LIGA HANGING SERI 6 menjadi ajang unjuk gigi Ring Grand Master Surabaya, Dua amunisi dari ternakan Grand sukses menguasai podium teratas Kelas Piyik Hanging pada Minggu, 23 Agustus 2026, di Lapangan Pengcam Sambikerep, Jalan Bringin, Surabaya.
Star Bomba milik H. Suci K’Ros BF Surabaya menjadi juara pertama. Sementara Astro Boy andalan H. Zainal Krian Sidoarjo mengamankan posisi kedua. Keduanya sama-sama tercatat menggunakan ternakan Grand.
Hasil tersebut tentu menjadi kabar menggembirakan bagi Koh TiekGwan, peternak yang berada di balik ternakan Grand. Performa dua burung yang langsung mengisi podium 1 dan 2 membuatnya senang karena hasil ternakannya mulai kembali menemukan jalur juara.
Harapannya pun tidak tanggung-tanggung. Koh Tiek Gwan berharap performa ternakan Grand kembali mendekati era keemasan Terajana, ketika nama tersebut menjadi salah satu kekuatan yang diperhitungkan di arena konkurs perkutut.
Kalau sudah begini, istilahnya bukan lagi sekadar “mulai panas”. Kompor juara sudah menyala, dan Grand kembali menunjukkan asapnya di papan kejuaraan.

Liga Hanging Surabaya #6 Berlangsung Panas
Liga Hanging Surabaya #6 digelar dalam kondisi cuaca yang cukup menyengat. Panas matahari terasa sejak lomba berlangsung, tetapi temperatur persaingan di lapangan tidak kalah panas.
Dua kelas yang dilombakan, yakni Piyik Bebas dan Piyik Hanging, dipenuhi peserta. Kondisi tersebut membuat jalannya penjurian berlangsung ketat. Setiap burung berusaha menunjukkan kualitas suara terbaiknya ketika berada di atas kerekan.
Ketua Pelaksana, Benny Mintarso, memberikan briefing khusus kepada juri sebelum babak pertama dimulai. Ia menegaskan pentingnya juri bekerja sesuai aturan dan kewenangan yang telah ditetapkan.
Benny, yang juga Ketua Bidang Penjurian Pengwil Jawa Timur, mengingatkan juri agar tidak gegabah ketika memberikan penilaian. Menurutnya, peserta bukan hanya memperhatikan burung miliknya sendiri, tetapi juga ikut memantau burung peserta lainnya.
Karena itu, ketelitian menjadi kunci. Salah memberikan penilaian bisa berdampak besar terhadap hasil akhir lomba.
Setelah briefing selesai, para juri menempati titik masing-masing. Peluit pun berbunyi. Babak pertama dimulai dan suara perkutut langsung memenuhi arena.
Star Bomba dan Astro Boy Bikin Ring Grand Jadi Sorotan
Kelas Piyik Hanging menjadi panggung utama bagi ternakan Grand.
Star Bomba, milik H. Suci K’Ros BF Surabaya, tampil sebagai juara pertama dengan nomor gantangan 21.
Posisi kedua ditempati Astro Boy, milik H. Zainal Krian Sidoarjo, yang dikerek pada nomor 26.
Dua posisi teratas tersebut membuat ternakan Grand menjadi salah satu sorotan paling kuat dalam persaingan Kelas Piyik Hanging Liga Hanging Surabaya #6.
Sementara itu, posisi ketiga ditempati Ontorejo, orbitan Sabiudin Surabaya dengan ternakan Aulia, pada nomor gantangan 31.
Hasil tiga besar tersebut memperlihatkan persaingan yang cukup berwarna. Grand menguasai dua posisi teratas, sedangkan Aulia menyelip di podium ketiga.
Buat para penggemar perkutut, situasi seperti ini tentu menarik. Sebab papan kejuaraan bukan tempat untuk sekadar numpang nama. Burung harus benar-benar mampu bekerja ketika peluit berbunyi.
Bintang Krian Menang Telak di Piyik Bebas
Persaingan di Kelas Piyik Bebas juga tidak kalah menarik.
Bintang Krian, amunisi H. A. Toha Krian Sidoarjo dengan ring BLGM, berhasil merebut podium pertama. Burung bernomor gantangan 04 tersebut menjadi juara setelah melewati rangkaian penjurian.
Posisi kedua ditempati Jelita, andalan Agustardi dari Tanjung Pinang dengan ring Fajar, yang dikerek pada nomor 35.
Sementara AW Spektrum milik Awong Surabaya dengan ring AW menempati posisi ketiga melalui nomor gantangan 46.
Di belakang tiga besar, Rama Dhipa milik H. Suci K’Ros BF berada di posisi keempat. Mutiara Timur milik Nunu/Toro Jakarta menempati posisi kelima.
Persaingan ini menunjukkan bahwa setiap kelas memiliki cerita sendiri. Ada yang datang membawa nama besar, ada yang mengejar kejutan, dan ada pula yang pulang membawa pekerjaan rumah untuk lomba berikutnya.
Juri Dituntut Teliti, Cek Ring Jadi Bagian Penting
Setelah rangkaian penjurian selesai, dilakukan cek ring. Proses tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan data burung yang masuk dalam daftar kejuaraan sesuai dengan hasil di lapangan.
Empat babak penjurian berjalan sesuai harapan panitia. Peserta di pinggir lapangan terus memberikan dukungan kepada orbitannya.
Teriakan dan sorakan sesekali pecah ketika burung mengeluarkan suara terbaiknya. Suasana seperti inilah yang membuat lomba perkutut tidak pernah benar-benar sepi dari drama.
Di arena, burung yang berkicau menjadi pusat perhatian. Di pinggir lapangan, pemiliknya kadang sudah seperti komentator final Piala Dunia—bedanya, yang ditunggu bukan gol, tetapi suara kung yang bisa mengubah posisi di papan kejuaraan.
Grand Mulai Mengirim Sinyal Bahaya
Podium 1 dan 2 Kelas Piyik Hanging melalui Star Bomba dan Astro Boy menjadi sinyal menarik bagi perkembangan ternakan Grand.
Koh Tiek Gwan tentu punya alasan untuk tersenyum. Dua produknya mampu berdiri berdampingan di dua posisi tertinggi dalam satu kelas.
Namun, satu kemenangan belum cukup untuk menyebut bahwa sebuah era telah kembali. Jalan menuju kejayaan tetap membutuhkan konsistensi, kerja keras, dan pembuktian dari satu lomba ke lomba berikutnya.
Yang jelas, di Liga Hanging Surabaya #6, Grand sudah mengetuk pintu podium dengan keras.
Kalau tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin nama Grand kembali menjadi bahan pembicaraan hangat di kalangan kung mania.
Dan kalau benar-benar kembali seperti era keemasan Terajana?
Nah, itu baru cerita yang bisa membuat papan kejuaraan mulai bergetar.
Hasil 3 Besar Liga Hanging Surabaya #6:
Piyik Bebas
- Bintang Krian – H.A. Toha, Krian Sidoarjo – Ring BLGM – Gantangan 04
- Jelita – Agustardi, Tanjung Pinang – Ring Fajar – Gantangan 35
- AW Spektrum – Awong, Surabaya – Ring AW – Gantangan 46
Piyik Hanging
- Star Bomba – H. Suci K’Ros BF, Surabaya – Ternakan Grand – Gantangan 21
- Astro Boy – H. Zainal, Krian Sidoarjo – Ternakan Grand – Gantangan 26
- Ontorejo – Sabiudin, Surabaya – Ternakan Aulia – Gantangan 31
Panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang telah mendukung pelaksanaan Liga Hanging Surabaya #6. Permintaan maaf juga disampaikan apabila selama kegiatan terdapat kekurangan. data medsos media online
Bagi kung mania, satu hal sudah pasti: Liga Hanging Surabaya #6 selesai, tetapi drama perebutan podium belum tentu ikut selesai. NANTIKAN BERITA SERI BERKUTNYA DI web site idola kung maniadan pastikan pakanya pakan perkutut golden voice agar ikut naik podium seperti yang lainya





