, maka prestasi burung-burung hasil ternakannya kini memberikan pesan baru:

HDL bukan hanya tempat lahirnya burung bagus. HDL juga mulai membuktikan diri sebagai dapur lahirnya calon-calon bintang nasional.

Dan jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin dari kandang HDL akan kembali lahir nama-nama besar yang kelak menghiasi podium-podium bergengsi di Tanah Air.

Selamat HDL Bird Farm!

Prestasi Soimah di Singosari Cup kelas Piyek Bebas menjadi tambahan catatan manis bagi perjalanan panjang HDL Bird Farm.

sebagai pelangan pakan golden voice superman, maka kami dari tim golden voice semarang mengucapkan Selamat untuk Tim HDL, Haji Cholil, Gus Yogi  atas kepiawaian, ketekunan dan kemudahan yang diberikan dalam mengembangkan breeding perkutut berkualitas.

Hari ini Soimah berdiri di podium.

Namun di balik satu podium itu, ada perjalanan panjang tentang rawatan, feeling, breeding, indukan, kesabaran dan tangan dingin seorang Haji Cholil.

HDL Bird Farm mungkin tidak selalu banyak bicara. Tetapi ketika burung-burungnya mulai bernyanyi di lapangan, jagat Kung Mania kembali dipaksa untuk menoleh.

HDL — tangan dingin yang terus melahirkan kejutan dari Meganti untuk panggung perkutut nasional.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Related news