Liga Perkutut Madura 2026 Meriah, “Jagoan Lawas” Masih Genit!

peserta makin ramai

 Liga Perkutut Madura 2026 yang digelar Minggu, 8 Februari 2026 di Guluk-Guluk berlangsung meriah dan penuh persaingan. Empat kelas yang dibuka, Dewasa Bebas, Piyik Bebas, Piyik Yunior, serta Piyik Hanging, dipadati peserta dari berbagai kota di Madura hingga luar pulau.

Sejak awal lomba, atmosfer sudah terasa hangat. Deretan gantangan penuh, kru tim sibuk memantau jagoannya, sementara penonton menikmati pertarungan kualitas suara yang silih berganti. (www.goldenvoicenews.com

Senandung Rindu Tak Terbendung di Dewasa Bebas

Di kelas paling bergengsi, Senandung Rindu milik H. Handang dari Semarang tampil sebagai bintang lapangan. Kerja stabil dan konsisten membuatnya meraih 150 poin, unggul dari Kitab Jowo milik Fadli JDR (130 poin) serta Golden Boy milik H. Nisa’i (100 poin).

Handang mengaku bersyukur atas hasil tersebut.

“Alhamdulillah, SENANDUNG RINDU. hari ini bisa kerja maksimal. Persaingan sangat berat karena banyak burung bagus, tapi mungkin memang sudah rezekinya. Terima kasih untuk panitia dan juri,” ujar H Handang.

Las Vegas, Blantika dan Bunga Desa Ikut Bersinar

Di Piyik Bebas, Las Vegas milik Bintang Surya (Bluto, Sumenep) tampil dominan dengan 150 poin, dibayangi Montera dan Susi Susanti.

Sementara itu, Blantika kembali menunjukkan tajinya bersama Dede Primarasa dengan memuncaki Piyik Yunior lewat nilai 150 poin, diikuti Sultan Agung dan Putra Ilusi.

Pada kelas Piyik Hanging, Bunga Desa milik Tim SHD Ketapang tak terbendung dengan 150 poin. Bintang Pantura dan Isabella melengkapi posisi tiga besar.

Penyelenggara Bangga, Lomba Tertib

Pihak penyelenggara mengaku puas melihat antusiasme peserta yang luar biasa. Selain ramai, lomba dinilai berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

“Kami berterima kasih atas kehadiran seluruh kung mania. Peserta penuh, tapi alhamdulillah semua tetap tertib dan menjunjung sportivitas. Ini yang kami harapkan dari Liga PERKUTUTAN Madura,” ungkap salah satu tokoh penyelenggara.

Hal senada disampaikan Kacong, juri pengawas, yang memantau jalannya lomba dari awal hingga akhir.

“Saya senang melihat lomba tetap kondusif walaupun gantangan penuh. Peserta dewasa, panitia solid, sehingga penilaian bisa berjalan nyaman,” kata Kacong.

Diharapkan Jadi Barometer Nasional

Tokoh perkutut Madura, Haji Azis AZ, juga mengapresiasi ramainya gelaran ini. Ia berharap Liga Perkutut Madura bisa menjadi tolok ukur bagi perkembangan dunia perkutut di tanah air.

“Luar biasa, ini bukti kung mania sangat cinta dengan liga di Madura. Semoga ke depan bisa menjadi barometer bagi kung mania Nusantara,” ujar Haji Azis AZ.

Dengan kualitas burung yang terus meningkat dan dukungan komunitas yang kuat, Liga Perkutut Madura semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu magnet lomba di Indonesia. Para juara baru lahir, pemain lama tetap tangguh, dan persaingan di seri berikutnya dipastikan akan semakin panas. tetap eksis dengan perawatan memakai Pakan Perkutut Golden

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Related news