LPM Seri 6 Madura : Arung Binang Menang Lagi, Si kakek Camelia Unggul Jauh.

LIGA PERKUTUT MADURA (LPM) Seri 6 di Blega, Bangkalan, Minggu, 23 Agustus 2026, menghadirkan persaingan panas yang kembali menegaskan kuatnya atmosfer perkutut di Madura. Dari empat kelas yang dipertandingkan, nama Arung Binang paling mencuri perhatian setelah kembali berdiri di puncak kelas Dewasa Bebas.

Milik H. Sularno dan ditangani perawat Deny Sampang, Arung Binang mencatat 150 poin sekaligus mengunci kemenangan di kelas bergengsi tersebut. Bagi Arung Binang, kemenangan ini terasa semakin istimewa karena menjadi kali kedua dirinya berjaya di Madura.

Kemenangan tersebut bukan sekadar tambahan koleksi podium. Arung Binang menunjukkan konsistensi performa di tengah persaingan yang diikuti oleh jago-jago papan atas. Dengan penampilan yang mampu meyakinkan juri, Arung Binang sukses meninggalkan para pesaingnya dan membawa nama H. Sularno kembali menjadi sorotan di arena LPM.

Di belakang Arung Binang, Camelia tampil sebagai runner-up dengan 130 poin. Sang kakek memang belum berhasil menjadi yang terbaik, tetapi justru kembali menunjukkan nilai penting dalam persaingan Liga.

Tambahan 130 poin dari LPM Seri 6 membuat posisi Camelia di jalur perburuan poin liga semakin menarik. Artinya, meski belum mengangkat gelar juara seri, Camelia tetap mampu mengumpulkan modal berharga untuk menghadapi seri-seri berikutnya.

Posisi ketiga Dewasa Bebas ditempati oleh Senandung Rindu milik H. Handang/Semarang dengan 100 poin. Senandung Rindu menjadi pengganggu serius bagi dua nama teratas sekaligus melengkapi podium kelas paling bergengsi pada LPM Seri 6.

Piyik Bebas: Top Up Domisol Tak Terbendung

Kelas Piyik Bebas menghadirkan dominasi Top Up Domisol. Jagoan H. Wawan Domisol/Blega Bangkalan tersebut tampil sebagai pemenang dengan 150 poin.

Top Up Domisol berhasil mengungguli Kapten Srobot milik H. Dibyantoro/Probolinggo yang mengamankan posisi kedua dengan 130 poin. Sementara Dahila milik H. Amir/Talango Sumenep menempati peringkat ketiga dengan 100 poin.

Tiga besar ini memperlihatkan ketatnya persaingan lintas daerah. Blega Bangkalan tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga mampu menempatkan wakilnya di posisi teratas.

Piyik Yunior: Adi Putro Memimpin

Persaingan di Piyik Yunior juga berlangsung menarik. Adi Putro milik Heru NHD/Sumenep menjadi yang terbaik dengan raihan 150 poin.

Posisi kedua ditempati Alibaba milik Bintang Surya/Bluto Sumenep dengan 130 poin. Sementara Akar Bahar milik Didik/Sumenep berada di posisi ketiga dengan 100 poin.

Dominasi nama-nama dari Sumenep membuat kelas Piyik Yunior menjadi salah satu panggung menarik pada LPM Seri 6. Tiga besar sama-sama mampu mengumpulkan poin tinggi dan memperlihatkan persaingan yang belum selesai.

Piyik Hanging: Bencana Berada di Puncak

Kelas Piyik Hanging menghadirkan Bencana milik Samsul Arifin/Kedungdung sebagai juara. Bencana mengoleksi 150 poin dan berhasil mengamankan posisi teratas.

Palestine milik R. Indra Surya/Bangkalan menyusul di posisi kedua dengan 130 poin, sedangkan Samurai Biru milik M. Arifin Dharyanto/Omben berada di posisi ketiga dengan 100 poin.

Dengan komposisi tiga besar tersebut, kelas Piyik Hanging juga memberikan tambahan poin penting bagi para pemilik yang sedang membangun posisi di kompetisi LPM 2026.

LPM Seri 6, Bukan Sekadar Persaingan di Lapangan

LPM Seri 6 di Blega Bangkalan memiliki arti lebih besar karena menjadi momentum penting bagi keutuhan penyelenggara dan keanggotaan LPM 2026. Bangkalan kini secara resmi menjadi bagian dari pelaksanaan seri LPM 2026.

Ketua Dewan LPM, Abah Azis, menegaskan bahwa pelaksanaan LPM Seri 6 menjadi bukti semakin kuatnya kekompakan di tubuh LPM. Kekompakan tersebut, menurutnya, juga akan menjadi perhatian kung mania dari luar Madura.

Karena itu, seluruh elemen LPM memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga marwah yang selama ini melekat pada Madura sebagai salah satu barometer perkutut Indonesia.

Juri, panitia, pelaksana, hingga kung mania dan peserta diharapkan tetap berada dalam koridor kesepakatan yang telah dibangun bersama. Sebab kualitas sebuah liga bukan hanya ditentukan oleh siapa yang menjadi juara, tetapi juga oleh bagaimana seluruh proses perlombaan dijalankan dengan sportivitas dan rasa persaudaraan.

Dan di tengah pesan tersebut, kemenangan Arung Binang menjadi cerita paling mencolok dari LPM Seri 6. Untuk kedua kalinya berjaya di Madura, Arung Binang membuktikan bahwa namanya belum selesai berbicara.

Sementara Camelia juga belum mau kehilangan momentum. Sang kakek memang kali ini harus puas menjadi runner-up, tetapi tambahan 130 poin membuat perjalanannya di Liga semakin panas untuk dinantikan.

Tetap bersama www.goldenvoicenews.com untuk mengikuti kabar, hasil lomba, dan cerita menarik dari arena perkutut Indonesia.

Dan untuk menjaga performa jagoan tetap prima, jangan lupakan Pakan Perkutut Golden Voice Superman, bagian dari perjalanan kung mania dalam merawat jagoan-jagoan terbaiknya.

Golden Voice Superman — teman kung mania, dari arena hingga podium.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Related news