
Golden Tempo dan Papa dimitri perkasa diKLH Cup Seri 5 Liga Perkutut Indonesia (LPI) yang digelar di **Lapangan Eraska, Kranggan, Bekasi**, Sabtu (11 Juli 2026), konkurs yang diadakan dalam rangkaian seri liga perkutut Indonesia ke 5 berlangsung meriah apalagi tiket peserta terisi penuh. Kung mania dari berbagai daerah memadati arena demi menyaksikan pertarungan burung-burung terbaik Indonesia.
Namun, drama justru sudah terjadi sebelum peluit lomba dimulai.
Salah satu **tiang gantangan yang sedianya akan digunakan oleh Tim Primarasa mendadak patah**. Tiang tersebut tidak mampu menopang beban sangkar sehingga roboh sebelum burung dinaikkan ke gantangan. Beruntung, panitia bersama Pengwil P3SI Se-Jabodetabek bergerak cepat merobohkab tiang gantangan dan mengembalikan uang sehingga jalannya lomba tidak mengalami keterlambatan.
Insiden itu langsung menjadi perhatian khusus mr Rudy yang jd ketua pelaksana Meski begitu, suasana tetap kondusif dan semangat bertanding para peserta tidak sedikit pun berkurang.
Begitu lomba dimulai, suasana berubah drastis. Arena dipenuhi suara anggung yang saling bersahutan. Burung-burung terbaik dari Jawa, Bali, Madura, Lombok hingga Jabodetabek saling berebut poin. Persaingan berlangsung ketat di setiap kelas, tetapi akhirnya burung-burung tuan rumah mampu menjaga gengsi dengan merebut dua gelar bergengsi melalui **Papa Dimitri** dan **Golden Tempo**.
## **Papa Dimitri Paksa Jago Carpenter Mengakui Keunggulan**
Kelas **Piyek Bebas** menjadi sajian paling panas. Sejumlah burung unggulan nasional turun dengan ambisi membawa pulang gelar juara, termasuk jago milik **Carpenter** yang sejak awal diprediksi bakal menjadi ancaman serius.
Namun kenyataan di lapangan berkata lain.
**Papa Dimitri** milik **Team Punto Jakarta** tampil nyaris tanpa cela. Sejak sesi awal penilaian, irama anggungnya mengalir stabil dan terus mengumpulkan poin. Serangan demi serangan dari para rival berhasil dipatahkan.
Puncaknya, burung andalan Carpenter yang sempat digadang-gadang bakal berjaya akhirnya **harus mengakui keunggulan Papa Dimitri**. Team Punto pun bersorak setelah jagoannya sukses mengamankan podium tertinggi sekaligus menjaga kehormatan tuan rumah Jabodetabek. Dan ini kemenangan ke dua papa Dimitri semakin membuktikan kualitas rawatan cak wasid nusantara
### **Lima Besar Piyek Bebas**
**1. Papa Dimitri – Team Punto (Jakarta)**
Tampil paling stabil dan menjadi juara mutlak setelah mematahkan perlawanan para unggulan.
**2. Bintang Krian – H. A. Toha (Sidoarjo)**
Terus memberi tekanan hingga akhir, tetapi harus puas menjadi runner-up.
**3. Super Hiro – Cokro Hindoyo (Lombok LSJ)**
Kembali membuktikan kualitas burung Lombok dengan penampil burung berkualitas
—
## **Lima Menit Terakhir Jadi Milik Saritomo Reborn**
Jika Piyek Bebas menghadirkan duel kualitas, maka **Piyek Junior** menyuguhkan drama yang membuat penonton tidak berani beranjak dari pinggir arena.
Sepanjang lomba, posisi puncak terus berganti. **Faresta** milik **Mr. Pram** yang dijoki **Topik Jombang** bahkan sempat memimpin dan terlihat semakin dekat menuju gelar juara.
Namun lomba belum selesai.
Saat waktu tinggal **lima menit**, **Saritomo Reborn** milik **Dede Primarasa** justru mengeluarkan penampilan terbaiknya. Anggung demi anggung terdengar bersih dan stabil. Nilainya terus merangkak naik hingga akhirnya berhasil **menyalip Faresta tepat menjelang penilaian berakhir**.
Kemenangan dramatis itu langsung disambut sorak-sorai Tim Primarasa yang sejak awal sudah mendapat ujian dengan robohnya tiang gantangan. Seolah menjadi akhir cerita yang manis, mereka berhasil mengubah insiden sebelum lomba menjadi kemenangan bergengsi di arena.
### **Lima Besar Piyek Junior**
**1. Saritomo Reborn – Dede Primarasa (Bandung)**
Comeback luar biasa pada lima menit terakhir yang memastikan gelar juara.
**2. Naitam – Pramando (Tangerang Selatan)**
Tampil konsisten sejak awal hingga akhir.
**3. Persada – H. Abdullah Mubarok (Malang)**
Menjaga performa stabil dan pantas naik podium.
**4. Dragon Star – Sit Pengan (Banyumas)**
Beberapa kali mengancam posisi tiga besar.
**5. Star Boy – Team Uki (Palu)**
Mengamankan posisi lima besar setelah bersaing ketat sepanjang sesi.
—
## **Golden Tempo Tutup Dominasi Jabodetabek**
Persaingan di kelas **Piyek Hanging** juga berlangsung tidak kalah sengit. Burung-burung spesialis gantangan saling adu kualitas sejak awal.
Di tengah ketatnya persaingan, **Golden Tempo** milik **H. Jamil, Depok**, tampil paling konsisten. Irama anggung yang stabil membuatnya sulit dikejar para pesaing hingga akhirnya dinobatkan sebagai juara.
Kemenangan Golden Tempo melengkapi dominasi tuan rumah bersama Papa Dimitri. Dua gelar utama berhasil tetap bertahan di wilayah Jabodetabek, sementara peserta dari daerah lain harus puas berbagi podium.
### **Lima Besar Piyek Hanging**
**1. Golden Tempo – H. Jamil (Depok)**
Performa paling stabil dan layak menjadi kampiun.
**2. Arjuna – H. Rian Sinar Putra (Pamekasan)**
Memberikan tekanan sengit hingga akhir penilaian.
**3. Irama Jakarta – Agus Ring (Jakarta)**
Menjadi wakil ibu kota yang sukses naik podium.
**4. Khalifah – Alonso/Rich (Cirebon)**
Tampil konsisten dan mampu bertahan di papan atas.
**5. Putra Madura – Ibu Hajar Rizky (Pamekasan)**
Menutup lima besar lewat penampilan yang solid.
 mata pulang dengan cerita masing-masing, tetapi satu kesimpulan tak terbantahkan: **Papa Dimitri** dan **Golden Tempo** menjadi bintang utama yang berhasil menjaga marwah Jabodetabek di hadapan para penantang dari berbagai penjuru Nusantara, sementara **Saritomo Reborn** menyuguhkan salah satu comeback paling dramatis musim ini lewat kemenangan yang ditentukan pada lima menit terakhir.
Doorprize Sultan, Pengwil Jabodetabek Hamburkan Hadiah untuk Peserta**
Tak hanya menyuguhkan pertarungan burung-burung terbaik nasional, **KLH Cup Bekasi 2026** juga memanjakan peserta dengan **doorprize yang nilainya luar biasa**. Di akhir perlombaan, panitia membagikan berbagai hadiah menarik, mulai dari **2 unit sepeda listrik**, ** 6 sak Pakan Perkutut Superman golden voice, Emas Keping**, **televisi**, hingga **uang tunai dengan total Rp25 juta**.
Suasana pengundian pun berlangsung meriah. Setiap nomor tiket yang dipanggil selalu disambut sorak-sorai peserta. Bahkan tak sedikit kung mania yang mengaku datang bukan hanya mengejar podium, tetapi juga berharap pulang membawa doorprize.
Ketua Pengwil P3SI Se-Jabodetabek, **H. Sularno**, mengatakan bahwa seluruh dana sponsor memang dikembalikan untuk kepentingan peserta.
 *Kami ingin peserta benar-benar merasakan manfaat dari dukungan para sponsor. Karena itu, hampir seluruh dana sponsor kami belanjakan kembali dalam bentuk doorprize dan hadiah. Bagi kami, kebahagiaan peserta adalah prioritas. Pengwil Jabodetabek tidak berpikir menyimpan dana itu menjadi kas pengurus. Selama masih bisa dikembalikan kepada kung mania, akan kami kembalikan melalui hadiah-hadiah seperti ini,”ujar H. Sularno.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada para peserta yang telah datang dari berbagai daerah untuk menyukseskan KLH Cup. Ia berharap tradisi berbagi hadiah ini dapat terus dipertahankan sehingga setiap gelaran Pengwil P3SI Se-Jabodetabek selalu meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh kung mania.
Dengan kemasan lomba yang rapi, persaingan kelas yang sengit, serta banjir doorprize bernilai puluhan juta rupiah, KLH Cup Bekasi 2026 kembali menegaskan diri sebagai salah satu seri Liga Perkutut Indonesia yang paling meriah dan paling dinanti para penghobi perkutut di Tanah Air.
Tetap pantau terus info seputar LPI KLH di http://www.goldenvoicenews.com







