ARUNG BINANG TIGA F PECAHKAN REKOR 4 WARNA, RAIH GELAR NASIONAL PERDANA LPI 2026 DI TRUNOJOYO CUP

suasana lomba penuh

ARUNG BINANG TIGA F TERBAIK DEWASA SENIOR-Gelaran hari kedua Liga Perkutut Indonesia (LPI) Seri 3 Trunojoyo Cup 2026 yang mempertandingkan kelas utama DEWASA SENIOR DAN DEWASA JUNIOR bernilai 150 poin benar-benar menyajikan pertarungan kelas wahid. Selain menjadi perebutan gelar juara Trunojoyo Cup, kelas utama ini juga menjadi arena penting dalam perebutan poin klasemen sementara LPI 2026 yang semakin memanas dari seri ke seri.

Sebelum lomba dimulai, persaingan papan atas klasemen sementara memang sudah mulai mengerucut. El Zero Miedo milik Cokro Hindoyo dari Lombok memimpin dengan koleksi 250 poin, dibayangi Mahabrata milik Agil Marsono/Tim JBM Cirebon dengan 215 poin. Di belakangnya menguntit Umar bin Khattab (150 poin), Bisma (140 poin), dan Red Bull (125 poin). Dengan nilai maksimal 150 poin yang diperebutkan, hasil Trunojoyo Cup dipastikan akan sangat berpengaruh terhadap peta persaingan menuju paruh kedua musim.

Lomba dibuka langsung oleh Ketua Umum P3SI Pusat, Bapak Zainury Hasyim, didampingi jajaran Pengurus Pusat P3SI. Suasana semakin meriah dengan penampilan tarian khas Kabupaten Sampang yang menyambut kedatangan para kung mania dari berbagai daerah di Indonesia.

Cuaca cerah dengan panas menyengat mewarnai jalannya lomba. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi kualitas penampilan para peserta. Sejak babak pertama dimulai, bendera tiga warna langsung bertebaran di hampir seluruh blok, menandakan banyaknya burung yang tampil impresif dan saling beradu kualitas suara.

Di tengah ketatnya persaingan itu, satu nama langsung mencuri perhatian publik di lapangan. Gantangan No. 141 kelas dewasa senior tertancap koncer bendera 4 warna menandakan nilai tertinggi. Arung Binang tiga f, jagoan milik H. Sularno dari Tim 3 F, adalah burung yang menjadi sorotan seluruh kung mania yang hadir di lapangan karapan sapi. BURUNG bergelang tiga f ini  tampil luar biasa sejak awal penilaian. Burung yang diketahui memiliki darah juara dari trah Rajendra Magnum M1 tersebut sukses membuat kejutan besar dengan menembus koncer empat warna  pada babak pertama.

Prestasi tersebut langsung menggemparkan arena dan menempatkan Arung Binang sebagai kandidat terkuat untuk meraih podium tertinggi. Tidak hanya unggul pada babak awal, Arung Binang juga mampu mempertahankan kualitas kerjanya hingga babak kedua. Saat para rival berusaha mengejar, tidak ada satu pun yang mampu menyamai konsistensi penampilannya.

Memasuki babak ketiga dan keempat, Arung Binang tiga f tetap tampil stabil. Paket suara yang lengkap, irama yang tertata, angkatan yang kuat, serta mental kerja yang prima membuat burung andalan Tim 3 F tersebut terus memimpin jalannya penilaian. Hingga peluit akhir penjurian dibunyikan, Arung Binang tiga f berhasil mempertahankan keunggulannya dan resmi dinobatkan sebagai Juara 1 Kelas Utama Liga Perkutut Indonesia Seri 3 Trunojoyo Cup 2026.

deny bersama arung binang

berminat dengan betina wa 081904312129

baca syukuran h sularno tiga atas kemenangan arung binang

Kemenangan ini terasa sangat spesial karena selain sukses mengamankan podium tertinggi,  Arung Binang tiga f juga berhasil mencatatkan rekor koncer empat warna serta mempersembahkan gelar nasional perdana di ajang Liga Perkutut Indonesia.

Keberhasilan tersebut semakin menegaskan kualitas genetik yang dimiliki Arung Binang tiga f. Sebagai keturunan langsung Rajendra, salah satu produk terbaik dari trah Magnum M1, Arung Binang menunjukkan bahwa darah juara memang terus mengalir dan mampu berbicara di level kompetisi tertinggi nasional.

Di balik kesuksesan tersebut, ada peran besar Deny Sampang, sosok joki sekaligus perawat bertalenta nasional yang selama ini dikenal piawai menangani burung-burung prestasi. Nama Deny bukanlah sosok asing di dunia perkutut nasional. Sejumlah jawara besar seperti Slipknot, Gorbacep, dan banyak burung papan atas lainnya pernah merasakan sentuhan tangan dinginnya.

Kemampuan Deny dalam membaca karakter burung, menjaga kondisi performa, hingga menentukan setting yang tepat kembali terbukti di Trunojoyo Cup. Arung Binang tampil dalam kondisi terbaiknya dan mampu mempertahankan performa sepanjang empat babak penilaian.

Sementara itu, perebutan posisi runner-up juga berlangsung sengit. Setelah Arung Binang tiga f memastikan diri berdiri di podium tertinggi, perhatian publik tertuju pada pertarungan memperebutkan posisi kedua dan ketiga yang akhirnya berhasil diamankan oleh duet amunisi Tim Carpenter Lombok.

El Zero Miedo, jawara andalan milik Mr. Cokro Hindoyo, kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu burung terbaik di Indonesia saat ini. Meski sudah berjuang keras sepanjang empat babak dan terus memberikan tekanan kepada pemimpin lomba, kali ini takdir belum berpihak kepadanya.

El Zero Miedo akhirnya harus puas mengakhiri lomba di posisi kedua, ditemani rekan satu timnya, Sihir, debutan baru yang tampil mengejutkan dan sukses mengamankan posisi ketiga. Hasil ini sekaligus menunjukkan kekuatan Tim Carpenter Lombok yang berhasil menempatkan dua jagoannya di podium kelas utama Trunojoyo Cup.

Meski gagal meraih kemenangan di seri ketiga, hasil yang diraih El Zero Miedo tetap sangat berharga. Tambahan poin yang diperoleh membuat posisinya semakin kokoh di puncak klasemen sementara Liga Perkutut Indonesia 2026. Konsistensi yang diperlihatkan sejak awal musim menjadikannya burung paling stabil dalam perburuan gelar liga.

Pengamat sekaligus Pemimpin Redaksi Golden Voice News, Anang, bahkan meyakini bahwa El Zero Miedo masih menjadi kandidat terkuat untuk menjadi juara LPI musim ini.

“Melihat performa dan konsistensinya sejak seri pertama hingga seri ketiga, saya masih menempatkan El Zero Miedo sebagai kandidat terkuat juara Liga Perkutut Indonesia 2026. Burung ini selalu hadir di papan atas dan sangat jarang kehilangan poin penting. Prediksi saya, El Zero Miedo masih akan menjadi yang terbaik di LPI 2026,” ujar Anang.

Usai menerima kemenangan bersejarah tersebut, H. Sularno mengaku sangat bersyukur atas pencapaian yang diraih timnya.

“Alhamdulillah, pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan kemudahan dan keberkahan kepada Tim 3 F sehingga Arung Binang bisa meraih prestasi terbaik di Trunojoyo Cup ini. Ini adalah kemenangan yang sangat kami syukuri.”

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Deny yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam keberhasilan Arung Binang.

“Terima kasih kepada Mas Deny yang sudah bekerja luar biasa. Beliau adalah joki bertalenta nasional yang sangat memahami karakter burung. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras bersama.”

Tak lupa, H. Sularno menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh kung mania yang telah memberikan dukungan kepada Arung Binang.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh sahabat kung mania di seluruh Indonesia yang telah memberikan doa, dukungan, dan semangat kepada Arung Binang. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi pada event-event berikutnya.”

Hasil akhir Trunojoyo Cup Seri 3 menjadi bukti bahwa persaingan Liga Perkutut Indonesia musim 2026 semakin menarik untuk diikuti. Tim 3 F sukses mencetak sejarah melalui Arung Binang dengan torehan rekor empat warna dan gelar nasional perdana LPI. Sementara Tim Carpenter Lombok kembali membuktikan kualitasnya dengan menempatkan El Zero Miedo dan Sihir di podium bergengsi nasional.

Selamat kepada Tim 3 F atas kemenangan spektakuler Arung Binang tiga f. Selamat pula kepada Tim Carpenter Lombok yang sukses mengawal El Zero Miedo dan Sihir naik podium. Sebuah hasil yang semakin menegaskan bahwa persaingan menuju gelar Liga Perkutut Indonesia 2026 masih panjang, panas, dan penuh kejutan.

DEWASA SENIOR: ARUNG BINANG TUNTASKAN MISI JUARA, EL ZERO MIEDO PERKOKOH TAKHTA KLASEMEN

Kelas Dewasa Senior yang menjadi kelas utama Liga Perkutut Indonesia Seri 3 Trunojoyo Cup Sampang 2026 benar-benar menghadirkan pertarungan para jawara nasional. Digelar dalam kondisi cuaca panas menyengat, para peserta dipaksa mengeluarkan kemampuan terbaiknya selama empat babak penilaian.

Tampil paling gemilang adalah Arung Binang milik H. Sularno dari ring 3F BSD. Burung berdarah juara Rajendra (Magnum M1) tersebut sukses menunjukkan kualitas terbaiknya sejak babak pertama dengan torehan koncer empat warna yang langsung menggemparkan arena. Konsistensi kerja yang ditunjukkan sepanjang lomba akhirnya mengantarkan Arung Binang meraih podium tertinggi dengan nilai maksimal 150 poin liga.

Kemenangan ini menjadi sangat spesial karena selain menghadirkan rekor koncer empat warna, Arung Binang juga sukses mempersembahkan gelar nasional perdana di ajang Liga Perkutut Indonesia.

Posisi runner-up ditempati El Zero Miedo milik Cokro Hindoyo dari ring Pratama Lombok dengan perolehan 125 poin. Meski gagal mempertahankan dominasi juaranya, El Zero Miedo kembali membuktikan dirinya sebagai burung paling konsisten musim ini. Tambahan poin tersebut membuat posisinya semakin kokoh di puncak klasemen sementara LPI 2026.

Sementara posisi ketiga diamankan Sihir, amunisi baru milik Cokro Hindoyo dari ring Jupiter Lombok. Debutan ini tampil mengejutkan dengan koleksi 100 poin, sekaligus melengkapi keberhasilan Tim Carpenter Lombok menempatkan dua jagoannya di podium nasional.

Posisi keempat menjadi milik Umar bin Khattab, besutan Bambang Supriyanto dari ring Al Khabir Surabaya dengan raihan 90 poin. Sedangkan posisi kelima berhasil diamankan oleh Camelia milik H. Sunahwi dari ring Ababil Sumenep dengan perolehan 80 poin.

Lima Besar Dewasa Senior

🥇 Arung Binang – H. Sularno (3F BSD) – 150 poin
🥈 El Zero Miedo – Cokro Hindoyo (Pratama Lombok) – 125 poin
🥉 Sihir – Cokro Hindoyo (Jupiter Lombok) – 100 poin
4️⃣ Umar Bin Khattab – Bambang Supriyanto (Al Khabir Surabaya) – 90 poin
5️⃣ Camelia – H. Sunahwi (Ababil Sumenep) – 80 poin


MOLEN DAN DUTA DOMISOL TAMPIL MENGESANKAN

Di luar lima besar, persaingan juga berlangsung ketat. Molen milik H. Hairul 3 Bintang dari Pamekasan berhasil mengamankan posisi keenam dengan 70 poin. Penampilannya cukup stabil dan beberapa kali menjadi perhatian dewan juri.

Peringkat ketujuh diraih Duta Domisol milik Aman Sayuti dari Makassar dengan 60 poin, disusul Pandan Wangi milik Puncak Jaya Team Sampang yang mengoleksi 50 poin.

Posisi sembilan dan sepuluh masing-masing ditempati Nustikus milik AF BF Bogor dengan 40 poin, serta Senandung Rindu milik H. Andang dari Atlas Semarang dengan 30 poin.


EL ZERO MIEDO MASIH FAVORIT JUARA LIGA

Meski harus mengakui keunggulan Arung Binang pada Seri 3, banyak pengamat masih menjagokan El Zero Miedo sebagai kandidat terkuat untuk meraih gelar Liga Perkutut Indonesia 2026.

Konsistensinya meraih poin besar pada setiap seri membuat burung andalan Cokro Hindoyo tersebut masih menjadi standar kekuatan di kelas Dewasa Senior. Kehadiran Sihir yang langsung naik podium juga menjadi sinyal bahwa Tim Carpenter Lombok memiliki amunisi berlimpah untuk terus mendominasi persaingan nasional.

Namun, kemenangan Arung Binang di Trunojoyo Cup membuktikan bahwa persaingan menuju gelar liga masih sangat terbuka. Dengan performa yang diperlihatkan di Sampang, bukan tidak mungkin putra Rajendra tersebut akan menjadi ancaman serius pada seri-seri berikutnya.

Trunojoyo Cup akhirnya melahirkan tiga bintang utama: Arung Binang sebagai juara, serta duet El Zero Miedo dan Sihir yang mengawal podium. Sebuah hasil yang semakin memanaskan persaingan menuju puncak Liga Perkutut Indonesia 2026.

DEWASA JUNIOR: BOM ATOM MELEDAK DI SAMPANG, JOKOTOLE DAN TIGA INTAN KAWAL PODIUM

Jika kelas Dewasa Senior menghadirkan duel para bintang nasional, maka kelas Dewasa Junior menjadi ajang unjuk gigi generasi penerus yang kualitasnya tidak kalah mengesankan. Persaingan berlangsung ketat sejak babak awal hingga akhir penilaian, menghadirkan sederet penampilan berkualitas dari berbagai daerah di Indonesia.

Tampil paling menonjol adalah Bom Atom, amunisi milik H. Junaiditim Mas Doel dari Denpasar, Bali. Burung dengan ring AZ tersebut tampil dominan sepanjang penilaian dan akhirnya sukses mengunci posisi juara dengan raihan 150 poin penuh. Penampilan Bom Atom terbilang sangat meyakinkan. Stabilitas suara, irama yang tertata, serta daya kerja yang konsisten membuatnya layak berdiri di podium tertinggi Trunojoyo Cup 2026.

Posisi runner-up berhasil diamankan oleh Jokotole, jagoan milik H. Syaiful Ottoman dari Sumenep. Bermain di tanah Madura, Jokotole mampu memanfaatkan momentum dengan sangat baik. Dukungan publik tuan rumah seolah menjadi energi tambahan bagi burung berring WI tersebut untuk tampil maksimal dan mengumpulkan 125 poin.

Sementara posisi ketiga diraih Tiga Intan milik H.A. Toha dari Sidoarjo. Burung ber-ring Grand tersebut kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu amunisi terbaik Jawa Timur dengan raihan 100 poin.

Menariknya, H.A. Toha juga berhasil menempatkan burung lainnya, Bintang Krian, di posisi keempat dengan koleksi 90 poin. Hasil ini menjadi bukti bahwa Krian masih menjadi salah satu kekuatan besar dalam pembinaan perkutut-perkutut muda berkualitas nasional.

Melengkapi lima besar adalah Desy Ratnasari Reborn milik Dede Primarasa Bandung dengan raihan 80 poin. Burung ber-ring IBO tersebut tampil cukup konsisten sepanjang lomba dan kembali memperlihatkan kualitas trah yang selama ini menjadi andalan  Primarasa.

Lima Besar Dewasa Junior

🥇 Bom Atom – AZ – H. Junaiditim Mas Doel (Denpasar Bali) – 150 Poin

🥈 Jokotole – WI – H. Syaiful Ottoman (Sumenep) – 125 Poin

🥉 Tiga Intan – Grand – H.A. Toha (Sidoarjo) – 100 Poin

4️⃣ Bintang Krian – BLGM – H.A. Toha (Sidoarjo) – 90 Poin

5️⃣ Desy Ratnasari Reborn – IBO – Dede Primarasa (Bandung) – 80 Poin

MUNAROH DAN MERDEKA MENEMPEL KETAT

Di luar lima besar, persaingan juga berlangsung sangat ketat. Munaroh milik Agustardi dari Tanjung Pinang berhasil menempati posisi keenam dengan 70 poin. Penampilannya cukup mencuri perhatian dan beberapa kali mendapat apresiasi dari kalangan pengamat lapangan.

Posisi ketujuh ditempati Merdeka milik Tim JBM Malang dengan 60 poin, disusul Bulgary milik Dede Primarasa Bandung yang meraih 50 poin.

Sementara Nadia milik Hariyanto dari Denpasar, Bali berada di posisi kesembilan dengan 40 poin, dan Power Max Elgasi milik H. Fadli dari Sumenep melengkapi sepuluh besar dengan 30 poin.

DEDE PRIMARASA DAN H.A. TOHA TUNJUKKAN KEDALAMAN MATERI

Selain keberhasilan para juara, kelas Dewasa Junior juga memperlihatkan kedalaman materi yang dimiliki beberapa peternak besar. Nama Dede Primarasa berhasil menempatkan beberapa amunisinya di papan atas melalui Desy Ratnasari Reborn dan Bulgary. Sementara H.A. Toha tampil impresif dengan mengantar dua jagoannya, Tiga Intan dan Bintang Krian, menembus empat besar.

Hasil ini menunjukkan bahwa persaingan di kelas Dewasa Junior ke depan akan semakin menarik. Banyak burung muda berkualitas mulai bermunculan dan siap menjadi bintang baru di pentas nasional.

Keberhasilan Bom Atom meraih gelar juara Trunojoyo Cup sekaligus menjadi sinyal bahwa Bali kini memiliki amunisi yang patut diperhitungkan dalam persaingan perkutut nasional. Namun, dengan ketatnya persaingan yang terlihat di Sampang, perjalanan menuju puncak prestasi masih sangat panjang dan terbuka bagi siapa saja yang mampu menjaga konsistensi performanya di seri-seri berikutnya. (foto: Wiwid. roy, its, medsos, media online)

tetap rawat perututnya dengan pakan perkutut golden voicedan  nantikan beritanya seputar hobi perkutut  di GoldenVoice News

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Related news