ARUNG BINANG pecahkan sejarah dan kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan kung mania nasional. Bukan hanya karena prestasinya yang berhasil menembus koncer bendera 4 warna kelas Dewasa Senior, tetapi juga karena pencapaian tersebut dirayakan dalam sebuah tasyakuran besar yang digelar oleh pemiliknya, Haji Sularno 3F, di lokasi calon markas baru 3F.
Prestasi Arung Binang memang tergolong langka. Di tengah ketatnya sistem penilaian Dewasa Senior, burung harus mampu menjaga kualitas suara, durasi, irama, serta konsistensi penampilan dalam beberapa sesi penjurian. Sedikit penurunan performa saja dapat membuat peluang meraih koncer bergengsi langsung sirna.
ARUNG BINANG berhasil membuktikan kualitasnya di Liga Nasional Sampang dengan menembus level yang selama ini menjadi impian banyak penghobi perkutut. Pencapaian tersebut sekaligus mempertegas statusnya sebagai salah satu perkutut terbaik yang pernah dimiliki keluarga besar 3F.
Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas prestasi fenomenal tersebut, Haji Sularno menggelar acara potong kambing sebanyak tiga ekor. Kegiatan berlangsung di lahan seluas kurang lebih 8.000 meter persegi yang nantinya dipersiapkan sebagai markas besar baru 3F.
Acara tersebut dihadiri hampir seluruh jajaran Pengwil Jabodetabek, para juri dari berbagai tingkatan, serta kung mania dari sejumlah daerah. Suasana penuh keakraban langsung terasa sejak pagi hingga acara berakhir.
Selain menjadi ajang syukuran, kegiatan ini juga menjadi momentum silaturahmi bagi komunitas perkutut Jabodetabek. Para tamu tampak menikmati suasana santai sambil berdiskusi mengenai perkembangan dunia perkutut nasional.
Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Mang Ableh, kung mania senior Jabodetabek yang cukup lama tidak terlihat dalam berbagai kegiatan perkutut. Kehadirannya langsung disambut hangat sekaligus menjadi sasaran candaan para sahabat lamanya.
Sepanjang acara, suasana penuh tawa terus mewarnai pertemuan tersebut. Berbagai candaan khas komunitas perkutut mengalir tanpa henti. Momen ini kembali menunjukkan kuatnya ikatan persaudaraan yang telah lama terjalin di antara para penghobi.
ARUNG BINANG pecahkan sejarah ,tidak hanya menghadirkan kebanggaan bagi pemiliknya, tetapi juga menjadi pemersatu dalam sebuah perayaan yang sarat nilai kekeluargaan. Banyak tamu yang secara langsung menyampaikan ucapan selamat kepada Haji Sularno atas keberhasilan produk ternakannya tersebut.
Menurut sejumlah penghobi yang hadir, keberhasilan Arung Binang menjadi bukti bahwa kualitas ternakan lokal masih mampu bersaing dan mencetak prestasi tertinggi di tingkat nasional. Faktor genetik, pola perawatan, manajemen ternak, serta konsistensi menjadi kunci utama lahirnya seekor jawara seperti Arung Binang.
Di sela kegiatan, Haji Sularno juga menyampaikan rencana pengembangan lahan baru tersebut. Nantinya lokasi itu akan dilengkapi dengan sekitar 100 tiang gantangan yang dapat digunakan untuk latihan rutin maupun berbagai kegiatan organisasi.
Tidak hanya menjadi pusat latihan, kawasan tersebut juga dipersiapkan sebagai tempat penyelenggaraan rapat pengurus, gacuri, hingga kegiatan resmi Pengwil Jabodetabek. Kehadiran fasilitas permanen ini diharapkan mampu mendukung aktivitas organisasi secara lebih efektif dan efisien.
Lokasi calon markas baru 3F berada berdampingan dengan AF Farm milik Mas Arie yang dikelola bos Rudi. Kehadiran dua peternakan besar dalam satu kawasan dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pusat aktivitas perkutut Jabodetabek di masa mendatang.
Dalam kesempatan yang sama, para pengurus juga membahas persiapan Liga Perkutut Indonesia Seri 5 di Kranggan, Bekasi. Kabar menggembirakan disampaikan bahwa persoalan pendanaan telah mendekati tahap penyelesaian sehingga fokus selanjutnya adalah memaksimalkan pelaksanaan kegiatan.

Haji Sularno juga kembali mengingatkan bahwa masa pengabdiannya sebagai Ketua Pengwil Jabodetabek akan berakhir pada tahun 2027. Pernyataan tersebut memunculkan diskusi mengenai regenerasi kepemimpinan dan harapan agar berbagai program positif yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya.
Namun, pada akhirnya, seluruh perhatian tetap kembali kepada Arung Binang. Burung yang berhasil menorehkan sejarah melalui koncer bendera 4 warna itu menjadi alasan utama berkumpulnya para penghobi dalam suasana penuh syukur dan kebersamaan.
Prestasi Arung Binang tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga besar 3F, tetapi juga menjadi inspirasi bagi peternak perkutut nasional bahwa kerja keras, kesabaran, dan ketelatenan dalam beternak masih mampu melahirkan prestasi luar biasa di level tertinggi kompetisi nasional.
ARUNG BINANG ternyata tidak hanya menghadirkan suasana syukuran di Jabodetabek. Rasa syukur atas keberhasilan menembus koncer bendera 4 warna juga dirayakan langsung di Sampang, Madura, lokasi tempat Arung Binang selama ini menjalani perawatan dan setting menuju performa terbaiknya.
Sebagai bentuk apresiasi kepada tim perawat yang berperan dalam perjalanan prestasi tersebut, Haji Sularno juga menggelar pemotongan kambing di Sampang. Momen itu menjadi ungkapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses perawatan hingga Arung Binang mampu tampil maksimal di arena nasional.
Bagi Haji Sularno, keberhasilan seekor perkutut meraih prestasi tertinggi tidak pernah lahir dari kerja satu orang saja. Di balik pencapaian Arung Binang terdapat kerja sama panjang antara pemilik, peternak, perawat, serta tim yang setiap hari memastikan kondisi burung tetap berada pada performa terbaiknya.
Karena itulah, syukuran digelar di dua lokasi berbeda. Jika tasyakuran di Sindur sekaligus menjadi penanda dimulainya pembangunan markas besar baru 3F, maka syukuran di Sampang merupakan bentuk penghormatan kepada tim perawat yang ikut mengantarkan Arung Binang mencatat sejarah melalui koncer bendera 4 warna.
Perayaan di dua kota tersebut semakin menunjukkan betapa istimewanya pencapaian Arung Binang. Tidak berlebihan jika banyak kung mania menyebut keberhasilan ini sebagai salah satu prestasi paling fenomenal yang lahir di era penilaian Dewasa Senior modern, sebuah capaian yang hanya bisa diraih melalui kombinasi kualitas burung, manajemen perawatan, serta kerja tim yang solid.
Sebagai penutup, tim www.goldenvoicenews.com yang hadir meliput langsung kegiatan tersebut bersama keluarga besar Pakan Perkutut Golden Voice turut menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Haji Sularno beserta keluarga besar 3F atas keberhasilan Arung Binang menembus koncer bendera 4 warna. Sebuah prestasi prestisius yang menambah catatan sejarah dalam perjalanan lomba perkutut nasional di era penilaian modern yang semakin kompetitif.



