Ring Grand Master dan Jupiter BF kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan Kung Mania. Hasil KLH Cup Bekasi yang digelar di Lapangan Eraska, Minggu (12/7/2026), seolah menjadi jawaban atas rasa penasaran para penghobi setelah dua pekan terakhir jagat perkutut dihebohkan oleh kemunculan burung-burung yang mampu mencetak koncer empat warna.
Sorotan publik sebelumnya tertuju kepada Limosin, amunisi milik Dede Primarasa yang merupakan hasil ternakan Grand Master BF Surabaya. Burung ini menjadi buah bibir setelah tampil sensasional dengan torehan koncer empat warna pada penampilan sebelumnya.
Tak kalah menyita perhatian adalah Brewok, andalan Carpenter BF Lombok yang merupakan hasil ternakan Jupiter BF Surabaya. Sama seperti Limosin, Brewok juga sukses mencuri perhatian karena mampu memperlihatkan kualitas suara yang menghasilkan koncer empat warna dan memunculkan ekspektasi tinggi menjelang KLH Cup.

KLH Cup Menjawab Rasa Penasaran Kung Mania
KLH Cup Bekasi akhirnya menjadi panggung pembuktian bagi kedua ring legendaris tersebut. Semua mata tertuju pada kelas paling bergengsi, Dewasa Senior, untuk melihat apakah performa mereka benar-benar mampu dipertahankan hingga meraih gelar juara.
Hasilnya, Limosin memang tidak kembali mencetak koncer empat warna. Namun, burung ini tetap tampil stabil dan konsisten hingga akhirnya berhasil merebut podium juara pertama.
Di sisi lain, Brewok belum mampu mengulangi performa spektakuler sebelumnya. Upayanya menembus koncer tiga hitam tidak berhasil hingga akhirnya harus puas mengakhiri lomba di peringkat kelima.
Menariknya, justru Sihir, yang juga merupakan hasil ternakan Jupiter BF, tampil luar biasa. Burung milik Carpenter BF tersebut memberikan perlawanan sengit kepada Limosin sepanjang penilaian sebelum akhirnya menutup lomba sebagai runner-up.
Podium pertama dan kedua yang ditempati oleh hasil ternakan Grand Master BF dan Jupiter BF menjadi gambaran bahwa kualitas kedua peternakan tersebut masih berada di level tertinggi.
Mengingatkan Dominasi 15 Tahun Silam
Keberhasilan Limosin dan Sihir seakan membawa memori Kung Mania kembali ke masa ketika Grand Master BF dan Jupiter BF menjadi dua nama yang sangat disegani di dunia perkutut Indonesia.
Sekitar 15 tahun lalu, kedua ring tersebut dikenal sebagai penghasil burung-burung berkualitas yang mendominasi berbagai konkurs nasional. Nama Koh Tiek Gwan dari Grand Master BF dan Koh Hamid dari Jupiter BF sudah lama identik dengan peternak yang memiliki kemampuan menghasilkan perkutut berkelas.
Keberhasilan mereka tidak lahir secara kebetulan. Pengalaman panjang sebagai breeder membuat keduanya memiliki pemahaman mendalam mengenai kualitas indukan, karakter suara, hingga konsistensi dalam menghasilkan keturunan yang mampu bersaing di level tertinggi.
Prestasi di KLH Cup kembali memperlihatkan bahwa sejarah panjang seorang peternak sering kali menjadi fondasi utama dalam menjaga mutu hasil ternakan.
Apakah pasar akan bergeser ke Surabaya?
Hasil KLH Cup juga memunculkan pertanyaan menarik di tengah komunitas Kung Mania.
Apakah dominasi hasil ternakan ring Grand Master  dan Jupiter BF menjadi pertanda bahwa perhatian pasar akan kembali mengarah ke Surabaya?
Dua dekade lalu, Surabaya dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan perkutut nasional. Saat itu, Terminal BF menjadi salah satu motor penggerak pasar, didampingi nama-nama besar seperti Grand Master BF dan Jupiter BF yang menjadi rujukan para penghobi dari berbagai daerah.
Dalam dunia perkutut, fenomena tersebut bukan sesuatu yang baru. Burung juara hampir selalu menjadi etalase terbaik bagi sebuah peternakan. Ketika hasil ternakan mampu mendominasi podium bergengsi, minat penghobi terhadap anakan maupun produk peternakan tersebut biasanya ikut meningkat.
Apakah sejarah akan kembali berulang? Waktu yang akan menjawab. Namun, satu hal yang pasti, hasil KLH Cup Bekasi kembali menempatkan nama ring Grand Master  dan Jupiter BF sebagai dua ring yang patut diperhitungkan dalam persaingan perkutut nasional.
Apresiasi
Pakan Perkutut Golden Voice mengucapkan selamat kepada Koh Tiek Gwan (Grand Master BF) dan Koh Hamid (Jupiter BF) atas prestasi hasil ternakannya yang kembali menghiasi podium bergengsi. Semoga terus melahirkan perkutut-perkutut berkualitas yang memperkaya khazanah dunia perkutut Indonesia serta menjadi inspirasi bagi para breeder di Tanah Air. tetap bersama web site kung mania



