Big show benar-benar show –
Liga Jateng Gayeng Seri 5 Salatiga memang sudah usai. Sangkar diturunkan, arena kembali tenang, dan para kung mania pulang membawa cerita masing-masing. Tapi ada satu cerita yang tampaknya belum selesai.
Cerita itu milik Mr Titi Alf.
Meski berada jauh di negeri Paman Sam dan tidak bisa menikmati langsung dari bawah gantangan, rasa puas itu seolah tetap sampai. Rekaman suasana arena, potongan video, hingga kabar dari rekan-rekan di lapangan menjadi pengganti yang cukup untuk menikmati hasil dari pilihan yang beberapa bulan lalu ia ambil dengan keyakinan.
“Big Show saya dengar sendiri, saya pilih sendiri. Waktu itu memang suaranya belum keluar seperti angkatan depannya, tapi sesekali narik dan saya suka. Bagaimanapun kalau ada perkutut suara besar, depan narik, tengah ngayun-ngayun, lalu ujung ndelosor… kepuasan kita sejatinya tertinggal di situ,” jelas Mr Titi.
Dan ternyata, Salatiga menjadi panggung yang memperlihatkan kenapa keyakinan itu mulai menemukan bentuknya.
Menurut pantauan GoldenVoice News, Big Show tidak sekadar tampil bagus Big Show Meledak, Rodtang Tak Berkutik di Liga Jateng Gayeng Seri 5.. Ada momen ketika burung mulai bekerja, lalu suasana arena berubah sendiri. Kepala-kepala mulai menoleh. Obrolan mulai berhenti. Bahkan orang yang awalnya tidak sedang memperhatikan ikut mencari sumber suara.
Yang menarik, fenomena itu bukan hanya dirasakan oleh mereka yang berada dekat titik gantangan.
Mr. Adi Zodiac menjadi saksi menarik dari efek suara Big Show.
Saat itu dirinya sedang fokus mengawal jagoannya di kelas piyek bebas, bahkan posisinya berada di seberang blok. Namun, di tengah kesibukan memantau burung sendiri, telinganya justru tertarik oleh satu suara yang menembus arena.
“Gila… suara Big Show terdengar sampai ujung blok,” ujar Mr. Adi sambil masih mengawal jagoanya
Komentar singkat, tapi cukup menggambarkan daya jangkau suara yang dirasakan di lapangan.
Di sisi lain, beberapa nama lain juga tampak ikut larut menikmati momen itu.
Ada Mr. Asep Miyanto, M. Anang, Beny BK, hingga Tambar—joki Rodtang yang spontan bereaksi ketika Big Show mulai membawa suara depan dengan karakter yang dianggap sangat mencolok.
Menurut Anang Teratai, ada rasa yang sudah lama tidak muncul.
“Sejak era Gajah Mada berakhir, lama tidak dengar perkutut suara besar dengan depan gayun panjang, tengah berjalan, dan ujung tetap enak. Tadi sedikit membawa memori itu kembali. Memang tipe tengahnya berbeda, tapi rasa rindu itu sedikit terobati lewat nyanyian Big Show.”
Lalu Asep Fortune memberi satu kalimat yang cukup mewakili suasana.
“Kalau perkutut kerja baik, lalu suporter dadakan ikut teriak spontan, sudah dipastikan ada sesuatu yang berbeda. Hati seorang kung mania tidak pernah bohong soal rasa.”
Dan mungkin di situlah letak cerita sebenarnya.
Bukan sekadar menang atau kalah.
Tapi ketika seekor perkutut membuat orang di dekat gantangan menoleh… membuat orang di blok lain ikut mendengar… bahkan membuat pemiliknya yang berada ribuan kilometer jauhnya ikut membayangkan suasana arena.
Kalau yang tidak punya Big Show saja bisa ikut terpesona…
Bagaimana yang punya?
Masihkah bisa tidur nyenyak di jauh sana?
Atau sekarang mulai buka aplikasi maskapai diam-diam…
Halo, Bos… tiket pulang sudah dibeli belum? Hahaha.
Salam penasaran.
GoldenVoice News – Karena suara besar yang berkelas tidak pernah berhenti hanya di arena





