MADE MIDRAJAJA SOSOK FENOMENAL DI Dunia perkutut nasional. Nama besar yang sempat menghilang dari hiruk-pikuk arena Liga Perkutut Indonesia kini perlahan muncul kembali membawa ancaman serius bagi dominasi kung mania Jawa. Sosok itu adalah Made Midrajaja, kung mania asal Bali yang pernah menciptakan era mengerikan lewat dua legenda nasional: Isabella dan King Arthur.
Bagi pemain lama nasional, nama Made Midrajaja bukan nama asing. Dua tahun silam, duet maut Isabella dan King Arthur menjadi momok paling menakutkan di kelas dewasa junior nasional. Di berbagai kota, dua burung ini seperti tak tersentuh. Bahkan bukan sekadar juara, keduanya berkali-kali tampil brutal dengan menembus koncer 4 warna, level yang hanya bisa dicapai burung-burung kelas elit nasional.
Lebih gilanya lagi, di tangan dingin joki kawakan Kang Wasid Sampang WS BF, Isabella dan King Arthur beberapa kali sukses menciptakan momen langka: juara 1 dan 2 diborong sekaligus!
Pemandangan yang kala itu membuat lawan hanya bisa mengelus dada.
“Lawan mereka sebenarnya cuma satu… yaitu performanya sendiri. Kalau lagi jadi, susah dicari lawannya,” ungkap Bang Wasid mengenang masa kejayaan dua monster Bali tersebut.
Namun, setelah era emas itu berlalu dan kedua burung masuk kandang, nama Made Midrajaja perlahan tenggelam dari peredaran nasional. Banyak yang mengira sang raja Bali telah benar-benar meninggalkan kerasnya pertarungan Liga Perkutut Indonesia.
Ternyata… mereka salah besar!
Belakangan publik nasional kembali dikejutkan dengan munculnya nama Made Midrajaja di daftar juara Liga Batavia Seri Serang. Seekor burung bernama IMMANUEL ring Anak Manja sukses mencuri perhatian dan langsung menancapkan sinyal bahaya untuk lawan-lawannya.
Meski Made Midrajaja baru muncul, TAPI aura ancamannya sudah terasa.
Menurut Bang Wasid, Immanuel bukan burung biasa. Ia bahkan memprediksi burung ini berpotensi menjadi kendaraan kebangkitan Made Midrajaja di pentas nasional.
“Kalau pengondisian dan perjuangannya serius, Immanuel bisa kembali mengangkat nama Pak Made Midrajaja di nasional,” tegasnya.
Dan memang… jalan menuju papan atas Liga Perkutut Indonesia bukan jalan murah. Tidak cukup hanya punya burung bagus. Dibutuhkan mental, tenaga, waktu, dan terutama biaya yang sangat besar. Inilah yang membuat tidak banyak kung mania luar Jawa berani bermain secara totalitas di serial nasional.

Karena itulah, perjuangan kung mania luar Jawa selalu memiliki nilai lebih.
Sebelumnya, publik dibuat salut dengan langkah kung mania asal Tanjung Pinang yang rela menyekolahkan burungnya di Jombang demi serius mengikuti LPI. Belum lagi kegilaan totalitas Big Boss Carpenter BF Lombok, Cokro Hindoyo, yang dua tahun terakhir konsisten memburu gelar terbaik nasional. jangan lupa pakan pakan perkutut golden voicebisa free ongkir disini
Kini Bali kembali mengirim sinyal perang!
Jika Made Midrajaja benar-benar kembali full team ke arena nasional, maka persaingan akan semakin liar. Bukan tidak mungkin ke depan label “penguasa nasional” tak lagi identik dengan kung mania Jawa semata.
Dan bila itu terjadi… sejarah baru perkutut Indonesia sedang ditulis!
Apakah IMMANUEL akan menjadi pembuka kebangkitan Bali?
Apakah Made Midrajaja akan kembali mencetak era emas seperti Isabella dan King Arthur?
Kita menantikan ledakannya di panggung Liga Perkutut Indonesia!
Ikuti terus kabar panas dunia perkutut nasional hanya web site idola kung mania




