UKI BIRD FARM Kini Mulai Mengancam Podium Nasional
Kalau ada yang bertanya, siapa tim luar Pulau Jawa yang paling rajin “merantau” mengejar prestasi sepanjang setahun terakhir? Jawabannya hampir pasti mengarah ke Team UKI Bird Farm Palu, Sulawesi Tengah.
Bukan sekali dua kali mereka menyeberang ke Pulau Jawa. Hampir sepanjang musim lomba, Team UKI terus melalang buana mengikuti berbagai kontes, mulai dari tingkat regional hingga ajang nasional. Tujuannya sederhana: membawa pulang prestasi. Dan hasilnya benar-benar luar biasa.
Kalau piala-piala yang sudah diraih dikumpulkan dalam satu ruangan, mungkin sudah layak dibuka “Museum Prestasi Tim UKI Bird Farm.” Hampir di setiap lomba, nama UKI selalu muncul di papan juara. Dari Jawa Tengah, Jawa Barat hingga Jawa Timur, Tim UKI menjelma menjadi salah satu tim tamu yang paling disegani.

Kesuksesan itu tentu bukan datang begitu saja. Di balik konsistensi, di balik Team UKI, berdiri sosok joki sekaligus perawat papan atas asal Bandung, Zaenal Arifin atau yang akrab disapa Atan ZN Bird Farm.
Sentuhan dingin Atan seolah memiliki resep rahasia. Hampir semua burung yang dipercayakan kepadanya mampu tampil stabil dan konsisten meraih prestasi. Tidak hanya sekali, tetapi berkali-kali sukses menembus papan juara, bahkan menjadi juara pertama di sejumlah liga bergengsi di berbagai daerah.
Yang menarik, Team UKI tidak hanya mengandalkan satu atau dua jagoan. Mereka memiliki materi burung yang benar-benar dalam. Nama-nama seperti Sultan Patih ring Palem, Al Hadid ring TKK, Kedaton ring TKK, dan Al Faizun ring TKK merupakan deretan amunisi andalan yang berkali-kali membawa pulang gelar juara di berbagai arena lomba.
Prestasi terbaru kembali ditorehkan pada Liga Perkutut Indonesia Seri Cirebon. Dua jagoan Team UKI sukses menembus papan atas kelas Piyik Yunior.
Super Boy ring TKK tampil impresif dengan meraih Juara 4, sementara Sultan Fatih ring Palem juga menunjukkan kualitasnya dengan mengamankan Juara 6.
Namun, ada satu prestasi yang membuat kebanggaan Tim UKI terasa berlipat ganda.
Seekor burung hasil breeding sendiri bernama Seruni, menggunakan ring UKI Bird Farm, sukses mencetak sejarah dengan meraih Juara 1 Kelas Piyik Junior Liga Perkutut Jawa Barat.
Inilah pencapaian yang paling membanggakan. Membeli burung bagus lalu menjadi juara mungkin bisa dilakukan banyak orang. Tetapi mampu mencetak sendiri burung berkualitas, memasang ring hasil ternakan sendiri, lalu mengalahkan para jawara di Pulau Jawa, itulah prestasi yang benar-benar menunjukkan kualitas sebuah peternakan.
Ring UKI BF kini bukan lagi sekadar identitas peternakan dari Palu. Perlahan tetapi pasti, ring tersebut mulai dikenal sebagai simbol kualitas yang layak diperhitungkan di tingkat nasional.

Di balik semua itu berdiri sosok muda bernama Mas UKI.
Usianya bahkan belum genap 25 tahun. Di saat banyak anak muda seusianya masih sibuk nongkrong di kafe atau bermain gim hingga larut malam, Mas UKI justru lebih sering memikirkan silsilah indukan, kualitas breeding, karakter suara, hingga strategi menyiapkan burung untuk berlomba.
Namun, kesuksesan ini tentu tidak lahir sendirian.
Di belakang Mas UKI berdiri sosok sang ayah, Bapak Haji Mursalim, atau yang akrab disapa Haji Salim, seorang penghobi sejati yang sudah lama dikenal di kalangan kung mania Sulawesi Tengah.
Anang GoldenVoice News masih mengingat sekitar 15 tahun silam ketika menghadiri sebuah lomba perkutut di Palu bersama para sesepuh kung mania. Saat itulah pertama kali saya mengenal Haji Salim. Sejak dahulu beliau memang dikenal sebagai penghobi tulen yang memiliki kecintaan besar terhadap dunia perkutut.
Melihat putranya memiliki hobi yang sama, Haji Salim tidak setengah-setengah memberikan dukungan. Beliau membangun peternakan yang representatif, mendatangkan indukan-indukan berkualitas terbaik dari berbagai daerah, serta memberikan keleluasaan kepada Mas UKI untuk belajar, bereksperimen, dan mengembangkan breeding secara serius.
Hari ini, hasilnya mulai terlihat nyata.
Dari pantauan GoldenVoice News, produk-produk UKI Bird Farm memiliki kualitas materi suara yang sangat menjanjikan. Karakter angkatan, irama, hingga mental lombanya mampu bersaing dengan burung-burung terbaik dari Pulau Jawa. Tidak mengherankan bila banyak kung mania mulai memburu hasil breeding UKI BF.
Perjalanan Team UKI tentu masih panjang. Namun, satu hal sudah pasti: mereka bukan lagi sekadar tim tamu dari Palu. Mereka telah menjelma menjadi salah satu kekuatan baru yang disegani dalam dunia lomba perkutut nasional.
Kalau tren prestasi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin suatu hari nanti para kung mania di Jawa tidak lagi bertanya, “UKI ikut lomba tidak?”
Melainkan…
“Hari ini yang juara lagi, burung ring UKI BF yang mana?”
Selamat untuk Mas UKI, Haji Mursalim Tang (Haji Salim), Zaenal Arifin (Atan ZN Bird Farm), serta seluruh kru Tim UKI Bird Farm. Semoga konsistensi ini terus terjaga dan semakin banyak burung hasil breeding ring UKI BF yang lahir sebagai bintang baru di panggung perkutut Indonesia.
Dari Palu untuk Indonesia. Tim UKI Bird Farm telah membuktikan bahwa prestasi tidak mengenal batas geografis. Yang dibutuhkan hanyalah mimpi besar, kerja keras, totalitas, dan keberanian untuk terus menantang podium di mana pun berada.



