liga jabar seri 7 : Surakarta Berjaya di Wat Cup, Duel Singo Barong vs Limosin Masih Jadi Penantian

Surakarta milik Suhartono SH berjaya menjadi juara Dewasa Bebas Liga Jabar Seri 7 Wat Cup di Soreang. Duel Singo Barong dan Limosin masih tertunda.

Liga Jabar  Seri 7 bertajuk “Wat Cup” di Lapangan Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu, 30 Agustus 2026, tetap berlangsung menarik meski peserta tidak seramai biasanya. Gelaran yang mendapat dukungan penuh dari Wat Bird Farm Tasikmalaya ini justru semakin istimewa karena dihadiri sejumlah tokoh penting kung mania.

Hadir Ketua Pengwil Bapak Suhartono, pemilik Surakarta, Bapak Asep ASP Cianjur, pemilik ASP BF, serta Ketua Umum P3SI Bapak Zainuri Hasyim.

Sebenarnya ada duel yang cukup ditunggu dalam seri ini. Pertemuan Singo Barong dengan Limosin, yang sebelumnya pernah menghadirkan persaingan panas, diharapkan kembali terjadi di Soreang.

Namun, harapan tersebut kembali tertunda. Limosin dan Rodtang, representasi jagoan Jabodetabek, memilih turun di Liga Jateng Gayeng Seri 7 di Kebumen.

Ironisnya, pilihan tampil di Kebumen juga belum menghasilkan tambahan poin. Limosin maupun Rodtang sama-sama pulang tanpa poin.

Dewasa Bebas: Surakarta Tak Terbendung, Singo Barong Mengejar

Inilah kelas yang paling banyak menyita perhatian. Surakarta milik Suhartono, S.H., Cirebon, tampil begitu perkasa dan berhasil mengunci posisi teratas dengan 150 poin.

Surakarta bukan sekadar menang, tetapi sukses menunjukkan bahwa dirinya masih menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di papan atas. Singo Barong harus puas berada di posisi runner-up dengan 125 poin, disusul Veda Ega 100 poin, Bulg ary 90 poin dan Naga Bonar 80 poin.

Namun ada satu duel yang gagal tersaji. Singo Barong dan Limosin sejatinya menjadi pasangan rival yang cukup ditunggu setelah perseteruan keduanya di arena sebelumnya.

Sayangnya, Limosin bersama Rodtang memilih bertarung di Liga Jateng Gayeng Seri 7 di Kebumen. Pilihan itu ternyata belum berbuah manis karena kedua jagoan Jabodetabek tersebut sama-sama harus pulang tanpa tambahan poin.

Maka, duel Singo Barong kontra Limosin kembali menjadi pertarungan yang tertunda. Justru di Soreang, panggung Dewasa Bebas berhasil direbut oleh Surakarta.

Piyik Bebas: Si Pinang Meledak ke Puncak

Beranjak ke Piyik Bebas, Si Pinang tampil sebagai burung yang paling mencuri perhatian. Andalan Imam ICA/Ciamis dengan ring B-24 ini sukses mengamankan 150 poin dan berdiri kokoh di puncak.

Al-Hadid membuntuti dengan 125 poin, sedangkan Elvis berada di posisi ketiga dengan 100 poin. Julaeha dan Brno melengkapi lima besar dengan masing-masing 90 dan 80 poin.

Pertarungan kelas ini juga menarik karena jarak poin antarpapan atas tidak terlalu lebar. Si Pinang memang berada di singgasana, tetapi para pengejar masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan di seri berikutnya.

Piyik Junior: Kumbokarno Jadi Raja Generasi Muda

Di Piyik Junior, Kumbokarno tampil paling menonjol. Burung milik Rosa/Jakarta dengan ring SKM tersebut berhasil mengoleksi 150 poin.

Facebook milik Joni Manik/Bandung berada di posisi kedua dengan 125 poin. Puntodewa menyusul dengan 100 poin, sementara Bulldozer dan Serat Junior masing-masing mengamankan 90 dan 80 poin.

Kumbokarno memang berhasil membuka jarak, tetapi persaingan belum selesai. Facebook dan Puntodewa masih menempel dengan selisih poin yang membuat pertarungan klasemen tetap panas.

Piyik Hanging: Radical Mengunci Mahkota

Kelas Piyik Hanging juga tidak kalah seru. Radical milik H. Iwan Jarwo/Majalengka tampil paling solid dan berhasil merebut posisi pertama dengan 150 poin.

Cirebon Tasik berada di posisi kedua dengan 125 poin, Marbol 100 poin, Putra Padma 90 poin dan Joaquen 80 poin.

Radical sukses mengunci mahkota, tetapi komposisi lima besar memperlihatkan persaingan lintas daerah yang menarik. Majalengka, Cirebon, Cimahi, hingga Jakarta sama-sama mengirimkan wakil terbaiknya ke papan atas.

Empat Jawara, Satu Panggung Wat Cup

Wat Cup akhirnya melahirkan empat penguasa berbeda. Surakarta menjadi raja Dewasa Bebas, Si Pinang menguasai Piyik Bebas, Kumbokarno berjaya di Piyik Junior, sedangkan Radical menutup pesta kemenangan di Piyik Hanging.

Di balik kemenangan tersebut, cerita terbesar justru masih tersimpan di kelas Dewasa Bebas. Surakarta sudah berjaya; Singo Barong sudah memberikan perlawanan, sementara Limosin dan Rodtang masih membawa pulang rasa penasaran dari Kebumen.

Kalau ketiga nama itu kembali turun dalam satu arena, bukan tidak mungkin panggung berikutnya bakal berubah menjadi arena pertarungan yang jauh lebih panas.

Wat Cup boleh berakhir, tetapi bara persaingan Liga Jabar masih terus menyakam dan terus menyala denga selalu klik web site hiburan kung mania 

data medsos. zn bf, budi

liga jabar seri 7

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Related news