Bung Karno Cup 2026 yang digelar Pengda Blitar, Minggu (28/6), di Lapangan Pengda Kelurahan Bendo berlangsung meriah, penuh kehangatan, sekaligus menyuguhkan persaingan sengit antarkontestan terbaik di kelas piyik. Kung mania dari berbagai daerah memadati arena untuk berburu prestasi sekaligus menikmati atmosfer lomba yang kental dengan nuansa persaudaraan.
Ada satu hal yang paling banyak menjadi perbincangan di luar jalannya lomba, yakni kehadiran Ketua Pengda Blitar, Anton WDN. Bagi kung mania Blitar, kemunculan sosok yang satu ini menjadi angin segar bagi perkembangan dunia perkutut di wilayahnya. Setelah dipercaya memimpin Pengda Blitar, Anton dinilai membawa semangat baru untuk membangkitkan kembali gairah perlombaan dan mempererat kebersamaan antarhobiis.
Di luar dunia perkutut, Anton WDN dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang ekspor stone art. Namun, di kalangan penghobi, ia bukan sekadar seorang pebisnis. Anton adalah kung mania sejati yang sudah lama mencintai dunia perkutut dan memahami denyut nadi hobi ini dari bawah. Karena itu, kehadirannya sebagai pemimpin organisasi disambut positif oleh banyak penghobi yang berharap Blitar kembali menjadi salah satu barometer perkutut di Jawa Timur.

Komitmen tersebut mulai terlihat melalui penyelenggaraan Bung Karno Cup 2026 yang telah masuk dalam agenda resmi kalender kegiatan Pengda Blitar.
“Agenda ini memang sudah kami tetapkan sejak awal penyusunan jadwal lomba. Alhamdulillah, antusiasme kung mania sangat luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa dunia perkutut di Blitar masih ajeg berkembang dan terus melahirkan burung-burung berkualitas,” ujar Anton WDN.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah untuk ikut memeriahkan gelaran tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh kung mania yang sudah rawuh ke Blitar. Selamat kepada para juara. Semoga prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus berprestasi dan membuat hobi perkutut semakin maju. Salam, Kung Mania Nusantara.”
Di balik suasana penuh keakraban, pertarungan di lapangan berlangsung sangat ketat. Setiap kelas menghadirkan persaingan menarik yang membuat penonton terus mengikuti jalannya penilaian hingga babak terakhir.
Sorotan terbesar datang dari kelas Piyik Bebas. Jawara Xavier bergelang RKS (kerekan 71) milik Pramando asal BSD Tangerang sukses menjadi bintang lapangan. Burung yang dikabarkan baru saja berpindah tangan usai turun lomba itu langsung membayar kepercayaan pemilik barunya dengan penampilan luar biasa.
Sejak babak awal, Xavier mendapat tekanan dari Sapujagad bergelang IBO (kerekan 02) dan Gensie (kerekan 42) yang terus membayanginya. Namun, Xavier tampil tenang, mampu keluar dari kepungan lawan, dan akhirnya mengunci kemenangan sebagai juara pertama kelas Piyik Bebas.
Kesuksesan Pramando ternyata belum berhenti.
Di kelas Piyik Yunior, giliran Haitam bergelang Stya (kerekan 100) yang tampil memikat. Debutan tersebut memperlihatkan performa stabil sepanjang penilaian hingga akhirnya sukses merebut podium utama.
Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan tentunya senang sekali mendapat kabar kedua jagoan bisa tampil maksimal dan sama-sama menjadi juara. Ini menjadi hasil yang membanggakan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus menyiapkan burung-burung terbaik di event berikutnya. Terima kasih kepada seluruh tim yang sudah bekerja keras. Semoga performa ini bisa terus dipertahankan, ujar Pramando saat dihubungi terpisah melalui pesan WhatsApp oleh goldenvoicenews.com. Di kesempatan yang sama, Mr. Pramando juga menyampaikan terima kasih kepada pakan perkutut Golden Voice yang sudah menyuport pakan perkututnya untuk asupan perkututnya di bsd, ujarnya.
Perlawanan sengit datang dari Liciver bergelang Only (kerekan 133) dan Black Bull bergelang IOT (kerekan 119). Meski terus memberikan tekanan, keduanya belum mampu menggoyahkan konsistensi Haitam yang akhirnya memastikan diri sebagai juara pertama.
Sementara itu, kelas Piyik Hanging juga menghadirkan duel menarik. Jawara Kian Santang bergelang JBM milik Anak Manis asal Malang tampil paling konsisten sejak awal hingga akhir penilaian. Performa apiknya membuat para rival kesulitan mengejar, sehingga Kian Santang berhak mengakhiri lomba sebagai juara terbaik pertama.
Suksesnya Bung Karno Cup 2026 menjadi sinyal positif bahwa geliat perkutut di Blitar terus bergerak ke arah yang lebih baik. Dukungan panitia, kekompakan para penghobi, serta kepemimpinan Anton WDN memberikan optimisme baru bagi kung mania setempat.
Banyak penghobi berharap semangat yang mulai tumbuh ini terus dijaga. Sebab, ketika organisasi berjalan aktif, agenda lomba tersusun rapi, dan para penghobi mendapat ruang untuk berkumpul serta berkompetisi secara sehat, bukan tidak mungkin Blitar kembali melahirkan burung-burung papan atas yang mampu bersaing di level regional hingga nasional. Bung Karno Cup 2026 pun menjadi awal yang menjanjikan untuk perjalanan tersebut. sumber medsos dan media online




