
SOLO – G
Arena Lomba Seni Suara Alam Burung Derkuku Liga Pedes Putaran 1 di Solo, Minggu, 9 Agustus 2026, berlangsung meriah. Tiga kelas yang dipertandingkan—Dewasa Senior, Dewasa Junior, dan Pemula—melahirkan para juara dengan cerita masing-masing.
Gelaran PPDSI Pengcab Sukoharjo ini bukan sekadar ajang perebutan podium. Liga Pedes juga menjadi ruang bertemunya para derkuku mania, menguji kualitas jagoan, sekaligus menjaga gairah lomba derkuku agar terus menyala.
Dan dari tiga kelas yang dipertandingkan, muncul tiga nama yang paling mencuri perhatian: Sang Gladiator, Cakrawala, dan Rengganis.
SANG GLADIATOR TAK TERBENDUNG DI DEWASA SENIOR
Kelas Dewasa Senior menjadi panggung milik Sang Gladiator. Jagoan milik Daud Toni, Solo, tersebut berhasil berdiri paling tinggi setelah mengoleksi 59 GT dengan kode ring SNORD 117.
Sang Gladiator tampil sebagai pemimpin klasemen, mengungguli Setiaki milik Sunaryanto yang harus puas di posisi kedua dengan 57 GT.
Sementara itu, Cleopatra milik Wagiman mengamankan posisi ketiga dengan 58 GT.
Posisi keempat ditempati Anoman milik Pak Tani dengan 63 GT, sedangkan Wayang milik King Kevin melengkapi lima besar dengan 68 GT.
Lima Besar Dewasa Senior
- Sang Gladiator – Daud Toni, Solo – 59 GT
- Setiaki – Sunaryanto, Solo – 57 GT
- Cleopatra – Wagiman, Solo – 58 GT
- Anoman – Pak Tani, Solo – 63 GT
- Wayang – King Kevin, Solo – 68 GT
Peringkat 6 sampai 10 diisi oleh Mahesa Jenar, Gardan, Ganesha, Kuda Liar, dan Zorro.
Kemenangan ini membuat nama Sang Gladiator menjadi salah satu sorotan utama dari Liga Pedes Putaran 1. Daud Toni pun sukses membawa jagoannya menjadi raja di kelas paling senior.
CAKRAWALA MENGUDARA DI DEWASA JUNIOR
Jika Dewasa Senior menjadi milik Sang Gladiator, maka Cakrawala tampil sebagai bintang utama di kelas Dewasa Junior.
Jagoan milik Dorrick BF, Solo Baru, tersebut tampil sebagai juara pertama dengan 34 GT dan kode ring PN 873.
Cakrawala berhasil meninggalkan para pesaingnya dan membawa nama Dorrick BF ke puncak podium.
Posisi kedua ditempati Sang Timur milik Sadewa BF, Solo, dengan 52 GT dan kode ring 3GB 18.
Sementara Mami PAPI milik Daud Toni, Solo, berada di posisi ketiga dengan 51 GT dan kode ring SWORO.
Posisi keempat menjadi milik Muda Ganesha milik Lilik dari Purworejo dengan 50 GT, sedangkan Srikandai milik Wawan dari Solo Baru menempati posisi kelima dengan 48 GT.
Lima Besar Dewasa Junior
- Cakrawala – Dorrick BF, Solo Baru – 34 GT
- Sang Timur – Sadewa BF, Solo – 52 GT
- Mami PAPI – Daud Toni, Solo – 51 GT
- Muda Ganesha – Lilik, Purworejo – 50 GT
- Srikandai – Wawan, Solo Baru – 48 GT
Menariknya, Daud Toni tidak hanya berjaya melalui Sang Gladiator di kelas dewasa senior. Namanya kembali muncul di papan atas melalui Mami PAPI yang sukses mengamankan posisi ketiga Dewasa Junior.
Artinya, satu nama berhasil menempatkan dua jagoannya di dua kelas berbeda. Bukan sekadar datang, tetapi langsung meninggalkan jejak di papan kejuaraan.

RENGGANIS BIKIN KELAS PEMULA TAK BERKUTIK
Persaingan di kelas Pemula juga tidak kalah menarik.
Rengganis milik Top-X, Boyolali, tampil sebagai jawara dengan raihan 27 GT dan kode ring PN 852.
Rengganis berhasil mengungguli Adinda milik JAT dari Solo yang berada di posisi kedua dengan 29 GT.
Sementara Nawa Tirta milik Lilik dari Purworejo menempati posisi ketiga dengan 22 GT.
Posisi keempat ditempati Slamet milik Andang, Solo Baru, dengan 20 GT. Lima besar ditutup Tentara Langit milik H. Nur Ali dari Sukoharjo dengan 1 GT.
Lima Besar Pemula
- Rengganis – Top-X, Boyolali – 27 GT
- Adinda – JAT, Solo – 29 GT
- Nawa Tirta – Lilik, Purworejo – 22 GT
- Slamet – Andang, Solo Baru – 20 GT
- Tentara Langit – H. Nur Ali, Sukoharjo – 1 GT
Di posisi berikutnya ada Mahesa, Galang, Putra Wonogiri, Kangman, dan Mangga.
Rengganis pun menjadi nama yang paling menonjol di kelas Pemula. Top-X Boyolali sukses membawa jagoannya menguasai persaingan.
WIWID HADIR MENGAWAL SWORD, BUKAN SEKADAR MENONTON
Di balik persaingan di atas papan kejuaraan, kehadiran Wiwid ikut memberikan warna tersendiri.
Wiwid dikenal sebagai salah satu perumus nasional Konkurs Perkutut. Meski saat ini sedang non-job dari LPI Singosari, dirinya tetap menunjukkan kepedulian terhadap dunia perlombaan burung.
Kedatangannya ke Liga Pedes Putaran 1 bukan sekadar untuk melihat jalannya lomba. Wiwid hadir untuk mengawal jagoannya, Sword.
Kehadiran Sword menjadi bagian dari cerita tersendiri di tengah atmosfer Liga Pedes yang sedang berusaha membangun kembali gairah kompetisi derkuku.
Bagi Wiwid, keberadaan event seperti Liga Pedes mempunyai arti penting. Semakin banyak lomba digelar, semakin banyak pula ruang bagi para pemain untuk membawa jagoannya turun, menguji kualitas, menambah pengalaman, sekaligus mempererat silaturahmi.
WIWID BERHARAP GAIRAH DERKUKU MANIA NUSANTARA KEMBALI MEMBARA
Wiwid berharap Liga Pedes mampu membangkitkan gairah berlomba derkuku mania Nusantara.
Harapan tersebut menjadi pesan penting di tengah upaya menjaga keberlangsungan kompetisi derkuku.
Sebab dunia lomba tidak akan hidup tanpa lapangan yang ramai. Tidak akan menarik tanpa pemain yang berani menurunkan jagoannya. Dan tidak akan berkembang tanpa adanya event yang terus berjalan.
Karena itu, Liga Pedes diharapkan bukan hanya menjadi lomba satu putaran, tetapi juga mampu berkembang menjadi salah satu event yang ikut mendorong kebangkitan dunia derkuku.
Wiwid datang mengawal Sword, tetapi harapannya bukan hanya tentang Sword. Harapannya adalah lapangan derkuku kembali ramai, para pemain kembali bergairah, dan kompetisi derkuku Nusantara semakin hidup.
TIGA JUARA, TIGA CERITA
Liga Pedes Putaran 1 akhirnya melahirkan tiga juara dari tiga kelas berbeda.
Sang Gladiator milik Daud Toni menjadi penguasa Dewasa Senior.
Cakrawala milik Dorrick BF tampil sebagai jawara Dewasa Junior.
Sedangkan Rengganis milik Top-X Boyolali sukses memimpin kelas Pemula.
Di belakang mereka, nama-nama seperti Setiaki, Cleopatra, Sang Timur, Mami PAPI, Muda Ganesha, Adinda, dan Nawa Tirta ikut mewarnai persaingan.
Yang menarik, Daud Toni menjadi salah satu sosok yang patut diperhatikan karena berhasil menempatkan Sang Gladiator sebagai juara Dewasa Senior sekaligus Mami PAPI di posisi ketiga Dewasa Junior.
LIGA PEDES PUTARAN 1: AWAL YANG MENJANJIKAN
Liga Pedes Putaran 1 telah memberikan satu pesan penting: gairah lomba derkuku masih ada dan layak terus dinyalakan.
Solo menjadi titik temu para pemain dari berbagai daerah. Ada yang pulang membawa piala, ada yang membawa pengalaman, dan ada pula yang pulang membawa pekerjaan rumah untuk mempersiapkan jagoannya menghadapi lomba berikutnya.
Namun semuanya memiliki satu tujuan yang sama: menjaga derkuku tetap bernyanyi dan dunia lombanya tetap hidup.
Jika semangat seperti ini terus dijaga, bukan tidak mungkin Liga Pedes akan menjadi salah satu panggung yang semakin diperhitungkan dalam perjalanan kompetisi derkuku.
Selamat kepada seluruh pemenang, peserta, panitia, juri, dan seluruh derkuku mania yang telah menyukseskan Lomba Seni Suara Alam Burung Derkuku Liga Pedes Putaran 1.
Terus junjung sportivitas, ramaikan lapangan, dan lestarikan suara alam burung derkuku!
Sementara Wiwid dan Sword hadir membawa pesan yang lebih besar: semoga Liga Pedes mampu menjadi salah satu pemantik bangkitnya gairah berlomba derkuku mania Nusantara.
Sebab ketika lapangan kembali ramai, pemain kembali bersemangat, dan jagoan-jagoan terbaik kembali turun, dunia derkuku Indonesia akan semakin hidup.
Liga Pedes mungkin baru membuka Putaran 1. Tetapi jika gairahnya terus membesar, bukan tidak mungkin cerita Liga Pedes akan semakin panjang dan semakin diperhitungkan.
Selamat kepada seluruh pemenang, peserta, panitia, juri, dan seluruh derkuku mania yang ikut menyukseskan Lomba Seni Suara Alam Burung Derkuku – Liga Pedes Putaran 1.
Terus junjung sportivitas. Terus ramaikan lapangan. Terus lestarikan suara alam burung derkuku!
SALAM LESTARI, SALAM DERKUKU! 🕊️🇮🇩




