
Istana Bintang Bird Farm mungkin masih terdengar asing bagi sebagian kung mania Indonesia. Namun, di balik namanya yang belum terlalu sering muncul di panggung nasional, peternakan milik Mohamad Fauzin ini diam-diam sedang membangun fondasi kuat untuk menjadi salah satu kekuatan baru dunia perkutut Tanah Air.
Berlokasi di Perumahan Graha Surya Mas Blok I No. 1, Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, Istana Bintang Bird Farm berkembang di lingkungan yang tidak sembarangan. Mohamad Fauzin dikenal sebagai santri dari Haji Kholil HDL, sosok yang namanya sudah sangat dikenal di kalangan penghobi dan peternak perkutut nasional.
Istana Bintang Bird Farm mendapat keuntungan besar dari kedekatan Fauzin dengan Haji Kholil dan Gus Yogi HDL. Hubungan tersebut bukan hanya sebatas pertemanan, melainkan juga proses belajar yang berlangsung secara langsung dalam dunia perkutut, mulai dari pemilihan materi, pola perawatan, hingga pengembangan peternakan.
Di mata banyak penghobi, keberadaan Haji Kholil dan Gus Yogi menjadi jaminan tersendiri. Publik perkutut Indonesia memahami kapasitas keduanya dalam menghasilkan burung-burung berkualitas. Tidak sedikit perkutut berprestasi yang lahir dari hasil pemilihan indukan, perawatan, dan pengelolaan yang dilakukan oleh HDL.
Istana Bintang Bird Farm kini mulai mengoleksi materi-materi pilihan yang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan. Fauzin mengaku bersyukur karena mendapat kesempatan belajar langsung dari para senior yang telah memiliki pengalaman panjang di dunia perkutut.
Selain ilmu, Fauzin juga memperoleh akses terhadap materi ternak berkualitas. Salah satu sumber penting yang ikut memperkuat peternakannya adalah hubungan baik dengan Carpenter Farm Lombok milik Mr Cokro Hindoyo, farm yang dikenal memiliki banyak koleksi burung berkualitas.
Dari Carpenter Farm, sejumlah materi dinilai sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut di Istana Bintang Bird Farm. Bagi Fauzin, kesempatan mendapatkan materi seperti itu merupakan nilai tambah yang sangat berharga dalam membangun peternakan yang kompetitif.
Nama Mr Cokro Hindoyo sendiri bukan sosok asing di dunia kung mania. Ia dikenal sebagai kolektor yang memiliki kecenderungan unik dalam berhobi. Banyak rekan-rekannya menilai Cokro lebih senang membeli burung-burung berkualitas daripada menjualnya.
Dalam berbagai kesempatan, Cokro kerap dipercaya sebagai sosok yang berani berburu materi terbaik untuk memperkuat koleksi dan peternakannya. Urusan pemasaran bahkan lebih banyak diserahkan kepada orang-orang kepercayaannya, termasuk keluarga dan rekan dekat yang terlibat dalam pengelolaan ring Carpenter.
Filosofi tersebut membuat Carpenter Farm terus dihuni oleh berbagai materi pilihan yang kemudian menjadi sumber pengembangan bagi sejumlah peternak lain, termasuk Istana Bintang Bird Farm.
Istana Bintang Bird Farm kini berada dalam posisi yang menarik. Di satu sisi, namanya memang belum sepopuler farm-farm besar yang sudah lama berkiprah di tingkat nasional. Namun, di sisi lain, dukungan ilmu, pendampingan, serta akses terhadap materi berkualitas membuat peternakan ini memiliki peluang besar untuk berkembang pesat.
Dengan kombinasi pengalaman para mentor, materi ternak yang terus diperkuat, serta semangat belajar yang dimiliki Mohamad Fauzin, bukan tidak mungkin nama Istana Bintang Bird Farm akan segera menjadi perbincangan baru di jagat kung mania Nusantara.
Jika proses pembinaan dan pengembangan berjalan konsisten, farm yang bermarkas di Krian, Sidoarjo ini berpotensi melahirkan burung-burung berkualitas yang mampu bersaing di level nasional pada masa mendatang. Goldenvoice news mengucapkan selamat dan suskes buat istana bintang bird farm. jangan lupa untuk mempermnudahkan dalam beternak bisa memakai pakan perkutut golden voice
Kontak Istana Bintang Bird Farm:
📍 Perumahan Graha Surya Mas Blok I No. 1, Krian, Sidoarjo, Jawa Timur
📞 081259622333





