Merdeka Cup Bekasi : Bobibos Hajar Tiga Jagoan Mas Billah, Bu Rosa “Mandiin Anak”.#1 dipodium.

H. WAHYU SELIKUR BF: YANG PENTING HOBI PERKUTUT TERUS RAMAI

 

Merdeka Cup Bekasi menjadi ajang pamer metal burung bernama Bobibos, burung handal milik H. Jamil Lannur JML BF Depok, sukses mengoyang Lapangan Irama Budidaya Bekasi  Minggu (16/8/2026). Tampil konsisten dengan torehan koncer 3 warna dalam tiga babak, Bobibos membuktikan kualitasnya sebagai salah satu jagoan yang patut diperhitungkan di kelas dewasa.

Yang membuat penampilan Bobibos semakin menarik adalah kemenangan ini didapat setelah  menenggelamkan tiga jagoan rawatan Mas Billah. Padahal, nama Mas Billah sudah cukup dikenal sebagai salah satu perawat yang memiliki kemampuan membawa burung tampil di berbagai arena lomba, baik di wilayah Jabodetabek maupun di luar daerah.

Bobibos Tampil Stabil, Koncer 3 Warna Tiga Babak

Konsistensi menjadi kata yang paling tepat untuk menggambarkan performa Bobibos. Dalam sistem penilaian 3, 5, 7, kemampuan burung untuk mengeluarkan suara secara konsisten tentu menjadi salah satu faktor penting dalam perebutan posisi atas.

Bobibos mampu menunjukkan performa yang membuat juri memberikan koncer 3 warna selama tiga babak. Hasil ini sekaligus menjadi bukti bahwa kualitas burung bukan hanya ditentukan oleh nama besar, materi, atau reputasi perawat, tetapi juga oleh bagaimana burung mampu bekerja ketika berada di atas gantangan.

Persaingan di kelas dewasa memang selalu menarik. Burung-burung dengan kualitas mumpuni bisa saja datang dengan kondisi siap tempur, tetapi ketika berada di lapangan, semuanya kembali kepada satu hal: siapa yang paling mampu menunjukkan seni suara terbaik pada saat penilaian berlangsung.

 

Tiga Jagoan Mas Billah Harus Mengakui Keunggulan Bobibos

Salah satu cerita menarik dari Merdeka Cup Bekasi adalah persaingan Bobibos dengan tiga jagoan rawatan Mas Billah.

Kapasitas perawatan Mas Billah selama ini memang dikenal cukup mumpuni. Ibarat persenjataan, kemampuan rawatannya bisa dianalogikan seperti kaliber 7.62 x 51 mm NATO—punya jangkauan dekat dan jauh dan siap digunakan dalam berbagai medan lomba.

Namun, di lapangan perkutut, sehebat apa pun persiapan sebuah burung, tetap ada satu faktor yang tidak bisa dipaksa: momen kerja dan keluarnya suara ketika penilaian berlangsung.

Itulah menariknya dunia lomba perkutut.

Burung yang secara materi dianggap dahsyat belum tentu mampu mengeluarkan seluruh kemampuan pada hari H. Sebaliknya, burung yang mungkin tidak terlalu banyak dibicarakan justru bisa tampil mengejutkan dan mengguncang papan kejuaraan.

Dan kali ini, Bobibos menjadi salah satu pemeran utamanya.

Sistem 3, 5, 7 dan Tantangan Mengeluarkan Amunisi Suara

Sistem penilaian 3, 5, 7 membuat persaingan kelas dewasa semakin menarik. Setiap burung dituntut tidak hanya memiliki kualitas suara, tetapi juga mampu menunjukkan performa yang konsisten sehingga mendapatkan pengakuan dari juri.

Di sinilah terkadang terjadi perbedaan antara harapan pemilik, joki, perawat, bahkan blantik dengan kenyataan di lapangan.

Ada burung yang secara materi dianggap istimewa, tetapi ketika masuk arena justru tidak mengeluarkan “amunisi” secara maksimal. Sebaliknya, burung yang tidak terlalu diunggulkan mampu gacor dan menunjukkan kualitas suara sesuai dengan penilaian seni suara.

Karena itu, juara sejatinya harus lahir dari performa burung saat lomba, bukan semata-mata karena nama besar, harga, atau kepentingan jual beli.

Dalam seni suara, yang dinilai seharusnya adalah apa yang terdengar dan terlihat di lapangan.

Merdeka Cup Bekasi, Kemasan Wah dan Peserta Maksimal

Merdeka Cup di Lapangan Irama Budidaya Bekasi bukan hanya menyajikan pertarungan burung-burung berkualitas. Event yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ini juga hadir dengan kemasan yang membuat peserta merasa nyaman.

Gelaran ini mendapat dukungan dari Selikur BF dan Kung Mania Bekasi. Di tangan Azis Semprul bersama tim, lomba yang digelar siang hari tersebut justru mampu meraup peserta dalam jumlah maksimal.

Ini menjadi bukti bahwa ketika sebuah lomba dikemas dengan baik, didukung komunitas, hadiah menarik, serta suasana lapangan yang menyenangkan, antusiasme kung mania tetap bisa tinggi.

Salah satu yang membuat peserta semakin betah adalah sajian soto Banjar yang menjadi konsumsi. Rasa yang nendang membuat suasana lomba tidak hanya panas karena persaingan, tetapi juga hangat karena kebersamaan.

Dorprize Motor Listrik dan Dukungan Selikur BF

Daya tarik lainnya adalah doorprize motor listrik serta hadiah dan dukungan spontan dari Selikur BF.

Dukungan tersebut semakin menambah semarak Merdeka Cup. Bagi peserta, hadiah tentu menjadi bonus yang menyenangkan. Namun, jauh lebih penting adalah bagaimana event mampu menciptakan suasana kompetisi yang sehat sekaligus mempererat hubungan antarkung mania.

H. Wahyu, salah satu sosok yang memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut, juga mengaku senang melihat suksesnya Merdeka Cup.

Kepeduliannya terhadap perkembangan hobi perkutut di wilayah Jabodetabek menjadi salah satu warna tersendiri. Kehadiran para pendukung seperti ini tentu sangat penting agar kegiatan lomba perkutut terus hidup dan berkembang.

H. WAHYU SELIKUR BF: YANG PENTING HOBI PERKUTUT TERUS RAMAI

Kesuksesan Merdeka Cup juga tidak lepas dari dukungan H. Wahyu dari Selikur BF.

Menurut H. Wahyu, keberhasilan sebuah lomba bukan hanya dilihat dari siapa yang meraih juara, tetapi juga dari bagaimana kegiatan tersebut mampu membuat hobi perkutut terus berkembang dan komunitas semakin kompak.

“Saya sangat senang melihat Merdeka Cup bisa berjalan ramai dan sukses. Bagi saya, yang paling penting bukan hanya soal siapa yang juara, tetapi bagaimana hobi perkutut di Bekasi dan Jabodetabek bisa terus ramai. Kalau komunitas kompak dan saling mendukung, saya yakin kegiatan seperti ini akan semakin berkembang. Selikur BF akan terus berusaha memberikan dukungan untuk kemajuan hobi dan kebersamaan kung mania.”

hj wahyu selikur bf

Bagi H. Wahyu, semakin banyak kegiatan yang mempertemukan penghobi akan semakin baik bagi perkembangan perkutut di wilayah Jabodetabek.

Dukungan tersebut juga menunjukkan bahwa keberlangsungan sebuah event tidak hanya membutuhkan panitia, tetapi juga kepedulian dari para pelaku dan pendukung hobi.

DEWASA BEBAS: BOBIBOS GACOR, JAGOAN H. JAMIL JML BF KUASAI PUNCAK

Nama BobiBoss menjadi yang paling bersinar di kelas Dewasa Bebas. Burung milik H. Jamil JML, Depok, ini sukses merebut posisi teratas sekaligus mengukuhkan kualitasnya di tengah ketatnya persaingan.

BobiBoss tampil sebagai pemenang, disusul Deep Sea milik Akian dari Jakarta di posisi kedua. Pesona Timur milik Nunu Pesona, Depok, harus puas di peringkat ketiga, sementara Srikandi, yang juga milik Nunu Pesona, menempati posisi keempat.

Menariknya, dua burung milik Nunu Pesona langsung masuk empat besar. Ini menunjukkan materi dan kualitas rawatan yang dibawa ke Merdeka Cup memang tidak bisa dianggap sebelah mata.

Posisi kelima ditempati Omega milik Aji dari Citra Dua, disusul Raja Dollar milik H. Wahyu Bekasi di peringkat keenam.

Kemudian ada Cah Bumen milik Yong BF Bekasi di posisi ketujuh, Bilal milik Soca BF Jakarta di posisi kedelapan, Alien milik Mr. Akang Nusa Bogor di posisi kesembilan, serta Serat Jiwa milik Ron Pakansari Bogor di peringkat kesepuluh.

10 Besar Dewasa Bebas

  1. BobiBoss – H. Jamil JML – Depok
  2. Deep Sea – Akian – Jakarta
  3. Pesona Timur – Nunu Pesona – Depok
  4. Srikandi – Nunu Pesona – Depok
  5. Omega – Aji – Citra Dua
  6. Raja Dollar – H. Wahyu – Bekasi
  7. Cah Bumen – Yong BF – Bekasi
  8. Bilal – Soca BF – Jakarta
  9. Alien – Mr. Akang Nusa – Bogor
  10. Serat Jiwa – Ron Pakansari – Bogor

Kelas Dewasa Bebas kembali memperlihatkan bahwa ketika burung benar-benar bekerja, nama besar maupun reputasi sebelumnya harus diuji kembali di atas gantangan.

h jamil di posisi atas podium

PIYEK BEBAS: 108 PUPUT LAVANY BF SEMPAT TIGA ITEM, LALU TIDUR

Kelas Piyek Bebas menjadi salah satu kelas paling dramatis di Merdeka Cup 2026.

Sorotan tertuju kepada jawara baru nomor 108 milik Puput – Lavany BF.

Pada babak pertama, nomor 108 tampil luar biasa. Mengeluarkan amunisi suara secara maksimal, jawara baru tersebut sukses mengoleksi koncer 3 warna hitam dan sempat unggul telak.

Peluang untuk meraih juara pun terbuka lebar.

Namun, lomba perkutut belum selesai sebelum babak terakhir berakhir.

Pada babak berikutnya, nomor 108 justru tidur.

Performa yang pada babak pertama begitu meyakinkan tidak kembali muncul secara maksimal. Akibatnya, posisi yang sempat berada di jalur kemenangan harus merosot hingga peringkat ketiga.

Benar-benar menjadi penyesalan siang-malam bagi kubu Puput Lavany BF.

Sudah sempat menggebrak, sudah mengantongi koncer 3 warna hitam, tetapi akhirnya harus rela kehilangan peluang juara karena konsistensi tidak terjaga.

Inilah salah satu daya tarik lomba perkutut.

Satu babak bisa membuat pemilik tersenyum lebar, tetapi babak berikutnya bisa mengubah seluruh peta kejuaraan.

mas puput kanan koncer 3 item gagal podium 1

HANOMAN JUARA PIYEK bebas, BU ROSA MALAH MANDIIN PUTRANYA DI PODIUM

Kegagalan Kusuma Wijaya dimanfaatkan dengan baik oleh Hanoman, burung milik Bu Rosa dan suami, yang menelikung di babak akhir, dan rupanya kemenangan Hanoman menjadi salah satu cerita paling menarik di Merdeka Cup 2026.

Tampil sebagai yang terbaik di kelas Piyek Bebas, Hanoman berhasil membawa Bu Rosa merasakan kebahagiaan sebagai pemilik jawara. Setelah pengumuman juara, suasana podium berubah menjadi arena siram-siraman. Putra Bu Rosa yang sukses mewakili dan menerima trofi terbaik  akhirnya harus rela diguyur air kemasan.

Yang membuat suasana semakin lucu adalah aksi tersebut, yang justru dipicu oleh Bu Rosa sendiri, alias emaknya.

Kung mania yang menyaksikan kejadian itu kontan tertawa. Bahkan muncul celetukan:

“Biasanya kalau MANDIKAN anak di rumah, kok ini malah di podium?”

Kalimat tersebut langsung menjadi hiburan tersendiri.

Juara dapat trofi, putra dapat siraman, kung mania dapat hiburan!

podium pertama putra bu rosa mandi kemenangan

PIYEK HANGING: SANGAJI TERBANG PALING TINGGI

Di kelas Piyek Hanging, giliran Sangaji milik Muklasin dari Bekasi yang menjadi yang terbaik.

Sangaji berhasil merebut juara pertama, mengungguli Madangkura milik H. Awang Jakarta di posisi kedua dan Jimat milik Vermont BSD di peringkat ketiga.

15 Besar Piyek Hanging

  1. Sangaji – Muklasin – Bekasi
  2. Madangkura – H. Awang – Jakarta
  3. Jimat – Vermont – BSD
  4. Shiro – H. Feri – Bukit Tinggi
  5. Si Doel Anak Betawi – H. Afendi – Jakarta
  6. Sanjungan Jiwa – Oloy – Jakarta
  7. Joger – Gerung – Tangerang
  8. Tuan Takur – Ateng – Bekasi
  9. Hatta – Fauzen – Cibinong
  10. Gandrung – Guru – Kalisari
  11. Big Bos – Sendy Boxer – Ciledug
  12. Bandar Jakarta – Ismed-Nandang – Cibitung
  13. Goban Jr – H. Syaiful – Serang
  14. Bogem – Heri Lumantung – Bekasi
  15. Geboy – Eddy CRB – Curug

    AZIS SEMPRUL: PESERTA PULANG SENANG, ITU SUDAH KEBERHASILAN

    Sementara itu, Azis Semprul, salah satu sosok di balik pelaksanaan Merdeka Cup, mengaku bersyukur gelaran dapat berjalan sesuai harapan.

    Baginya, membuat lomba yang ramai, nyaman, tertib, dan tetap mengedepankan persaudaraan menjadi tujuan utama.

    “Alhamdulillah, Merdeka Cup bisa berjalan sesuai harapan. Kami dari panitia tentu berterima kasih kepada seluruh peserta, juri, joki, perawat, serta semua pihak yang sudah hadir dan mendukung. Target kami sederhana: membuat lomba yang nyaman, ramai, tertib, tetapi tetap mengutamakan persaudaraan. Kalau peserta pulang dengan senang dan membawa cerita, bagi kami itu sudah menjadi keberhasilan.”

    Azis juga menegaskan bahwa lomba perkutut bukan semata-mata tempat mencari juara.

    “Lomba ini bukan hanya tentang mencari juara. Kita ingin membuat kung mania bisa berkumpul, bersilaturahmi, dan menikmati hobi. Terima kasih kepada Selikur BF, seluruh pendukung, dan teman-teman kung mania Bekasi yang sudah membuat Merdeka Cup menjadi meriah. Semoga ke depan kita bisa membuat event yang lebih besar dan lebih ramai lagi.”

    azis semprul memang semprul

    satu pesan yang paling penting:

    “Juara boleh dikejar, koncer boleh diburu, tetapi jangan sampai lupa bahwa kebahagiaan, persaudaraan, dan kegembiraan di lapangan adalah kemenangan yang sebenarnya.”

    GoldenVoiceNews.com — Mengabarkan Perkutut, Menghidupkan Cerita di Balik Lapangan.

    pakan perkutut golden voice  membuat jagoan menjadi pede saat tarung di lapangan

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Related news