BREWOK PEMANASAN di Liga Hanging Surabaya 5, turunya brewok sekaligus membuktikan bahwa liga hanging ini adalah salah satu arena paling bergengsi di Jawa Timur. Digelar Minggu, 19 Juli 2026, di Lapangan Pengcam Sambikerep, Jalan Bringin Indah Surabaya, ajang ini kembali dipadati kung mania. Tiket ludes, peserta membludak, bahkan banyak yang harus pulang karena kehabisan tempat.
Sorotan utama kali ini mengarah kepada Brewok, amunisi milik Mr. Cokro Hindoyo dari Carpenter BF Lombok. Burung yang sengaja diturunkan untuk tes setelan menjelang Singosari Cup LPI Seri 6 Malang itu justru tampil menggila dan sukses mengamankan podium tertinggi di Kelas Piyik Bebas.
Brewok Tes Mesin, Lawan Malah Kena Asap!
Kelas Piyik Bebas hanya menyediakan satu blok kerekan, sedangkan Piyik Hanging dibuka dengan dua blok gantangan. Meski kuota terbatas, seluruh tiket habis terjual jauh sebelum lomba dimulai.
“Lapangan kami memang hanya mampu menampung satu blok kerekan dan dua blok gantangan. Kalau dipaksakan menambah, sudah tidak memungkinkan,” jelas Sabiudin, Ketua Pengcam Sambikerep.
Menurutnya, antusiasme kung mania selalu luar biasa pada setiap putaran Liga Hanging Surabaya.
“Alhamdulillah, dukungan teman-teman selalu maksimal. Blok yang kami siapkan selalu penuh. Kami juga mohon maaf kepada peserta yang belum sempat mendapatkan tiket.”

Cuaca Panas, Brewok Makin Panas
Empat babak penjurian berlangsung lancar di bawah cuaca Surabaya yang cukup terik. Setelah seluruh penilaian selesai dan dilakukan pengecekan ring, meski Brewok pemanasan, akhirnya produk Jupiter yang berada di kerekan nomor 04Â dinobatkan sebagai Juara 1 Kelas Piyik Bebas.
Posisi kedua diraih Bintang Krian, andalan H. A. Toha dari Krian, Sidoarjo, produk BLGM, di kerekan nomor 35.
Sementara posisi ketiga ditempati Zubeir bin Awwam, orbitan Bambang S Surabaya, ring Al Kabiir, yang tampil di kerekan nomor 13.
Di Kelas Piyik Hanging, Star Bomba milik K’ros BF/H. Suci Surabaya, produk Grand, tampil paling konsisten dan meraih juara pertama dari gantangan nomor 18.
Runner-up menjadi milik Selat Hormuz, andalan H. Mattasan Surabaya, ternakan MTN, dari gantangan nomor 74. Sedangkan posisi ketiga ditempati Nuansa Indah, orbitan H. Ling Singapore, ring Fiar, dari gantangan nomor 80.
Modal Berharga Menuju LPI Malang
Kemenangan Brewok menjadi bekal penting bagi Carpenter BF Lombok menjelang Singosari Cup LPI Seri 6 Malang. Meski turun hanya untuk menguji setelan, hasil yang diraih justru melampaui ekspektasi tim.
Gus Yogi, yang setia mengawal Brewok di arena, mengaku puas dengan perkembangan performa sang jagoan meski masih menyisakan ruang untuk penyempurnaan.
“Alhamdulillah kami senang dengan penampilan Brewok kali ini. Memang kalau dibandingkan saat tampil di Jombang, performanya belum MAKSIMAL waktu itu. Tapi aura juaranya sudah mulai kelihatan lagi. Tes setelan kali ini memberikan hasil yang positif dan menjadi bekal yang bagus sebelum tampil di Singosari Cup LPI Seri 6 Malang. Mudah-mudahan nanti Brewok bisa tampil lebih stabil, lebih matang, dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya,” ujar Gus Yogi.
Hal senada disampaikan Mr. Cokro Hindoyo, owner Carpenter BF Lombok. Menurutnya, kemenangan ini menjadi sinyal positif karena Brewok kembali menunjukkan konsistensi di level regional.
“Alhamdulillah kami bersyukur Brewok kembali meraih kemenangan. Ini merupakan gelar regional kedua yang berhasil diraih Brewok dan tentu menjadi penyemangat bagi seluruh tim. Semoga performanya terus meningkat, setelannya semakin sempurna, dan saat tampil di Singosari Cup LPI Seri 6 Malang nanti Brewok bisa tampil lebih maksimal serta kembali memberikan hasil terbaik,” ungkap Mr. Cokro.
Liga Hanging Surabaya #5 juga dihadiri sejumlah tokoh dan kung mania, di antaranya H. A. Toha, H. Atro, Tiek Gwan Grand, Â Hariyanto RPM, H. Ribut, Â serta penghobi perkutut dari berbagai daerah.
Dengan peserta yang selalu membludak dan persaingan yang semakin ketat, Liga Hanging Surabaya kembali membuktikan statusnya sebagai salah satu barometer lomba perkutut di Jawa Timur. Kini perhatian kung mania mulai tertuju ke Singosari Cup LPI Seri 6 Malang, tempat Brewok akan kembali membuktikan apakah aura juaranya benar-benar telah kembali.
Brewok dan Star Bomba Bersinar, Persaingan Juara Liga Hanging Surabaya Berlangsung Sengit
SURABAYA – Lapangan Pengcam Sambikerep, Surabaya, menjadi saksi ketatnya persaingan Juara Liga Hanging Surabaya Bersama Pengcam Sambikerep yang digelar pada Minggu, 19 Juli 2026. Puluhan peserta dari berbagai daerah bahkan luar negeri memadati arena untuk memburu gelar juara di kelas Piyik Bebas dan Piyik Hanging.
Sejak penilaian dimulai, atmosfer lomba terasa hidup. Para peserta terus mengamati jalannya penilaian dengan penuh konsentrasi, sementara rekan satu tim dan penonton memberikan dukungan dari luar arena. Persaingan berlangsung ketat karena hampir setiap burung yang masuk nominasi mampu menampilkan kualitas terbaiknya.
Di Kelas Piyik Bebas, perhatian akhirnya tertuju kepada Brewok, gaco milik Cokro Hindoyo dari Lombok. Brewok mampu mempertahankan penampilan yang stabil sepanjang proses penilaian. Konsistensi tersebut membuatnya berhasil mengungguli para pesaing dan mengamankan podium tertinggi.
Kemenangan Brewok bukan diraih dengan mudah. Bintang Krian milik H.A. Toha dari Krian, Sidoarjo, terus memberikan tekanan hingga akhir penilaian. Performa yang rapi membuat Bintang Krian sukses mengamankan posisi runner-up. Sementara itu, wakil Surabaya, Zubeir bin Awwam, milik Bambang S, juga tampil impresif dan menutup perlombaan di posisi ketiga setelah mampu menjaga performanya di tengah persaingan yang sangat kompetitif.
Tak kalah menarik, Kelas Piyik Hanging menyajikan duel sengit antarburung unggulan. Sejak awal penilaian, beberapa peserta silih berganti masuk dalam persaingan papan atas sehingga membuat jalannya lomba semakin menarik untuk disaksikan.
Pada akhirnya, Star Bomba milik K’Ros BF/H. Suci dari Surabaya tampil sebagai burung paling konsisten. Dengan raihan 150 poin, Star Bomba sukses mengunci gelar juara pertama setelah menunjukkan performa yang stabil sepanjang jalannya perlombaan.
Posisi kedua ditempati Selat Hormuz milik H. Mattasan dari Surabaya yang mengumpulkan 125 poin. Meski belum mampu mengejar perolehan poin sang juara, Selat Hormuz tetap memperlihatkan kualitas yang membuatnya layak berdiri di podium.
Persaingan tiga besar ditutup oleh Nuansa Indah milik H. Ling dari Singapore. Burung ini menjadi salah satu peserta yang mencuri perhatian dengan penampilan yang kompetitif hingga mengoleksi 100 poin, sekaligus membuktikan bahwa persaingan di Liga Hanging Surabaya juga menarik minat peserta dari luar Indonesia.
Hasil lomba ini kembali menunjukkan tingginya kualitas burung yang tampil di Pengcam Sambikerep. Baik di kelas Piyik Bebas maupun Piyik Hanging, persaingan berlangsung terbuka hingga akhir penilaian. Brewok dan Star Bomba berhasil memanfaatkan momentum dengan menjaga konsistensi penampilan sehingga layak menyandang gelar juara pada gelaran Liga Hanging Surabaya edisi 19 Juli 2026.

Tiga Besar Kelas Piyik Bebas
- Brewok – Cokro Hindoyo (Lombok) – Ring Jupiter
- Bintang Krian – H.A. Toha (Krian Sidoarjo) – Ring BLGM
- Zubeir Bin Awwam – Bambang S (Surabaya) – Ring Al Kabiir
Tiga Besar Kelas Piyik Hanging
- Star Bomba – K’Ros BF/H. Suci (Surabaya) – Ring Grand – 150 poin
- Selat Hormuz – H. Mattasan (Surabaya) – Ring MTN – 125 poin
- Nuansa Indah – H. Ling (Singapore) – Ring Fiar – 100 poin
data sumber medsos media online , tetap selalu bersama web site idola kung mania dan pakan perkutut golden voicepakan perkututnya kung mania indonesia.




