
RAYAKAn HUT Kemerdekaan RI ke-81 ternyata tidak selalu harus diisi dengan balap karung, makan kerupuk, tarik tambang, atau panjat pinang. Di Kediri, semangat Agustusan justru diramaikan dengan suara anggungan perkutut.
Suasananya sederhana, tetapi semangatnya luar biasa. Halaman markas SLK Bird Farm di Blabak, Kediri, Minggu, 23 Agustus 2026, berubah menjadi arena LatDinil SLK Bird Farm. Hanya satu blok gantangan yang dibuka, tetapi persaingan di atas gantangan tetap berlangsung serius dan meriah.
Bisa dibilang, ini adalah lomba perkutut versi “halaman rumah rasa arena nasional.” Tidak perlu lokasi luas. Tidak perlu puluhan blok. Yang penting ada burung, ada kawan-kawan Kung Mania, ada gantangan, dan tentu saja ada semangat untuk terus menjaga hobi perkutut tetap hidup.
Dari Halaman Rumah, Lahir Semangat Besar
Kegiatan ini digagas oleh Sholikan Kung Mania Kediri sebagai ajang berkumpul sekaligus memberikan semangat kepada para penghobi perkutut agar tetap eksis menekuni hobinya.
LatDinil SLK Bird Farm merupakan agenda perdana yang digelar di markas SLK Bird Farm. Konsepnya memang dibuat sederhana karena keterbatasan lokasi.
“Hari ini saya mengundang teman-teman untuk kumpul bareng sambil gantang burung di tempat saya, markas SLK Bird Farm Blabak Kediri, agar teman-teman tetap semangat menekuni hobi,” terang Sholikan.
Kelas yang dibuka hanya Piyik Hanging, khusus perkutut usia muda. Jumlahnya pun hanya satu blok.
“Lokasi terbatas dan hanya mampu menampung kelas Piyik Hanging dengan jumlah hanya satu blok saja,” sambung Sholikan.
Namun justru di sinilah menariknya. Jumlah blok boleh terbatas, tetapi rasa penasaran peserta untuk melihat siapa yang akan berdiri di podium tetap tidak terbatas.
Bukan Mengejar Banyaknya Blok, tetapi Menjaga Silaturahmi
Menurut Sholikan, kegiatan tersebut lebih mengutamakan kebersamaan. Ketika ada waktu kosong, daripada berlalu tanpa kegiatan, lebih baik dimanfaatkan untuk berkumpul dan menggantang perkutut.
Konsep tersebut sekaligus menjadi cara untuk menjaga agar Kung Mania tetap aktif.
Rencananya, LatDinil SLK Bird Farm tidak berhenti pada kegiatan perdana ini. Sholikan berencana menggelarnya secara rutin setiap tiga bulan dengan memanfaatkan waktu kosong sehingga tidak mengganggu agenda lomba lainnya.
“Rencana LatDinil SLK Bird Farm akan saya gelar setiap tiga bulan memakai waktu kosong sehingga tidak sampai mengganggu agenda lain,” ungkap Sholikan.
Artinya, dari satu blok di halaman markas, SLK Bird Farm mencoba membangun tradisi kecil yang diharapkan bisa terus berkembang.

Cuaca Panas Tidak Mengendurkan Persaingan
Meski digelar dalam suasana santai, persaingan di lapangan tetap terasa. Cuaca yang cukup menyengat menjadi tantangan tersendiri bagi orbitan yang berada di atas gantangan.
Empat babak penjurian berlangsung lancar hingga akhirnya jajaran juara ditentukan.
Hasilnya, Bintang Kediri milik Sholikan Kediri, produk SLK, yang digantang pada nomor 01, berhasil keluar sebagai juara pertama.
Posisi runner-up ditempati Bolodewo, andalan Mbah Kamal Udan Awu, produk Raffi, yang bertarung dari nomor gantangan 21.
Sementara podium ketiga menjadi milik Yakuza, orbitan Galih Nusantoro Tulungagung, ternakan GNP, dari nomor gantangan 07.
Bintang Kediri: Tuan Rumah Tidak Mau Hanya Jadi Penonton
Kemenangan Bintang Kediri menjadi cerita paling menarik dari LatDinil perdana ini.
Bintang Kediri bukan hanya tampil sebagai peserta dari tuan rumah. Burung bernomor gantangan 01 tersebut sekaligus menjadi amunisi Sholikan dan produk SLK Bird Farm.
Di tengah suasana lomba yang dibangun untuk silaturahmi dan menjaga semangat Kung Mania, Bintang Kediri justru tampil paling depan dan mengamankan podium utama.
Kemenangan ini membuat agenda perdana SLK Bird Farm terasa semakin lengkap. Tuan rumah menggelar acara; tuan rumah pula yang membawa pulang gelar juara pertama.
Bolodewo: Mbah Kamal Mengunci Posisi Kedua
Di posisi kedua ada Bolodewo, andalan Mbah Kamal Udan Awu dengan produk Raffi.
Digantang pada nomor 21, Bolodewo mampu bertahan di barisan teratas hingga penentuan akhir.
Posisi runner-up menjadi hasil penting dalam persaingan satu blok tersebut. Bolodewo membuktikan bahwa meski arealnya sederhana, pertarungan untuk mendapatkan podium tetap berlangsung ketat.

Yakuza: GNP Tembus Tiga Besar
Podium ketiga ditempati Yakuza, orbitan Galih Nusantoro dari Tulungagung, ternakan GNP.
Yakuza tampil dari nomor gantangan 07 dan berhasil mengamankan posisi tiga besar.
Bagi Galih Nusantoro, hasil tersebut menjadi penutup persaingan yang manis. Yakuza berhasil membawa nama GNP masuk dalam jajaran tiga besar pada gelaran perdana LatDinil SLK Bird Farm.
Podium 15 Besar Piyik Hanging
Selain tiga besar, daftar hasil LatDinil SLK Bird Farm juga diisi oleh sejumlah peserta lainnya.
- Bintang Kediri — Sholikan, Kediri — SLK
- Bolodewo — Mbah Kamal, Udan Awu — Raffi
- Yakuza — Galih Nusantara, Tulungagung — GNP
- Apolo — Andy Hajar, Gorontalo — NN 99
- Alfaraught — APM Sokhib, Tulungagung — Nalendro
- Cantik — Bukhori, Blitar — Raffi
- Merdeka — P. Guru, Kediri — GR 22
- Den Bagus — Imam Themin, Blitar — Aditya
- AGS Jaya — AGS BF, Kediri — AGS
- Cucurela — Faizal, Kediri — NN 99
- Murni — Benita, Sumenep — SLK
- Roni Jaya — Syahroni, Blitar — SLK
- Carlos — Faizal, Kediri — NN 99
- Angin Surga — APM, Tulungagung — APM BF
- Merdeka 2 — Abu Samsun, Kediri
Deretan nama tersebut menunjukkan bahwa meski hanya satu blok yang dibuka, peserta tetap datang dengan membawa amunisi terbaik masing-masing.
Agustusan Versi Kung Mania
Ada sesuatu yang menarik dari LatDinil SLK Bird Farm.
Jika di banyak lingkungan masyarakat Agustus identik dengan lomba balap karung, makan kerupuk, tarik tambang, dan panjat pinang, Kung Mania Kediri memilih cara berbeda untuk merayakan semangat kemerdekaan.
Gantangan menjadi arena perlombaan.
Perkutut menjadi bintangnya.
Dan halaman markas SLK Bird Farm menjadi tempat berkumpulnya para penghobi.
Tidak harus megah. Tidak harus banyak kelas. Bahkan satu blok pun cukup untuk membuat suasana menjadi hidup ketika para penghobi datang dengan semangat yang sama.
Inilah kekuatan sebuah hobi. Ketika ada kemauan untuk berkumpul, halaman rumah pun bisa berubah menjadi arena yang penuh cerita.
Jangan Putus dengan Berita Perkutut
Buat seluruh Kung Mania, jangan sampai setelah turun dari gantangan kemudian putus hubungan dengan dunia perkutut.
Selalu colek dan pantengin www.goldenvoicenews.com untuk mengikuti kabar lomba, cerita para jawara, perkembangan komunitas, hasil kejuaraan, serta berbagai informasi menarik seputar dunia perkutut.
Hobi akan semakin seru kalau bukan hanya burungnya yang rajin bunyi, tetapi pemiliknya juga rajin mencari informasi.
Dan kalau bicara soal amunisi harian, tentu jangan lupa Pakan Perkutut Golden Voice Superman.
Biar perkutut tetap punya perhatian terbaik dari pemiliknya, Kung Mania juga bisa menjadikan Golden Voice Superman sebagai salah satu pilihan pakan dalam perawatan burung.
Jadi rumusnya sederhana:
Burung dirawat, pakan diperhatikan, gantungan didatangi, berita perkutut jangan ketinggalan!
Kalau sudah begitu, Kung Mania bukan cuma ikut meramaikan lomba, tetapi juga ikut menjaga denyut hobi perkutut agar terus hidup dan berkembang.
Agenda Perdana, Harapan Panjang
LatDinil SLK Bird Farm memang baru langkah pertama. Namun, Sholikan sudah menyiapkan rencana agar kegiatan tersebut bisa berlanjut setiap tiga bulan.
Harapannya sederhana, tetapi penting: Kung Mania tetap eksis, tetap berkumpul, tetap berkomunikasi, dan terus menekuni hobi perkutut.
Sebab pada akhirnya, kemenangan di podium hanyalah salah satu bagian dari sebuah kegiatan. Ada hal yang tidak kalah penting, yaitu silaturahmi dan semangat menjaga hobi agar tidak berhenti.
Dari Blabak Kediri, pesannya jelas: gantangan boleh cuma satu blok, tetapi semangat Kung Mania jangan sampai ikut dibatasi.
Sholikan pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan panitia yang telah memberikan dukungan serta hadir dalam kegiatan tersebut. Ia juga memohon maaf apabila selama pelaksanaan acara terdapat hal-hal yang kurang berkenan.
LatDinil perdana selesai. Bintang Kediri membawa pulang podium utama. Tetapi cerita yang lebih besar justru baru dimulai. DATA MEDSOS MEDIA ONLINE
Tiga bulan lagi, halaman SLK Bird Farm diharapkan kembali ramai oleh suara perkutut, canda Kung Mania, persaingan di gantangan, dan tentu saja semangat menjaga hobi tetap menyala.
Salam Kung Mania! Pantengin GoldenVoiceNews.com, dan jangan lupa Golden Voice Superman!




