LOCKSMITH – Di tengah berkembangnya gairah hobi perkutut Bangkok di Sulawesi Selatan, nama Locksmith Bird Farm mulai ramai diperbincangkan para kung mania, khususnya di wilayah Makassar dan Pangkep. Peternakan milik Muhammad Akbar ini perlahan membangun reputasi sebagai salah satu breeding farm yang serius menyiapkan materi lomba berkualitas, dengan konsep perpaduan darah unggulan Jawa dan sentuhan persaudaraan peternak Sulawesi.
Berlokasi di Jl. Andi Burhanuddin No.64, Jagong, Kec. Pangkajene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Locksmith Bird Farm saat ini mengelola sekitar 30 petak kandang ternak. Jumlah yang cukup menunjukkan keseriusan Akbar dalam menapaki dunia breeding perkutut Bangkok yang dikenal membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan konsistensi materi indukan.
Menariknya, sebagian besar materi ternak yang dipakai merupakan burung-burung bergelang papan atas dari Jawa. Nama-nama seperti Atlas BF, Shasha BF, JML BF, WH BF, Teratai BF, Palem, hingga LSJ menjadi fondasi utama breeding di kandang Locksmith. Darah-darah tersebut dipilih bukan tanpa alasan, melainkan demi mengejar kualitas suara dan mental lomba yang kini semakin kompetitif.
Namun di balik dominasi materi Jawa, Akbar tetap memberi ruang besar bagi produk peternak lokal Sulawesi. Di kandangnya juga terdapat materi dari Najwa BF, Sno BF, hingga HMZ BF. Baginya, langkah tersebut bukan sekadar menambah variasi bloodline, tetapi juga bentuk silaturahmi dan dukungan antarpeternak Sulawesi agar perkembangan hobi perkutut Bangkok di kawasan timur Indonesia bisa semakin maju.

“Kalau sesama peternak saling support, insyaallah perkembangan perkutut Sulawesi juga akan lebih cepat. Kita ingin persaudaraan kung mania tetap terjaga baik,” ungkap Akbar. dirinya juga berterimakasih kepada H. fadil jalil yang sudah membeli satu prduknya saat latihan minggu lalu di makasar todopuli.
Perjalanan Locksmith Bird Farm sendiri memang masih tergolong muda. Namun sejumlah hasil ternakannya sudah mulai menunjukkan kualitas di arena konkurs Sulawesi, khususnya di Makassar. Beberapa produk mulai tampil mencuri perhatian dan memberi sinyal bahwa kandang ini memiliki arah breeding yang cukup menjanjikan.
Meski demikian, Akbar mengaku belum puas. Ia justru semakin termotivasi memperbaiki kualitas indukan demi mengejar level yang lebih tinggi.
“Kalau ada rejeki, saya ingin suatu saat punya burung yang bisa main di Jawa membawa nama Locksmith,” tuturnya penuh optimisme.
Mimpi tersebut bukan hal mustahil. Sebab di dunia perkutut, keberanian membangun materi indukan berkualitas adalah langkah awal menuju level nasional. Dan Akbar tampaknya memahami betul bahwa breeding bukan soal cepat terkenal, melainkan proses panjang membangun kualitas.
Ke depan, Locksmith Bird Farm juga berencana menghadirkan showroom khusus berisi burung-burung remaja prospek lomba. Langkah ini dilakukan untuk menjawab permintaan kung mania sekitar Pangkep dan Makassar yang mulai mencari burung siap pantau dengan kualitas arena.
Menurut Akbar, permintaan terhadap burung lomba terus meningkat, sementara hasil breeding sendiri belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan pasar. Karena itu dirinya berinisiatif menghadirkan stok pilihan, baik dari hasil ternakan sendiri maupun materi pilihan dari Jawa dan Sulawesi.
“Bagi rekan kung mania yang ingin memiliki perkutut prospek lomba dari Jawa maupun Sulawesi, insyaallah bisa mampir langsung ke showroom kami,” ujarnya.
Menariknya lagi, nama “Locksmith” ternyata bukan sekadar identitas kandang. Di luar aktivitas breeding, Muhammad Akbar memang dikenal sebagai sosok yang sangat berpengalaman di bidang kunci mobil hilang dan sistem immobilizer kendaraan. Bahkan tak jarang dirinya mendapat panggilan hingga ke Makassar atas undangan dealer maupun showroom mobil untuk menangani persoalan kunci kendaraan.
Perpaduan profesi unik dan dunia hobi inilah yang membuat Locksmith Bird Farm memiliki warna tersendiri. Di satu sisi serius membangun peternakan perkutut, di sisi lain tetap menjalankan profesi teknisi kunci mobil profesional yang sudah dikenal luas.
Di akhir perbincangan dengan web site kung mania Akbar menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh rekan kung mania Sulawesi, khususnya Makassar, yang selama ini banyak memberi arahan dan dukungan dalam perjalanan breedingnya.
Baginya, dunia perkutut bukan sekadar soal lomba dan jual beli burung. Lebih dari itu, ada nilai persaudaraan yang menjadi pondasi utama berkembangnya hobi ini di Sulawesi.
Dan dari sebuah kandang sederhana di Pangkep, Locksmith Bird Farm kini sedang merajut mimpi besar… membawa nama Sulawesi ikut bersuara di panggung perkutut nasional. pakan perkutut golden voice
mengucapkan selamat dan terus berkembang hobi perkutut di pangkep sekitarnya. (foto editan by goldenvoice news, promosi wisata lokal)
Locksmith Bird Farm
Jl. Andi Burhanuddin No.64, Jagong, Kec. Pangkajene
Kab. Pangkajene Dan Kepulauan, Sulawesi Selatan




