Liga JASELA Seri 3 Cilacap Memanas, PUSPITA DH Team Tampil Perkasa Kuasai Kelas Piyek Bebas

Rica-Rica Mentok Bikin Kung Mania Lupa Diet, PUSPITA dan JAYA BAYA Kuasai Panggung Juara

Liga Perkutut JASELA seri 3  2026 akhirnya resmi “keluar kandang” dari Kebumen. Setelah dua seri sebelumnya sukses digelar di Kota Beriman, kini giliran Lapangan Pengda Cilacap, Slarang, menjadi pusat perhatian kung mania Jawa Tengah. Seri ketiga ini menjadi bukti bahwa gaung Liga JASELA semakin besar dan semakin sulit dilewatkan para pecinta perkutut.

Liga yang direncanakan berlangsung sebanyak 10 seri dengan total hadiah mencapai Rp25 juta itu terus menghadirkan persaingan yang semakin panas. Tidak hanya memburu poin liga, para peserta juga berburu gengsi sebagai pemilik burung-burung terbaik di Jawa Tengah.

Sebagai tuan rumah, Pengda Cilacap bersama PLH Bird Farm benar-benar memberikan pelayanan terbaik. Bukan hanya lapangan yang tertata rapi, tetapi juga jamuan makan siang yang sudah menjadi legenda di kalangan kung mania.

“Kalau lomba di Cilacap jangan cuma bawa burung, bawa juga perut kosong!”

Kalimat itu kembali terdengar di sudut-sudut arena. Menu andalan rica-rica brangus mentok racikan PLH Bird Farm kembali menjadi primadona. Bahkan ada yang berseloroh, nilai burung belum tentu naik, tetapi porsi makan peserta dipastikan bertambah dua kali.

Meski seri ini berbarengan dengan Liga Jabar di Majalengka, sehingga beberapa tim dari Tasikmalaya dan Primarasa memilih tampil di Jawa Barat agar “KTP Kung Mania Jabarnya tidak dicoret”, antusias peserta di Cilacap justru melebihi target.

Menurut Wahyu PLH Bird Farm, absennya beberapa pemain besar tidak mengurangi kualitas pertandingan.

“Alhamdulillah pesertanya sangat ramai. Yang membuat kami senang justru banyak burung-burung baru bermunculan. Persaingan semakin merata dan kualitas perkutut muda terus meningkat,” ujar Wahyu.

PUSPITA Mekar Paling Indah di Kelas Piyek Bebas

Salah satu kelas yang paling ditunggu adalah Piyek Bebas. Sejak sesi awal penilaian, persaingan berlangsung sangat rapat. Hampir setiap gantangan menyuguhkan materi suara yang layak bersaing di papan atas sehingga para juri harus benar-benar teliti menentukan burung terbaik.

Di tengah ketatnya persaingan, PUSPITA milik DH Team Wonosobo bergelang RATU tampil paling konsisten. Burung muda ini mampu mempertahankan irama suara yang stabil dari awal hingga akhir penilaian sehingga berhak mengamankan podium tertinggi.

Posisi kedua diraih RUDAL RUSIA milik P. Mahmud IBF Salatiga bergelang CIKEAS. Sesuai namanya, Rudal Rusia sempat melesat cepat dan memberikan tekanan hebat kepada PUSPITA. Namun hingga peluit akhir berbunyi, PUSPITA tetap sulit digeser dari singgasananya.

Sorak penonton tuan rumah akhirnya pecah ketika VENTURE milik Deny Dimlaw Cilacap bergelang L.C sukses mengamankan posisi ketiga. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kung mania Cilacap yang sejak pagi setia mengawal jagoannya.

Dominasi DH Team Wonosobo semakin terasa karena selain menjuarai kelas melalui PUSPITA, mereka juga menempatkan SILIWANGI di posisi kelima dan DEN BAGUS di posisi keenam. Sebuah bukti bahwa stok amunisi muda DH Team sedang berada di level terbaiknya.

juara piyek bebas

Derby PLH Bird Farm Membara, JAYA BAYA Tak Terbendung di Kelas Ganti Piyek Junior

Jika Piyek Bebas menghadirkan duel antardaerah, maka Kelas Ganti Piyek Junior justru menyajikan cerita yang tak kalah seru. Sejak awal penilaian, arena berubah menjadi panggung dominasi PLH Bird Farm. Tiga jagoan terbaik mereka langsung tampil meyakinkan dan membuat lawan harus bekerja ekstra keras.

Sorotan utama tentu tertuju kepada JAYA BAYA bergelang LC milik PLH Bird Farm Cilacap. Burung bernomor gantangan 76 itu tampil tenang, matang, dan nyaris tanpa kesalahan. Setiap sesi kerja mampu diselesaikan dengan ritme yang rapi serta suara yang stabil, membuat banyak kung mania mulai yakin bahwa gelar juara akan tetap tinggal di kandang tuan rumah.

Prediksi itu akhirnya menjadi kenyataan. JAYA BAYA sukses mengunci posisi pertama dan menjadi bintang pada kelas Ganti Piyek Junior.

Persaingan menuju posisi kedua juga berlangsung menarik. PURNAMA, yang juga berasal dari PLH Bird Farm dengan ring SABILA, terus menempel ketat sepanjang penilaian. Beberapa kali nilai kedua burung saling berkejaran sehingga membuat suasana blok semakin menegangkan. Hingga akhir lomba, PURNAMA harus puas sebagai runner-up, tetapi hasil tersebut sudah cukup untuk memastikan dominasi mutlak PLH Bird Farm di papan atas.

Drama sesungguhnya terjadi dalam perebutan podium ketiga. Saat banyak orang mengira SAMURAI, amunisi ketiga PLH Bird Farm, akan melengkapi sapu bersih podium, tiba-tiba TORNADO milik H. Rio Pemalang bergelang ZAKKA tampil menggila. Sesuai namanya, Tornado datang dengan performa eksplosif di sesi-sesi akhir dan berhasil merebut posisi ketiga, sekaligus menggagalkan pesta tiga besar milik tuan rumah.

Meski demikian, hasil akhir tetap menjadi kebanggaan bagi PLH Bird Farm. Menempatkan JAYA BAYA sebagai juara pertama, PURNAMA di posisi kedua, serta SAMURAI di peringkat keempat menunjukkan kualitas kandang asal Cilacap yang sedang berada di puncak performa.

Sementara itu, kehadiran TORNADO di podium menjadi sinyal bahwa persaingan burung muda semakin ketat. Burung-burung dari luar daerah mulai mampu mengimbangi dominasi kandang-kandang besar sehingga setiap seri Liga JASELA kini semakin sulit diprediksi.


Liga JASELA Seri 3 Cilacap akhirnya membuktikan diri bukan hanya sebagai ajang perebutan gelar juara, tetapi juga sebagai pesta silaturahmi kung mania. Mulai dari sajian rica-rica mentok yang selalu dinanti, lahirnya bintang-bintang baru seperti PUSPITA dan JAYA BAYA, hingga persaingan sengit di setiap kelas, semuanya menjadi bukti bahwa Liga JASELA kini telah menjelma menjadi salah satu liga perkutut paling bergengsi di Jawa Tengah.

KAIOKEN Antar Kung Mania Kebumen Berjaya di Kelas Hanging

Jika kelas Piyek Bebas menjadi milik DH Team dan Piyek Junior dikuasai PLH Bird Farm, maka Kelas Hanging benar-benar menjadi panggung kung mania Kebumen.

Dari sepuluh besar, lima posisi berhasil diamankan penghobi asal Kebumen. Sebuah dominasi yang menunjukkan kualitas burung-burung dari Kota Beriman masih sangat diperhitungkan.

Juara pertama diraih KAIOKEN milik Aby Kebumen bergelang PALEM.

Sesuai namanya, KAIOKEN tampil seperti mengaktifkan jurus pamungkas. Stabil sejak awal hingga akhir, burung ini mampu mengumpulkan poin tanpa memberi kesempatan lawan mengejar.

Posisi kedua menjadi milik SRI DEWI bergelang SAMO BF milik Fairuz Cilacap, yang tampil sebagai wakil terbaik tuan rumah.

Sementara podium ketiga berhasil diamankan BEAUTY milik H. Laeli Adha Kebumen bergelang IBU KF, sehingga dua dari tiga podium utama berhasil dibawa pulang kung mania Kebumen.

Dominasi Kebumen semakin lengkap lewat masuknya ARYA JAYA, TEMPE BACEM, dan INARA di jajaran sepuluh besar.


Golden Voice Superman Jadi Andalan Para Juara

Di balik kemenangan KAIOKEN, terdapat cerita menarik mengenai pola perawatan yang diterapkan Aby Kebumen.

Kung mania yang dikenal konsisten merawat burung-burung berkualitas ini mengaku telah lama mempercayakan menu harian jagoannya kepada Pakan Perkutut Golden Voice Superman.

“Salah satu kunci burung rajin bunyi adalah perawatan yang konsisten. Saya rutin memakai Pakan Perkutut Golden Voice Superman. Burung jadi lebih aktif, kondisi tetap prima, dan suaranya stabil saat turun lomba. Alhamdulillah hasilnya bisa dirasakan lewat prestasi KAIOKEN hari ini,” ungkap Aby.

Pernyataan tersebut semakin memperkuat kepercayaan para penghobi terhadap Golden Voice Superman, yang kini semakin banyak digunakan oleh para pemilik burung juara di berbagai daerah.

Perjalanan liga masih panjang. Masih ada tujuh seri lagi yang siap menghadirkan kejutan. Jika Seri 3 di Cilacap sudah sepanas ini, maka perebutan gelar juara umum di akhir musim dipastikan akan semakin seru dan penuh drama. NANTIKAN INFO LANJUTAN DI web site idola kung mania 

spesial thank buat nova

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Related news