“Tiket Murah”Latihan dinilai Kungmania Pengda Bojonegoro Berlangsung Semarak dan Kompetitif
Bojonegoro – Gelaran Latihan Dinilai Kungmania Pengda Bojonegoro berlangsung meriah tiket murah membuat peserta memebuhi tiang gantangan dan gantungan. Para penghobi perkutut dari Bojonegoro, Gresik, hingga Blora hadir membawa amunisi terbaiknya di dua kelas yang dipertandingkan, yakni Piyik Bebas dan Piyik Hanging.
Sejak awal lomba, atmosfer sudah terasa hangat. Gantangan terisi penuh, suara piyik-piyik muda bersahutan, menunjukkan kualitas materi yang semakin matang.

🔹 Kelas Piyik Bebas
Di kelas ini, Adipati milik Sutiayat (Gresik) tampil stabil dan mampu mengamankan posisi puncak. Irama rapi serta kerja yang konsisten menjadi pembeda.
Persaingan ketat datang dari Suradadu milik Sujono (Bojonegoro) dan Cah Samin milik Arive Nano (Bojonegoro) yang terus menekan hingga sesi akhir. Materi muda di kelas ini terlihat merata, membuktikan pembinaan di tingkat lokal berjalan serius.

Hasil kejuaran kelas piyek bebas
Kelas Piyik Hanging
Sementara di kelas Piyik Hanging, Cah Pusat milik Arive Nano (Bojonegoro) sukses mencuri perhatian dan keluar sebagai yang terbaik. Kerja aktif dan stabilitas suara menjadi kunci kemenangan.
Nama-nama seperti Joyo Kusumo milik Joyo Persak (Blora) dan Tespen milik Yuly K (Bojonegoro) juga tampil impresif, membuat persaingan papan atas berlangsung sengit hingga akhir penilaian.

💬 Apresiasi Ketua dan Penghobi
Ketua Pengda Bojonegoro, Arive Nano, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara dan meningkatnya kualitas burung peserta.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan penuh semangat. Kualitas piyik Bojonegoro semakin merata. Ini bukti bahwa pembinaan dan latihan rutin sangat penting untuk menjaga performa,” rencanaya lomba dengan tiket murah akan terus diadakan rutin, ujar Arive Nano.
Ia juga menegaskan bahwa latihan dinilai seperti ini menjadi ajang pembelajaran bersama, bukan sekadar berburu gelar juara.
Dukungan penuh juga datang dari salah satu penghobi senior, Bambang Sudarsi, yang menilai konsep lomba murah meriah sangat tepat sasaran.
“Saya sangat mensupport lomba-lomba dengan tiket murah yang terjangkau seperti ini. Tujuannya jelas, untuk melatih mental burung sejak dini dan memberi kesempatan kepada penghobi baru agar berani tampil dan meraih prestasi,” ungkap Bambang Sudarsi.
Menurutnya, atmosfer kompetisi yang sehat dan biaya yang ramah di kantong akan mempercepat regenerasi penghobi di Bojonegoro.
Dengan suksesnya gelaran ini, Kungmania Pengda Bojonegoro kembali membuktikan diri sebagai barometer pembinaan perkutut muda di daerah. Semangat kebersamaan dan sportivitas menjadi fondasi kuat menuju event-event yang lebih besar ke depan. jangan lupa selalu ikutin berita seputar hobi perkutut di http://www.goldenvoicenews.com untuk info seputar rekaman burung perkutut bisa klik link https://www.youtube.com/@ternakperkutut5830/shorts




