Liga Perkutut Kepri Pecah! Bejo, Taming Sari dan Anjasmara Sabet Gelar Pembuka Musim.#1

Liga Perkutut Kepri yang menjadi penantian panjang para penghobi perkutut Kepulauan Riau akhirnya terbayar lunas. Setelah sempat tertahan akibat cuaca yang tidak menentu selama beberapa bulan terakhir, Liga Perkutut Kepri musim 2026 resmi dimulai. Seri pembuka yang berlangsung di Buana Central Park, Bukit Daeng, Tembesi, Batam, Minggu (14/6/2026), sukses menyedot perhatian kung mania dari berbagai daerah.

Liga Perkutut Kepri 2026 menjadi momentum kebangkitan aktivitas lomba di wilayah Kepulauan Riau. Sejak pagi, arena perlombaan dipenuhi peserta yang datang dengan harapan membawa pulang gelar perdana musim ini. Kehadiran kontingen Tanjung Pinang menambah semarak sekaligus meningkatkan tensi persaingan di setiap kelas yang dipertandingkan.

Menurut panitia, kondisi cuaca yang beberapa bulan terakhir didominasi hujan deras membuat sejumlah agenda harus menunggu waktu yang tepat untuk dilaksanakan. Karena itu, seri perdana liga ini menjadi momen yang sangat dinantikan oleh para penghobi.

Begitu lomba dimulai, suasana kompetitif langsung terasa. Empat sesi penilaian berlangsung tertib dengan kualitas peserta yang cukup merata. Setiap burung berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya demi mengamankan posisi puncak klasemen awal musim.

Bejo Tampil Paling Tajam di Dewasa Bebas

Persaingan sengit terjadi pada kelas Dewasa Bebas. Dari puluhan peserta yang turun ke gelanggang, Bejo milik Mudjianto Batam dari ring Cristal berhasil tampil paling menonjol.

Burung yang menempati kerekan nomor 43 tersebut mampu menjaga kualitas penampilan sepanjang penilaian. Konsistensi itu menjadi modal penting yang mengantarkannya merebut posisi teratas.

Peringkat kedua diraih Tjapit, amunisi milik Jefry Batam, produk ET. Sementara posisi ketiga berhasil diamankan Exotic, burung milik Agustardi asal Tanjung Pinang dari ternakan BTC.

Keberhasilan Exotic naik podium sekaligus membuktikan bahwa peserta dari Tanjung Pinang datang bukan sekadar meramaikan kompetisi.

Taming Sari Bersinar Terang di Piyik Yunior

Duel tidak kalah menarik tersaji pada kelas Piyik Yunior. Di kelas ini, Taming Sari milik H. Ling Singapore tampil sangat meyakinkan.

Produk Bolo Dewo tersebut menunjukkan performa yang stabil dari awal hingga akhir penjurian. Hasilnya, Taming Sari sukses mengamankan gelar juara dan menjadi salah satu burung yang paling banyak mendapat perhatian di arena.

Di belakangnya, Ganteng milik Rochiming Batam harus puas menempati posisi kedua. Sedangkan urutan ketiga diraih Keramik, amunisi milik Warsito Batam dari ring Puji.

Anjasmara Antar Tanjung Pinang Berpesta

Kelas Piyik Hanging menjadi panggung bagi Anjasmara milik Harianto Tanjung Pinang.

Burung produk Para 531 tersebut berhasil menunjukkan performa terbaiknya dan mengungguli para pesaing hingga akhirnya berdiri di podium tertinggi. Kemenangan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kontingen Tanjung Pinang yang sukses membawa pulang gelar juara dari Batam.

Posisi runner-up ditempati Sri Mersing milik H. Ling Singapore. Sedangkan peringkat ketiga menjadi milik Puyeng, andalan Jefry Batam dari ring Cristal.

Langit Bersahabat Sampai Peluit Terakhir

Ada cerita menarik di balik suksesnya Liga Perkutut Kepri seri pembuka ini. Cuaca yang sebelumnya menjadi momok bagi panitia justru menunjukkan wajah bersahabat selama perlombaan berlangsung.

Seluruh rangkaian acara berjalan tanpa gangguan cuaca. Namun begitu, penjurian selesai dan seluruh perlengkapan mulai dibereskan, Hujan kembali turun membasahi kawasan lomba.

Beruntung, seluruh kebutuhan acara sudah diamankan lebih dulu sehingga tidak menimbulkan kendala bagi panitia maupun peserta.

Awal Panas Persaingan Liga Kepri

Kesuksesan seri perdana ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan dunia perkutut di Kepulauan Riau. Antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah menunjukkan bahwa gairah kompetisi terus meningkat. siapkan dengan pakan perkutut golden voice

Dengan hasil yang cukup mengejutkan dan munculnya beberapa nama baru di podium juara, persaingan menuju seri-seri berikutnya dipastikan akan semakin ketat. Jika seri pembuka saja sudah menghadirkan pertarungan sengit, maka perjalanan Liga Perkutut Kepri 2026 masih menyimpan banyak cerita menarik untuk dinantikan. tetap bersama web site idola kung mania

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Related news