
Azis Dsemprul namnya semakin akrab di kalangan kung mania, khususnya wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Sosok yang kini dikenal melalui Lapak Semprul, asesoris dan pakan perkutut ini ternyata memiliki perjalanan yang cukup unik sebelum aktif di dunia perkutut.
Dahulu Azis dikenal sebagai penggemar touring bersama komunitas motor. Semangat menjelajahnya terbilang luar biasa. Ia bahkan pernah berkisah, sejauh apa pun tujuannya, termasuk sampai Sabang, akan disambangi jika ada kesempatan.
Menariknya, touring bagi Azis bukan sekadar perjalanan menghabiskan bensin. Di sela-sela aktivitas tersebut, ia juga berjualan kaos klub motor untuk membantu membiayai kebutuhan perjalanan dan akomodasi.
Kebiasaan bergerak, bertemu banyak orang, sekaligus mencari peluang itulah yang seolah terbawa hingga dirinya masuk ke dunia perkutut.
Kini motornya memang masih sering bergerak, tetapi tujuannya bukan lagi sekadar touring tapi berubah ke Arena konkurs, lapangan lomba, dan komunitas kung mania menjadi tempat yang rutin disambanginya.
Dari Lapak Asesoris hingga Dapur Event
Nama Azis Dsemprul tidak hanya identik dengan penjualan asesoris dan pakan perkutut. Belakangan, kiprahnya juga semakin sering dikaitkan dengan berbagai penyelenggaraan event perkutut di Bekasi.
Mulai dari gelaran regional hingga hajatan berskala nasional, Azis kerap ikut ambil bagian dalam pekerjaan di balik layar.
Salah satu yang cukup menonjol adalah keterlibatannya dalam persiapan KLH Cup. Kegigihannya memastikan lapangan siap sebelum lomba digelar menjadi salah satu bagian penting dari persiapan event.
Bahkan, apresiasi secara terbuka datang dari kung mania senior Mas Billah.
“Kalau bukan Azis yang meng-handle Merdeka Cup, mungkin event-nya belum tentu terselenggara,” ujar Mas Billah seusai gelaran Merdeka Cup di Bekasi.
Kalimat tersebut cukup menggambarkan posisi Azis. Meski dikenal santai dan gemar bercanda, ketika sudah menyangkut pekerjaan lapangan, ia bisa bergerak serius dan tanpa banyak hitung-hitungan.
Datang ke Event Membawa Dagangan dan Energi Positif
Ketika hadir di sebuah lomba, Azis biasanya tidak datang dengan tangan kosong.
Lapaknya membawa berbagai kebutuhan penghobi, mulai dari asesoris perkutut hingga pakan, sehingga kung mania tidak perlu repot mencari kebutuhan hobi ke tempat lain.
Namun fungsi Lapak Semprul ternyata tidak berhenti pada transaksi.
Tempat tersebut sering menjadi titik berkumpulnya penghobi. Obrolan soal burung, perawatan, lomba, pakan, hingga cerita ringan bercampur menjadi satu.
Kehadiran Azis pun membuat suasana arena terasa lebih hidup. Gaya bicaranya yang renyah membuat lapaknya bukan hanya tempat jual beli, tetapi juga menjadi ruang bertemu dan bersilaturahmi.

Mobilitasnya Bukan Kaleng-Kaleng
Semangat mobilitas Azis memang sudah terlihat sejak masa touring.
Kini kebiasaan tersebut terbawa ke dunia perkutut. Ia bisa bergerak dari satu ujung Bekasi menuju kawasan BSD hanya untuk mengantarkan pesanan pakan perkutut.
Jarak bukan menjadi persoalan besar selama ada kebutuhan penghobi yang harus dilayani.
Begitu pula ketika ada event. Azis bisa membawa lapaknya menuju arena lomba meskipun harus mengeluarkan biaya perjalanan dan operasional yang tidak sedikit.
Bagi dirinya, hitungan tersebut tidak selalu harus berakhir pada kalkulator keuntungan.
Lapak Semprul dan Pergerakan Jamu Perkutut
Keberadaan Lapak Semprul juga memberikan ruang bagi para pengrajin jamu perkutut untuk memperkenalkan produk mereka.
Dari lapak inilah berbagai produk jamu bisa langsung dikenalkan kepada kung mania. Informasi mengenai penggunaan dan khasiat produk pun menyebar melalui interaksi langsung di arena.
Efeknya cukup menarik.
Ketika seekor burung yang menggunakan produk tertentu tampil bagus atau meraih juara, perhatian terhadap jamu yang dipakainya biasanya ikut meningkat.
Fenomena tersebut bahkan pernah terasa ketika jagoan Azis, Starla, tampil bagus dan memiliki nilai jual tinggi. Produk jamu yang digunakan dalam perawatannya ikut mendapatkan perhatian dari penghobi.
Dengan kata lain, lapak menjadi salah satu mata rantai yang mempertemukan pengrajin jamu, pemain, pedagang, dan konsumen dalam satu ekosistem hobi.
Tidak Selalu Menghitung Balik Modal
Ada karakter unik yang melekat pada Azis. Ia dikenal cukup mobile dan terkadang tidak terlalu pusing menghitung apakah membuka lapak di sebuah event akan langsung balik modal atau tidak.
Bukan berarti keuntungan tidak penting.
Namun bagi Azis, ada keuntungan lain yang nilainya tidak bisa dihitung secara sederhana: silaturahmi.
Bisa bertemu kung mania dari berbagai daerah, berkenalan dengan pemain baru, berdiskusi dengan senior, bertemu pengrajin, sekaligus menjaga hubungan menjadi alasan kuat baginya untuk terus bergerak.
Hal itu sebenarnya tidak jauh berbeda dengan masa touring dulu. Jika dahulu perjalanan dilakukan untuk menjelajah daerah sekaligus mencari cara membiayai perjalanan, kini mobilitas tersebut berubah menjadi aktivitas di tengah komunitas hobi perkutut.

Lapak Semprul, Tempat Dagang Sekaligus Tempat Bertemu
Pada akhirnya, Azis Dsemprul bukan hanya cerita tentang pedagang asesoris atau pakan perkutut.
Ia adalah gambaran seorang penghobi yang menjadikan mobilitas sebagai cara untuk terus terhubung dengan banyak orang.
Dari perjalanan touring hingga keliling event perkutut, semangatnya relatif sama: bergerak, bertemu, mencari peluang, dan membangun persaudaraan.
Jika dahulu kaos klub motor menjadi salah satu cara membiayai perjalanan menuju berbagai daerah, kini pakan dan asesoris perkutut menjadi bagian dari perjalanan Azis di dunia kung mania.
Dan mungkin itulah yang membuat Lapak Semprul memiliki cerita sendiri.
Bagi Azis, keuntungan terbesar dari sebuah event mungkin bukan selalu berapa rupiah yang masuk ke laci. Bisa jadi, justru berapa banyak teman baru yang didapat dan berapa banyak hubungan lama yang kembali terjaga.
Dari Bekasi, Azis Dsemprul terus bergerak. Rider jalanan boleh berganti tujuan, tetapi semangat menjelajah dan bersilaturahmi tetap menjadi mesinnya.
tetap bersama GoldenVoiceNews.com





