GRAND MASTER SURABAYA SIAP ULANG ERA KEJAYAAN!1

Peternak Lama Bangkit, Koh Tigewan Kembali Tebar Ancaman di Dunia Perkutut Nasional

GRAND MASTER SURABAYA-Belakangan ini kung mania dibuat heboh dengan semakin seringnya ring Grand Master Surabaya nongol di daftar juara berbagai daerah. Mulai kelas latihan tingkat kecamatan, regional, hingga kompetisi nasional, produk Grand Master terus bermunculan membawa ancaman serius bagi lawan-lawannya. Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa tangan dingin Koh Tigewan ternyata belum kehilangan magisnya.

Yang terbaru terjadi di Liga Hanging Surabaya, saat dua produk Grand Master sukses mengunci posisi juara 1 dan 3. Sebuah penegasan keras bahwa ring lawas ini masih punya taji dan bahkan mulai kembali menguasai persaingan.

Namun, kekuatan GRAND MASTER SURABAYA  bukan hanya soal mencetak burung lapangan. Yang lebih menyeramkan justru terletak pada kekuatan breeding-nya. Banyak peternak mulai menyadari bahwa Grand Master memiliki trah dengan daya turun luar biasa ganas. Dan pusat dari ledakan itu mengerucut pada satu nama: Grand K 6A.

Burung bermateri Palem Sk 08 x Palem Sk 26 ini kini mulai disebut-sebut sebagai salah satu fondasi breeding paling berbahaya di dunia perkutut modern. Dari darah Grand K 6A lahir sederet perkutut bernilai fantastis dan penghasil juara lintas generasi.

Di kandang Pizzaro K 7A, hasil kawin silang Grand K 6A x Pizzaro, lahirlah nama-nama besar seperti Tiga Berlian, Mutiara Timur, dan Talenta. Burung-burung yang bukan hanya mengguncang lapangan, tetapi juga mengguncang harga pasar.

Belum selesai sampai di situ.
Di GRAND MASTER SURABAYA dari  kandang Grand K 10A, hasil persilangan Grand K 6A x Atlas K BBB, kembali lahir monster-monster lapangan seperti Dewi milik Pak Suci, Bezzecchi milik We We ALF, serta Tiga Intan milik H. Thoha.

Sementara pada line Grand K 11A, hasil kawin Grand K 6A x Atlas K 555, muncul nama-nama yang juga mulai menjadi ancaman baru, yakni BeYeDe dan Maung.

Kalau ditotal, nilai keturunan Grand K 6A sudah menyentuh angka yang bikin kung mania geleng kepala. Ratusan juta rupiah berputar dari trah ini. Tak heran jika banyak pemain mulai menyebut Grand K 6A sebagai “mesin pencetak MBG (Manuk BESAR GANGDO-nya)”.

Kebangkitan Grand Master hari ini seolah membawa memori kung mania kembali ke era emas dahulu, saat burung-burung ring Grand menjadi penguasa gantangan sekaligus penghasil pundi-pundi rupiah. Bedanya, sekarang ancamannya terasa lebih mengerikan. Sebab Grand Master datang bukan hanya membawa juara, tetapi juga membawa trah yang terus melahirkan juara baru. Meski sudah mulai kembali mencetak perkutut juara, untuk soal pakan perkutut Koh Tiekgwan  masih mempercayakan kepada pakan perkutut Golden Voice karena menurut beliau pakan perkutut ini simpel pemakaiannya dan kualitas kebersihannya  bisa dijadikan alasan untuk harus memakai produk pakan ini .

Dan satu hal yang mulai ramai terdengar di pinggir gantangan hari ini:

“Kalau darah Grand Master sudah turun… teruskan sendiri ya.”

Pastikan mengikuti website idola kung mania dan bantu share  agar komunitas penghobi perkutut bisa menikmati serunya hinggar binggar kung mania Nusantara. 

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Related news