LPJG SERI 6 BUPATI CUP KEBUMEN-
Bupati Cup Liga Jateng Gayeng Seri 7 di Kebumen, 30 Agustus 2026, berlangsung semakin semarak. Gelaran ini bukan sekadar ajang adu kualitas perkutut, tetapi juga menjadi panggung silaturahmi para pemain, peternak, dan tokoh senior yang selama ini ikut membangun dunia perkutut di tanah air. Dengan hadirnya sejumlah tokoh penting Kung Mania Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Salah satu tokoh yang hadir adalah Bpk. H. Kemat, Ketua Pengwil sekaligus salah satu figur yang cukup dikenal di kalangan Kung Mania Jawa Tengah. Kehadirannya memberikan warna tersendiri bagi jalannya kompetisi, terlebih Liga Jateng Gayeng memang dikenal memiliki atmosfer persaingan yang kuat, namun tetap mengedepankan persaudaraan.
Tak kalah istimewa, hadir pula Gusti H. Prabukusumo, sesepuh Kung Mania Yogyakarta. Kehadiran beliau semakin menegaskan bahwa Liga Jateng Gayeng memiliki daya tarik lintas daerah dan mampu mempertemukan berbagai kekuatan besar perkutut dari Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga daerah lainnya.
Yang membuat kehadiran kedua tokoh tersebut semakin menarik bukan hanya soal status dan pengalaman mereka. Hasil ternak dari keduanya juga mampu masuk dalam daftar peringkat kejuaraan.
Ini menjadi bukti bahwa nama besar di dunia perkutut tidak berhenti pada peran sebagai tokoh atau sesepuh. Kualitas hasil ternak tetap menjadi ukuran utama ketika turun ke lapangan. Ketika burung hasil ternak mampu bersaing dan masuk jajaran juara, tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi sang peternak.
Fenomena seperti inilah yang membuat Liga Jateng Gayeng menarik untuk diikuti. Di sini, nama besar harus dibuktikan dengan kualitas burung di lapangan.
Tim Militan Jadi Bumbu Persaingan
Satu hal lain yang membuat Liga Jateng Gayeng selalu menarik adalah karakter peserta yang datang. Jawa Tengah memiliki banyak tim Kung Mania militan yang tidak hanya mengandalkan jumlah burung, tetapi juga serius membangun materi dan mengejar prestasi dari seri ke seri.
Di antara nama yang selalu menjadi perhatian adalah Tim Primarasa dan Tim Nusa.
Keduanya memiliki kekuatan dan basis pendukung masing-masing. Persaingan antara dua tim tersebut juga menjadi salah satu bumbu yang membuat atmosfer Liga Jateng Gayeng semakin panas. Setiap kali keduanya turun, perhatian Kung Mania otomatis tertuju pada burung-burung yang mereka turunkan.
Perseteruan di lapangan tentu bukan dalam arti negatif. Justru rivalitas seperti inilah yang membuat sebuah liga memiliki cerita. Ada gengsi, strategi, adu kualitas materi, sekaligus semangat untuk membuktikan siapa yang paling konsisten.
Kalau lomba perkutut bisa dianalogikan seperti panggung hiburan, maka Liga Jateng Gayeng Seri 7 Bupati Cup Kebumen kali ini benar-benar menyajikan cerita lengkap. Ada yang manyun, ada yang kecewa, ada yang gagal menambah poin, tetapi ada pula yang mendadak seperti ketiban durian Bawor Mbah Jayus!
Yang paling menjadi sorotan tentu Rodtang. Burung fenomenal dari Jakarta yang selama ini bercokol di puncak klasemen Liga Jateng Gayeng 2026, kali ini untuk pertama kalinya harus gigit jari tanpa tambahan poin.
Sang joki, Tambar, tentu kecewa. Bukan karena Rodtang langsung kehilangan posisi puncak, tetapi kesempatan untuk memperlebar jarak dengan para pesaing justru terbuang sia-sia.
Rodtang masih nomor satu, tetapi napas para pengejar kini semakin terdengar!
Drama belum berhenti di situ. Limosin, sang juara LPI KLH Cup, juga belum mampu membuat cerita kemenangan besar di Kebumen. Turun di tengah kepungan burung-burung terbaik, nama besar Limosin ternyata belum cukup untuk menguasai arena.
Sementara itu, Venture milik Deny Dimlan dari Cilacap justru tampil menggila. Di tengah persaingan kelas Dewasa Bebas yang dipenuhi jagoan papan atas, Venture berhasil berdiri paling tinggi dengan 150 poin.
Ibaratnya, Rodtang dan Limosin sedang manyun; Venture malah seperti ketiban durian Bawor Mbah Jayus!
Bupati Cup Kebumen sendiri digelar di lapangan Pengda Kebumen dengan peserta yang bisa disebut bukan sembarangan. Burung-burung terbaik turun, termasuk para jawara yang sudah memiliki reputasi di pentas nasional.
Hasilnya pun menarik. Setiap kelas punya cerita sendiri-sendiri.

DEWASA BEBAS: VENTURE PANEN DURIAN, PARA JAWARA HARUS MENGAKUI MENTALNYA
Kelas paling bergengsi ini menjadi panggung kemenangan Venture. Burung milik Deny Dimlaw dari Cilacap tersebut berhasil mengamankan posisi pertama dengan 150 poin.
Di belakangnya, persaingan juga berlangsung rapat. Gading mengamankan 130 poin, disusul Barakuda dengan 110 poin.
5 Besar Dewasa Bebas
1. Venture – Deny Dimlaw, Cilacap – 150 poin
Venture benar-benar menjadi bintang utama. Turun menghadapi barisan burung papan atas, justru mampu berdiri paling tinggi. Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena datang ketika sejumlah nama besar gagal tampil maksimal.
2. Gading – Galih, Tulungagung – 130 poin
Gading tampil sebagai pengejar paling dekat. Selisih hanya 20 poin dari Venture membuat persaingan ke depan masih sangat terbuka.
3. Barakuda – Kent BF, Jogja – 110 poin
Barakuda menunjukkan taringnya. Masuk tiga besar membuktikan bahwa jagoan Jogja ini belum boleh dicoret dari daftar kandidat pengganggu papan atas.
4. Parvez – Pramando, BSD Tangerang – 90 poin
Parvez tetap mampu bertahan di zona elit. Tambahan poin ini menjadi modal untuk kembali menggempur papan atas pada seri berikutnya.
5. Nada – TRS, Kebumen – 80 poin
Sebagai wakil tuan rumah, Nada berhasil menjaga nama Kebumen tetap berkibar. Masuk lima besar di kandang sendiri jelas menjadi hasil yang patut dibanggakan.
PIYIK BEBAS: ELDORADO MENGAMUK, YEDA EGA JADI KORBAN
Kalau Dewasa Bebas menjadi panggung Venture, kelas Piyik Bebas punya bintangnya sendiri. Eldorado milik Acek dari Semarang sukses merebut posisi pertama dengan 150 poin.
Persaingan di belakangnya juga panas. Yeda Ega, Kapten Srobot, hingga Panglima masih mengintip peluang.
5 Besar Piyik Bebas
1. Eldorado – Acek, Semarang – 150 poin
Eldorado tampil paling meyakinkan dan sukses membawa pulang poin maksimal. Semarang punya alasan kuat untuk tersenyum.
2. Yeda Ega – Festi, Solo – 130 poin
Yeda Ega belum mau menyerah. Selisih 20 poin dengan Eldorado membuat duel keduanya sangat menarik untuk ditunggu.
3. Kapten Srobot – H. Dibyantoro, Probolinggo – 110 poin
Kapten Srobot berhasil menerobos tiga besar. Performa ini menjadi sinyal bahwa Probolinggo punya jagoan yang siap mengacak-acak persaingan.
4. Panglima – BMS, Kebumen – 90 poin
Panglima menjadi salah satu kebanggaan tuan rumah. Posisi empat menunjukkan Kebumen tidak hanya menjadi lokasi lomba, tetapi juga ikut berbicara di papan atas.
5. Byson – Prima BF, Kebumen – 80 poin
Byson melengkapi lima besar. Dua wakil Kebumen berada di lima besar, sebuah hasil yang cukup membuat tuan rumah tersenyum lebar.
1/2 KEREK: GONZALES JADI PENGUASA, ANGIN TIMUR MEMBUNTUTI
Beranjak ke kelas 1/2 Kerek atau Piyik Yunior/Setengah Kerek, giliran Gonzales milik Agil Marsono dari Cirebon yang menjadi penguasa.
Dengan 150 poin, Gonzales meninggalkan para pesaingnya dan membuka cerita kemenangan baru untuk Cirebon.
5 Besar 1/2 Kerek
1. Gonzales – Agil Marsono, Cirebon – 150 poin
Gonzales tampil luar biasa. Poin maksimal berhasil diamankan, menjadikannya raja kelas 1/2 Kerek di Bupati Cup Kebumen.
2. Angin Timur – H. Budi Laksono, Probolinggo – 130 poin
Angin timur menjadi ancaman terdekat. Hanya berjarak 20 poin, burung ini masih punya kesempatan besar untuk membalikkan keadaan.
3. Kalimaya – Dede Primarasa, Bandung – 110 poin
Kalimaya kembali menunjukkan kualitas. Masuk tiga besar menjadi bukti bahwa nama Primarasa tetap berbahaya di tengah ketatnya persaingan.
4. Ronaldinho – H. Prabu Kusumo, Jogja – 90 poin
Ronaldinho belum berhasil naik ke podium tiga besar, tetapi posisinya masih sangat menjanjikan untuk seri-seri berikutnya.
5. Perwira – H. Toti, Pemalang – 80 poin
Perwira menutup lima besar. Tambahan angka ini penting untuk menjaga peluang tetap berada di barisan depan.
HANGING: ELSHADAY TERBANG TINGGI, PARIS VAN JAVA PASRAH!
Kelas Hanging juga tidak kalah panas. Elshaday milik Septian dari Solo berhasil keluar sebagai juara dengan 150 poin.
Di belakangnya, Paris Van Java milik Dede Primarasa tampil sebagai pengejar terdekat dengan 130 poin.
5 Besar Hanging
1. Elshaday – Septian, Solo – 150 poin
Elshaday menjadi penguasa Hanging. Solo kembali mencatatkan namanya di puncak dengan kemenangan yang sangat berharga.
2. Paris Van Java – Dede Primarasa, Bandung – 130 poin
Paris Van Java belum mampu mengambil posisi pertama, tetapi jaraknya sangat tipis. Dengan selisih 20 poin, perang berikutnya masih terbuka lebar.
3. Janoko – Ratu BF, Ambarawa – 110 poin
Janoko tampil solid dan mengamankan podium ketiga. Ratu BF berhasil membawa nama Ambarawa ke papan atas.
4. Naga Caling – Gadel, Kebumen – 90 poin
Naga Caling menjadi salah satu jagoan tuan rumah yang sukses bertahan di papan atas. Kebumen kembali punya alasan untuk bangga.
5. Capsa – H. Jemangun, Kebumen – 80 poin
Capsa melengkapi lima besar sekaligus memperkuat warna tuan rumah di kelas Hanging.
RODTANG MASIH DI PUNCAK, TAPI SITUASI MULAI PANAS!
Bupati Cup Kebumen akhirnya menyisakan satu cerita paling menarik: Rodtang tetap berada di puncak klasemen, tetapi gagal mendapatkan tambahan poin.
Dalam kompetisi liga, posisi pertama memang sangat berharga. Namun, keunggulan tanpa tambahan angka ibarat membawa mobil balap tetapi lupa menginjak gas.
Kesempatan Rodtang untuk memperlebar jarak sebenarnya terbuka. Sayangnya, momentum tersebut tidak berhasil dimanfaatkan.
Kini para pesaing tentu semakin percaya diri.
Rodtang sudah memberikan celah. Tinggal siapa yang paling berani masuk melalui celah tersebut!
Bagi Tambar, kegagalan ini tentu menjadi bahan evaluasi. Rodtang masih memegang kendali klasemen, tetapi seri berikutnya akan terasa jauh lebih berat karena para pemburu sudah semakin dekat.
Dan di sisi lain, munculnya Venture sebagai pemenang Dewasa Bebas menjadi bumbu paling sedap dalam cerita Kebumen.
Limosin belum berjaya, Rodtang kehilangan poin, Venture justru pesta pora.
Begitulah lomba perkutut.
Hari ini bisa menjadi raja, besok bisa manyun. Hari ini mengejar poin, besok justru gagal menambah angka. Dan ketika kesempatan datang kepada yang lain, kemenangan bisa terasa seperti ketiban durian Bawor Mbah Jayus! DATA LUNGLUNG DAN MEDSOS
Bupati Cup Kebumen telah selesai, tetapi perang sesungguhnya di Liga Jateng Gayeng 2026 justru semakin panas. Nantikan seri berikutnya di Semarang .TETAP BERSAMA web site idola kung mania







