Ladinil Bojonegoro, 5 April 2026 , kali ini benar-benar menghadirkan atmosfer berbeda. Bukan hanya soal gengsi dan adu kualitas burung, tetapi juga hadiah unik berupa minyak goreng yang justru menambah semangat para peserta untuk tampil maksimal di gantangan.
Adu Tajam Piyik Bebas & Hanging, Surdadu dan Ontoseno Tak Terbendung
Di kelas Piyik Bebas, Surdadu milik Sujono tampil garang dan tak terbendung. Stabilitas suara serta durasi kerja yang konsisten membuatnya layak berdiri di puncak. Sementara itu, di kelas Piyik Hanging, Ontoseno milik Totok BY juga menunjukkan kelasnya dengan performa rapi dan minim kesalahan.
Persaingan ketat terasa di semua lini. Nama-nama seperti Cah Bagus, Panji Laras, hingga Masaru terus menekan dan membuat jalannya lomba penuh dinamika. Bahkan beberapa burung dengan nilai tinggi belum tentu aman di posisi atas, menandakan kualitas peserta yang semakin merata.

Hadiah Sederhana, Tapi Bikin Semangat Membara
Yang menarik, ladinil bojonegoro memberikan hadiah berupa minyak goreng, meski hanya hadiah sekelas warung sembako justru menjadi daya tarik tersendiri. apalagi Di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus berjalan, hadiah ini terasa dekat dan bermanfaat langsung bagi para peserta.
Suasana pun terasa lebih cair dan penuh canda, namun tetap kompetitif. Para pemenang tidak hanya bangga membawa pulang prestasi, tetapi juga “oleh-oleh dapur” yang nyata manfaatnya.
Latber = Simulasi Menuju LPI
Ketua Pengda Bojonegoro, Arive Nano, kembali menegaskan pentingnya ajang seperti ini sebagai batu loncatan menuju kompetisi lebih besar.
“Latber ini kami arahkan sebagai ajang persiapan bagi rekan-rekan yang akan turun di LPI. Di sini kita bisa melihat kesiapan burung, mental di gantangan, sekaligus evaluasi sebelum tampil di event resmi. Harapannya, dari Bojonegoro bisa lahir burung-burung yang benar-benar siap bersaing di level nasional.”
Menurutnya, latber seperti ini menjadi “uji mental” yang sangat penting, terutama bagi burung-burung muda yang sedang naik performa.
Rahasia Stabil di Gantangan: Perawatan & Pakan
Praktisi perkutut Bambang Sudarsi juga membagikan kunci penting untuk menjaga performa burung agar tetap stabil.
“Kunci utama itu ada di perawatan harian yang stabil. Untuk burung lomba, settingan pakan harus presisi, jangan sering berubah-ubah menjelang naik gantangan. Saya sarankan memakai pakan yang sudah teruji seperti Golden Voice Champion, karena komposisinya lengkap untuk menjaga stamina dan kualitas suara.”
Tak hanya untuk lomba, ia juga menekankan pentingnya pakan berkualitas untuk ternak:
“Untuk indukan, kualitas pakan sangat menentukan hasil anakan. Kalau ingin mencetak piyik unggulan, gunakan pakan berkualitas secara konsisten. Golden Voice Champion ini juga bagus untuk ternak karena membantu menjaga kondisi induk tetap prima dan produktif kebetulan saya juga pakai”
Hasil Ladinil Bojonegoro ini membuat persaingan menuju LPI mulai terlihat seru. Pasukan dari Bojonegoro sangat optimis bisa tampil maksimal dan memberikan prestasi bagi daerahnya.
Ladinil ini membuktikan bahwa kemenangan bukan hanya soal materi burung, tetapi juga strategi, konsistensi, dan perawatan yang tepat. bagi yang belom mendapatkan tropi MINYAK GORENG mungkin bisa coba perawatan dengan memakai PAKAN golden voice dan JAMU GACOR



