DANDIM CUP CIAMIS-Kalau ada yang bilang lomba perkutut itu sepi dan hanya urusan burung, mungkin orang tersebut perlu diajak nongkrong ke LPJB Seri 4 Dandim Cup Ciamis, Minggu (07/06/2026). Sebab yang terjadi di Lapangan P3SI Pengda Ciamis kemarin jauh lebih mirip pesta rakyat ketimbang sekadar lomba burung.
Bayangkan saja, mulai dari Ketua Umum P3SI Mayjen TNI (Purn) H. Zainuri Hasyim, jajaran Muspida, tokoh masyarakat, peternak papan atas, sampai kung mania dari berbagai daerah tumplek blek jadi satu. Lapangan yang biasanya tenang mendadak berubah seperti arena reuni akbar keluarga besar perkutut Indonesia.
Di balik kemeriahan itu ada kerja keras H. Jimat selaku Ketua Penyelenggara yang sukses menyulap Dandim Cup menjadi salah satu seri LPJB paling ramai musim ini. Sementara dari sisi liga, H. Nono Subarno, S.H. (Ganesha Bird Farm) kembali menunjukkan mengapa LPJB saat ini menjadi kompetisi yang paling ditunggu-tunggu para pemburu prestasi di Jawa Barat.


Dan tentu saja, semua berlangsung di bawah pengawasan sang nahkoda Pengwil Jabar, Suhartono Hakim SH atau yang akrab disapa Koh Akim, sosok yang selama ini dikenal sebagai motor penggerak kebangkitan perkutut Jawa Barat.
“Kalau peserta pulang dengan senyum, berarti tujuan kami tercapai. LPJB harus menjadi tempat bertanding yang nyaman sekaligus menjadi ajang silaturahmi seluruh kung mania,” ujar Koh Akim.
Di bawah komando Ketua Penyelenggara H. Jimat, gelaran berlangsung megah, tertata rapi, dan mendapat apresiasi luas dari para peserta. Sementara roda kompetisi LPJB musim 2026 terus dikawal oleh Ketua Liga H. Nono Subarno, S.H. (Ganesha Bird Farm) yang kembali membuktikan kapasitasnya menghadirkan kompetisi berkualitas dan penuh gengsi.
Kehadiran Ketua Umum P3SI Pusat Mayjen TNI (Purn) H. Zainuri Hasyim semakin menambah bobot prestisius acara. Tak hanya itu, jajaran Muspida Ciamis turut hadir memberikan dukungan penuh, mulai dari Dandim 0613/Ciamis, Kapolres, Kajari, Sekda Ciamis, Wali Kota Banjar hingga sejumlah tokoh masyarakat dan pencinta perkutut Jawa Barat.
Sebagai nahkoda P3SI Jawa Barat, Suhartono Hakim, S.H. (Koh Akim), terlihat aktif menyambut tamu-tamu penting sekaligus memastikan gelaran berjalan sukses. Kehadiran para petinggi organisasi dan pemerintah daerah menjadi bukti bahwa perkutut bukan lagi sekadar hobi, melainkan bagian dari budaya yang terus berkembang dan mendapat tempat terhormat di masyarakat.
“LPJB bukan hanya kompetisi, tetapi wadah silaturahmi, pembinaan, dan pengembangan kualitas perkutut Jawa Barat. Antusiasme peserta dan dukungan pemerintah daerah menjadi energi besar bagi kemajuan perkutut ke depan,” ujar Suhartono Hakim SH.
Sementara itu, H. Nono Subarno, S.H., mengaku bangga melihat LPJB terus berkembang dan mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan.
“Kami bersyukur LPJB mampu menjadi magnet bagi para PENCINTA perkutut. Semangat persaudaraan, sportivitas, dan kualitas burung yang tampil hari ini menunjukkan bahwa Jawa Barat tetap menjadi salah satu barometer perkutut nasional,” ungkap H. Nono Subarno, S.H.
Tak kalah berbahagia, H. Nurjaman jimat bf selaku tuan rumah menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh pihak yang membuat Dandim Cup berlangsung sukses.
“Kami merasa terhormat atas kehadiran Ketum P3SI, jajaran Muspida, Pengwil Jawa Barat, dan seluruh peserta. Ini menjadi motivasi besar bagi Pengda Ciamis untuk terus berkontribusi memajukan dunia perkutut,” tutur H. Jimat.
RODTANG MASIH RAJA PASUNDAN!
Dari arena pertandingan, kelas paling bergengsi Dewasa Bebas kembali menjadi milik Rodtang, orbitan Nusa bf. Burung fenomenal ini sekali lagi menunjukkan kelasnya sebagai penguasa Tanah Pasundan yang hingga kini belum menemukan lawan sepadan.
Posisi runner-up diraih Acosta milik ALF Team, sementara pendatang baru Srithong milik WA Team sukses mencuri perhatian dengan menembus podium ketiga.
Penampilan Rodtang kali ini semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu perkutut paling ditakuti di Jawa Barat. Stabilitas kerja, kualitas suara, dan mental bertandingnya benar-benar berada di level elit.
DEEP SEA LANJUTKAN TEROR DI PIYIK BEBAS
Persaingan sengit terjadi di kelas Piyik Bebas. Namun, lagi-lagi Deep Sea milik HAAS Team tampil superior dan berhasil mempertahankan dominasinya di papan atas.
Dua jagoan tuan rumah, Pinang (B-24 Team) dan Tadjimalela (Jimat BF), harus puas mengawal di posisi berikutnya setelah gagal membendung performa luar biasa Deep Sea.
DRAGON STAR TAKLUKKAN PASUNDAN
Tim tamu kembali menunjukkan tajinya melalui Dragon Star milik SPA BF Banyumas yang tampil luar biasa di kelas Piyik Yunior.
Dengan kualitas suara dan stabilitas kerja yang mengesankan, Dragon Star sukses menundukkan sederet jagoan lokal dan membawa pulang mahkota juara untuk Blok Tengah.
SADEWA JADI PAHLAWAN! PRIMA RASA TEAM SELAMATKAN MUKA TUAN RUMAH
Saat dominasi tim tamu mulai mengancam, publik Jawa Barat akhirnya bisa bernapas lega berkat aksi heroik Sadewa, amunisi andalan Prima Rasa Team Bandung.
Di kelas Piyik Hanging, Sadewa tampil menggila dan berhasil mengunci gelar juara pertama. Kemenangan ini terasa sangat spesial karena menjadi benteng terakhir yang menyelamatkan kehormatan tuan rumah dari gempuran tim-tim tamu yang sepanjang hari mendominasi podium.
Lebih luar biasa lagi, kemenangan tersebut memperpanjang catatan fantastis Sadewa yang kini sukses meraih empat kemenangan beruntun dari empat penampilan terakhirnya.
KETUM P3SI JADI SAKSI, RODTANG TAMPAR EGO TUAN RUMAH!
Kemenangan Rodtang di arena Dandim Cup Ciamis ternyata memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar menambah koleksi trofi juara. Sebab kali ini, aksi sang diktator podium disaksikan langsung oleh Ketua Umum P3SI Pusat Mayjen TNI (Purn) H. Zainuri Hasyim, yang notabene merupakan salah satu tokoh perkutut yang sangat dekat dengan perkembangan perkutut Jawa Barat.
Di hadapan Ketum P3SI, para petinggi organisasi, Muspida, dan ratusan kung mania yang memadati arena, Rodtang kembali menunjukkan kelasnya sebagai burung yang saat ini sulit dicari tandingannya.
Yang menarik, banyak kung mania menilai kemenangan Rodtang seharusnya tidak hanya dilihat sebagai keberhasilan Nusa Tim semata. Lebih dari itu, hasil ini bisa menjadi tamparan keras sekaligus cambuk motivasi bagi para peternak dan pemain Jawa Barat.
Sebab faktanya, dalam dua penampilan terakhirnya di LPJB, Rodtang selalu berhasil membawa pulang gelar juara pertama. Dan ironisnya, itu terjadi di kandang para jawara Jawa Barat sendiri.
Bagi sebagian orang, ini mungkin sekadar hasil lomba. Namun, bagi mereka yang memahami dunia perkutut, ini adalah pesan yang sangat jelas.
Jawa Barat tidak kekurangan pemain hebat. Jawa Barat tidak kekurangan peternak besar. Tetapi Jawa Barat masih membutuhkan lebih banyak burung kelas monster yang mampu berdiri sejajar dengan Rodtang.
Karena sejujurnya, prestasi seekor burung seperti Rodtang tidak lahir dalam semalam. Di belakangnya ada proses breeding, seleksi, perawatan, mental tanding, dan konsistensi yang luar biasa.
Justru karena itulah, kehadiran Rodtang harus dilihat sebagai pemicu semangat, bukan ancaman.
Sudah saatnya para peternak Pasundan menjadikan fenomena Rodtang sebagai tantangan bersama.
Mencari lawan untuk Rodtang mungkin sulit.
Tetapi menciptakan Rodtang baru dari kandang-kandang Jawa Barat bukan sesuatu yang mustahil.
Apalagi Jawa Barat selama ini dikenal sebagai salah satu gudang peternak terbaik di Indonesia.
Kini pertanyaannya sederhana:
Sampai kapan podium Dewasa Bebas akan terus dikuasai Rodtang?
Apakah musim depan akan lahir penantang baru dari tanah Pasundan yang mampu menghentikan kediktatoran sang penguasa podium?
Atau justru Rodtang akan kembali datang, kembali menang, dan kembali membuat publik Jawa Barat hanya bisa bertepuk tangan menyaksikan pesta kemenangan milik tim tamu?
Waktu yang akan menjawab. Yang pasti, di hadapan Ketum P3SI dan seluruh pencinta perkutut yang hadir di Ciamis, Rodtang telah mengirim pesan keras kepada Jawa Barat: “Kalau ingin merebut takhta ini, ciptakan burung yang lebih hebat dariku!” (foto data : elfin, budi, roy, media online)
sebagai informasi dari goggle berikut data jimat bf :






