
Rodtang Tumbang-Arena Liga Perkutut Jabar Berkibar Seri #5 di Lapangan P3SI Pengda Majalengka, Jatiwangi, Minggu (5/7), menjadi saksi lahirnya sebuah kejutan besar. Burung fenomenal Rodtang milik Mr. Akang Nusa (Bogor) yang selama ini dikenal sebagai salah satu langganan papan atas harus mengakui kehebatan Singo Barong besutan Hendry Wat (Tasikmalaya).
Duel keduanya menjadi perhatian sejak awal penjurian. Banyak kung mania memprediksi Rodtang bakal kembali mendominasi. Namun kenyataan di lapangan berkata lain. Singo Barong tampil begitu stabil dari awal hingga akhir penilaian. Irama depan-belakang, angkatan suara, durasi kerja, hingga kestabilan lagu menjadi senjata utama yang membuat para juri tanpa ragu mengganjarnya dengan nilai sempurna 150 poin.
Sebaliknya, Rodtang yang biasanya tampil eksplosif belum mampu menemukan performa terbaiknya. Burung andalan Bogor itu harus puas mengumpulkan 50 poin dan mengakhiri perlombaan di posisi kedelapan. Hasil tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar pada seri kelima Liga Jabar Berkibar musim ini.
Hendry Wat Buktikan Kualitas
Kemenangan Singo Barong bukanlah keberuntungan semata. Hendry Wat kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain yang mampu menyiapkan burung dalam kondisi puncak. Menghadapi lawan-lawan berat dari Bandung, Cirebon, Bogor hingga tuan rumah Majalengka, Singo Barong tampil tanpa cela dan pantas berdiri di podium tertinggi.
Posisi kedua ditempati Limousine milik Dede Prima Rasa (Bandung) dengan 125 poin, disusul Marimas milik Henry Manila (Bandung) yang meraih 100 poin. Sementara Surakarta milik Suhartono, S.H. (Cirebon) berada di posisi keempat dengan 90 poin, dan Unocorn milik H. Nono Ganesha (Majalengka) menempati peringkat kelima dengan 80 poin.
Persaingan Merata di Seluruh Kelas
Persaingan sengit juga tersaji di kelas Piyik Bebas. Elvis milik H. Umar (Majalengka) tampil paling konsisten untuk meraih gelar juara dengan 150 poin, mengungguli Pandanwangi milik Sabila Kencana BF (Ciamis) dan Desy Ratnasari Reborn milik Dede Prima Rasa (Bandung).
Pada kelas Piyik Yunior, dominasi Bandung kembali terlihat melalui New Panorama milik Joni Manik yang keluar sebagai kampiun. Meski demikian, perhatian juga tertuju kepada Sultan Fatih milik Uki Team Palu yang sukses menembus posisi enam besar. Prestasi tersebut membuktikan bahwa peternak dari luar Pulau Jawa mampu bersaing dengan breeder-breeder terbaik Jawa Barat.
Sementara itu, kelas Piyik Hanging menghadirkan duel yang tak kalah menarik. Anggun milik Abubakar (Pamekasan) berhasil meraih podium pertama setelah tampil konsisten sepanjang penilaian. Bharata, Galaxy I, Dewi Fortuna, hingga Cakra silih berganti memberikan tekanan sehingga kelas ini berlangsung sangat kompetitif.
H. Nono Subarno: Kompetisi Semakin Berkualitas
Ketua Panitia sekaligus tuan rumah, H. Nono Subarno, mengaku bersyukur penyelenggaraan Liga Jabar Berkibar Seri #5 berlangsung sukses dan menjadi ajang pembuktian kualitas burung-burung terbaik nasional.
“Alhamdulillah, kami bersyukur Liga Jabar Berkibar Seri #5 berjalan lancar, tertib, dan penuh sportivitas. Terima kasih kepada seluruh kung mania yang telah hadir dari berbagai daerah. Persaingan hari ini luar biasa. kualitas burung semakin merata sehingga setiap kelas menghadirkan pertandingan yang benar-benar menarik. Inilah tujuan liga, yaitu menjadi wadah kompetisi yang sehat sekaligus mempererat silaturahmi ANTARPENGHOBI perkutut. Kami berharap pada seri-seri berikutnya antusiasme peserta terus meningkat sehingga Liga Jabar semakin menjadi barometer lomba perkutut nasional,” ungkap H. Nono Subarno.
Keberhasilan penyelenggaraan seri kelima kembali menegaskan bahwa Liga Perkutut Jabar Berkibar bukan sekadar ajang berburu prestasi, tetapi juga panggung lahirnya persaingan sehat antarpeternak dan pelomba terbaik Indonesia.
Dan dari seluruh drama yang tersaji di Majalengka, satu cerita yang paling banyak diperbincangkan adalah tumbangnya Rodtang milik Mr. Akang Nusa setelah dicakar garang oleh Singo Barong. Sebuah hasil yang menjadi bukti bahwa di liga sekelas Jabar Berkibar, tidak ada juara yang benar-benar aman. Siapa yang tampil paling siap di lapangan, dialah yang berhak berdiri di podium tertinggi
Kelas Dewasa Bebas menjadi partai paling bergengsi di Liga Perkutut Jabar Berkibar Seri #5. Singo Barong milik Hendry Wat (Tasikmalaya) tampil luar biasa sejak awal penjurian. Dengan performa stabil, irama lagu yang bersih, dan durasi kerja yang konsisten, Singo Barong sukses mengumpulkan 150 poin sekaligus mengunci podium tertinggi.
Persaingan sengit datang dari Limousin milik Dede Prima Rasa (Bandung). Burung ring Grand tersebut tampil tak kalah memukau, namun harus puas di posisi kedua dengan 125 poin setelah terpaut 25 angka dari sang juara.
Sementara posisi ketiga diraih Marimas milik Henry Manila (Bandung). Penampilannya cukup meyakinkan hingga berhasil mengumpulkan 100 poin, mengamankan satu tempat di podium sekaligus mengukuhkan dominasi para pemain papan atas pada kelas paling prestisius tersebut.
Ulasan Tiga Besar Kelas Piyik Bebas
Kelas Piyik Bebas memperlihatkan kualitas calon-calon bintang masa depan. Elvis milik H. Umar (Majalengka) tampil paling matang. Bermain di kandang sendiri, Elvis mampu menjaga ritme suara sepanjang penilaian dan berhak menjadi juara dengan raihan 150 poin.
Posisi runner-up ditempati Pandanwangi milik Sabila Kencana BF (Ciamis) dengan 125 poin. Burung ini memberikan tekanan cukup kuat kepada sang juara melalui penampilan yang rapi dan konsisten.
Melengkapi podium adalah Desy Ratnasari Reborn milik Dede Prima Rasa (Bandung). Burung ring IBO tersebut tampil kompetitif hingga mengoleksi 100 poin, menandai keberhasilan Dede Prima Rasa kembali menempatkan amunisinya di jajaran tiga besar.
Ulasan Tiga Besar Kelas Piyik Yunior
Kelas Piyik Yunior berlangsung ketat dengan dominasi para peternak Bandung. New Panorama milik Joni Manik (Bandung) tampil sebagai yang terbaik setelah menunjukkan performa paling stabil sepanjang penilaian. Burung ring Bintang Agung itu menutup lomba dengan 150 poin.
Di posisi kedua, Saritomo Reborn milik Dede Prima Rasa (Bandung) membuktikan kualitas breeding Prima Rasa dengan torehan 125 poin.
Sedangkan posisi ketiga ditempati Sadewa, juga milik Dede Prima Rasa (Bandung). Raihan 100 poin membuat Dede Prima Rasa sukses menempatkan dua burung sekaligus di podium tiga besar, sebuah pencapaian yang menunjukkan konsistensi kualitas kandangnya.
Ulasan Tiga Besar Kelas Piyik Hanging
Kelas Piyik Hanging menyuguhkan persaingan yang tidak kalah menarik. Anggun milik Abubakar (Pamekasan) tampil paling impresif. Burung ring T.A.T itu memperlihatkan kualitas suara yang stabil dan konsisten sehingga pantas mengunci posisi pertama dengan 150 poin.
Posisi kedua diraih Bharata milik Ryota (Bandung). Burung ring satelit tersebut memberikan perlawanan sengit dan mengakhiri perlombaan dengan 125 poin.
Sementara Galaxy I milik R*Nadi Team (Bandung) melengkapi podium ketiga. Dengan performa yang terus meningkat sepanjang penilaian, Galaxy I sukses mengumpulkan 100 poin, memastikan persaingan di kelas Piyik Hanging berlangsung ketat hingga sesi akhir. DATA zn bf Fajar Roy dan media online. tetap bersama pakan perkutut golden voicedan web site idola kung mania






