GOWATA, SANG JUARA DARI MAKASSAR KEBANGGAAN TANADOANG BIRD FARM.

Gowata dalam dua tahun terakhir begitu akrab di telinga kung mania Sulawesi, khususnya di Makassar. Burung milik Ustas Ahmad Adnan ini bahkan sudah menjadi bahan obrolan wajib di warung-warung kopi komunitas perkutut di Kota Daeng. Kiprah Gowata memang tidak bisa dipandang sebelah mata, terutama setelah sukses menorehkan sejarah sebagai Perkutut Terbaik Sulawesi Selatan 2025.

Prestasi itu diraih dengan cara yang dramatis. Gowata sukses menelikung Mahameru milik Fadil Jalil yang selama delapan putaran nyaman berada di puncak klasemen Liga Sulsel. Comeback Gowata di penghujung musim menjadi salah satu cerita paling menarik dalam sejarah liga perkutut Sulawesi Selatan.

Kemenangan tersebut tentu menjadi kebahagiaan besar bagi sang pemilik. Maklum, selama berkecimpung di dunia hobi perkutut, baru kali ini Ustadz Ahmad Adnan mampu meraih gelar juara umum.

“Memang susah mengalahkan dominasi burung milik Haji Abu Sno Mapanyuki. Hampir setiap tahun selalu jadi yang terbaik,” ungkap Pak Ustas dengan rendah hati.

Menurut beliau, keberhasilan Gowata musim lalu juga tidak lepas dari faktor keberuntungan. Pasalnya, Nalendro sempat hijrah ke Jawa di pertengahan Liga Sulsel sehingga poinnya tidak terus bertambah.

“Andai Nalendro tetap bertarung penuh di Sulsel, rasanya berat buat Gowata,” sambungnya sambil memberikan sanjungan atas kualitas burung andalan Haji Abu Sno tersebut.

Burung bergelang Adenium ini kini mulai memasuki fase baru sebagai pejantan ternak. Meski anakan Gowata belum resmi dipasarkan luas, namun minat dari kung mania sudah cukup tinggi. Banyak yang penasaran ingin merasakan darah juara dari sang legenda Makassar tersebut.

Menariknya, Gowata juga sempat mencicipi atmosfer nasional saat “ngelencer” ke LPI Semarang tahun lalu. Di sana, Gowata mampu membawa pulang trofi kelas Dewasa Senior. Sebuah pencapaian luar biasa yang menandakan kualitas Gowata tidak hanya di level regional, tetapi juga mampu bersaing di pentas nasional.

Memasuki Liga Sulsel 2026, Pak Ustas sebenarnya sadar performa jagoannya sudah tidak segarang dulu. Namun, kecintaan dan kepercayaan terhadap Gowata rupanya belum luntur. Dan benar saja, di seri perdana Liga Sulsel 2026, Gowata kembali membuktikan mental emasnya dengan menjadi yang terbaik di kelas dewasa.

“Dengan segala kekurangannya, Gowata masih bisa juara. Mentalnya memang luar biasa,” ujar salah satu kung mania Makassar.

Namun, jalan Gowata musim ini dipastikan tidak akan mudah. Nalendro kini sudah mudik kembali ke kampung halaman di Makassar dan siap kembali bertarung penuh di Liga Sulsel. Kehadiran Nalendro diprediksi bakal menjadi mimpi buruk bagi Gowata maupun jagoan-jagoan Makassar lainnya.

Meski begitu, sikap rendah hati tetap ditunjukkan Ustaaz Ahmad Adnan.

“Kalau kalah sama Nalendro itu penghormatan. Tapi kalau bisa menang lawan Nalendro, itu mungkin hanya kebetulan,” tutup beliau sambil NGEMIL KEPALA IKAN MAPANYUKI MASAKAN PALUMARA TERENAK DIMAKASAR

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Related news