Liga Perkutut Sumenep IV 2026 Penuh Sesak! Tiket Ludes, Juaranya SI KAKEK!

Liga Perkutut Sumenep IV 2026 kembali membuktikan kalau hobi perkutut di Madura belum kehilangan tenaga tempurnya. Bahkan kalau diibaratkan, ini bukan sekadar lomba burung—ini sudah seperti konser yang tiketnya diburu sebelum poster sempat ditempel.

Sabtu, 27 Juni 2026, Lapangan HSK Bird Farm Pakandangan Sangrah, Bluto berubah menjadi titik kumpul para kung mania dari berbagai daerah. Agenda rutin milik Pengda P3SI Sumenep itu resmi memasuki seri keempat dan lagi-lagi menunjukkan daya tarik yang sulit dibendung.

Sebanyak 8 blok sukses digelar dengan pembagian Kelas Dewasa Bebas (1 blok), Piyik Bebas (3 blok), Piyik Yunior (2 blok), dan Piyik Hanging (2 blok).

Yang menarik, jumlah blok tersebut tidak muncul begitu saja. Ada cerita di baliknya: antusiasme peserta yang membuat panitia harus putar otak.

Liga Perkutut Sumenep IV 2026, Event yang Sudah Jadi Magnet Empat Tahun

Ketua Pelaksana H. Sakur menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda resmi Pengda P3SI Sumenep yang sudah berjalan selama empat tahun terakhir.

“Hari ini kami menyelenggarakan Liga Perkutut Sumenep yang keempat. Semoga acara berjalan lancar dan sukses sesuai harapan,” ujarnya saat awal kegiatan.

Menurut H. Sakur, yang juga pemilik HSK Bird Farm Pakandangan Sangrah Bluto, keberhasilan liga tidak hanya datang dari peserta lokal. Dukungan juga terus mengalir dari luar daerah.

Kung mania dari Pamekasan, Sampang hingga kota-kota lain terus hadir memberi warna persaingan.

“Alhamdulillah, liga yang diselenggarakan di Sumenep selalu mendapatkan dukungan dari rekan-rekan kung mania luar kota,” lanjutnya.

Kalau biasanya panitia sibuk promosi dulu, baru peserta datang, di Sumenep ceritanya terbalik.

Menurut Ustadz Rifki selaku panitia bagian pendaftaran Liga Perkutut Sumenep IV , peserta sering kali sudah menghubungi panitia bahkan sebelum informasi resmi beredar.

Pamflet belum naik, poster belum cetak, tapi telepon dan pesan sudah berdatangan.

Fenomena itu membuat panitia beberapa kali dibuat bingung karena kapasitas lapangan tidak selalu mampu mengimbangi jumlah peminat.

“Alhamdulillah, selama Sumenep mengadakan kegiatan, respons dan dukungan selalu tinggi. Kadang saya kewalahan memenuhi permintaan mereka,” jelas Ustadz Rifki.

Akibatnya, bukan hal baru bila masih ada peserta yang harus menerima kenyataan tidak mendapat tiket meski sudah siap membawa jagoan.

liga perkutut sumenep 4

Kelas Piyik Hanging Sampai Tambah Blok, Kelas Kerekan Tetap Full

Ledakan peserta paling terasa di Kelas Piyik Hanging.

Awalnya panitia hanya membuka 1 blok, namun karena permintaan yang terus berdatangan, akhirnya diputuskan untuk menambah menjadi 2 blok.

Situasi serupa sebenarnya terjadi di kelas kerekan. Namun, karena berbagai pertimbangan teknis, penambahan blok tidak dapat dilakukan.

Kelas yang paling banyak menyisakan peserta tidak kebagian tiket terjadi pada Piyik Bebas dan Piyik Yunior.

Panitia pun menyampaikan permohonan maaf kepada peserta yang belum mendapat kesempatan tampil.

KELAS DEWASA BEBAS – CAMELIA, SI KAKEK YANG MASIH KUASAI PANGGUNG

Kalau ada yang masih percaya burung tua sudah waktunya pensiun, mungkin setelah melihat Camelia mereka harus menghitung ulang.

Di usia yang sudah lebih dari lima tahun, Camelia milik H. Sunahwi Talango bergelang Ababil kembali menunjukkan bahwa kelas tidak pernah mengenal umur. Burung hasil ternak H. Azis Ababil Sampang itu tampil tenang, matang, dan tetap memiliki kualitas suara yang mampu bertahan sampai akhir penjurian.

Tidak ada ledakan berlebihan, tidak ada aksi yang memaksa. Camelia tampil seperti senior yang sudah hafal jalur menuju podium.

🥇 Camelia – H. Sunahwi Talango – Ring Ababil – Nomor 22

Posisi kedua diamankan Super Sonix milik Rafik Dewantara Talango. Orbitan produk Mawar ini memberi perlawanan ketat dan sempat membuat persaingan terbuka sampai babak akhir.

🥈 Super Sonix – Rafik Dewantara – Ring Mawar – Nomor 19

Sementara posisi ketiga ditempati Wijaya milik Chairul Anwar Loteng Sumenep bergelang ADV yang juga tampil cukup stabil sepanjang penjurian.

🥉 Wijaya – Chairul Anwar – Ring ADV – Nomor 35

H. Azis Ababil Sampang mengatakan:

“Camelia sudah masuk usia matang, tapi dia masih bisa membuktikan kualitasnya. Ini kebanggaan karena trah yang baik dan perawatan yang tepat tetap bisa membuat burung bersaing di level tinggi.”


KELAS PIYIK BEBAS – SURO MENGGOLO BIKIN GARUDA JATIM TERBANG TINGGI

Kalau kelas dewasa bicara pengalaman, maka Piyik Bebas adalah arena adu potensi.

Nama yang paling bersinar kali ini adalah Suro Menggolo milik H. Sumasik, Tim Garuda Jatim Pamekasan.

Sejak awal penjurian, burung produk Mahadewi ini tampil meyakinkan dan mampu menjaga ritme hingga babak akhir.

🥇 Suro Menggolo – H. Sumasik Team Garuda Jatim – Produk Mahadewi – Nomor 45

Posisi kedua direbut Montera milik Dede Primarasa Bandung. Produk BTS ini menunjukkan performa yang tidak bisa dianggap ringan.

🥈 Montera – Dede Primarasa – Ring BTS – Nomor 148

Sementara podium ketiga diamankan Susi Susanti milik H. Lutfi Bluto Sumenep, produk Lavida yang tampil efektif di tengah ketatnya persaingan.

🥉 Susi Susanti – H. Lutfi – Produk Lavida – Nomor 141

Tiga besar kelas ini memperlihatkan bahwa jalur perebutan gelar di kategori piyik makin sulit diprediksi.


KELAS PIYIK YUNIOR – ADI PUTRO MENANG DINGIN, RIVAL TETAP BERBAHAYA

Kelas ini menjadi salah satu yang paling padat kualitasnya.

Banyak peserta tampil bagus, tetapi pada akhirnya Adi Putro milik Heru NHD Sumenep berhasil menjadi yang paling konsisten.

Produk Putra Mandiri ini mampu menjaga kualitas sampai penilaian terakhir dan sukses mengunci posisi teratas.

🥇 Adi Putro – Heru NHD – Produk Putra Mandiri – Nomor 215

Di bawahnya ada Ali Baba milik Bintang Surya Bluto Sumenep yang juga tampil sangat kompetitif.

🥈 Ali Baba – Bintang Surya – Ring Bintang Surya – Nomor 237

Sedangkan posisi ketiga diamankan Putra Ilusi milik Aryumo/P. Salam, Sarunggi Sumenep bergelang Hendrayana.

🥉 Putra Ilusi – Aryumo / P. Salam – Ring Hendrayana – Nomor 228

Kelas ini memperlihatkan bahwa generasi yunior Sumenep mulai memiliki stok yang sangat menjanjikan.


KELAS PIYIK HANGING – ARJUNA LEPAS PANAH, TAK NYANA BORONG PODIUM

Piyik Hanging menjadi kelas yang sejak awal ramai karena tingginya minat peserta, sehingga panitia menambah blok.

Di tengah persaingan tersebut, Arjuna milik H. Rian Sinar Putra Pamekasan berhasil tampil paling meyakinkan.

Produk Tak Nyana ini mampu mempertahankan kualitas dan menutup lomba dengan podium tertinggi.

🥇 Arjuna – H. Rian Sinar Putra – Produk Tak Nyana – Gantangan 27

Posisi kedua juga masih menjadi milik trah yang sama lewat Putra Agung milik Kades Holis Dasuk Sumenep.

🥈 Putra Agung – Kades Holis – Produk Tak Nyana – Gantangan 72

Sedangkan posisi ketiga direbut Tad Malaka milik Kurniadi Sumenep, produk ASM.

🥉 Tad Malaka – Kurniadi – Produk ASM – Gantangan 62

Dominasi Tak Nyana di dua posisi teratas menjadi catatan menarik dari kelas hanging seri kali ini. sumbe media online, medsos

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Related news