Taklukkan Banyak Jago Lokal, “MAHAMERU” Teratai BF Kalah Tipis dari Gowata. 10

H FADIL JALIL NEBERINA TROPY

Taklukkan banyak jago lokal. “MAHAMERU” Teratai BF kalah tipis dari Gowata.— Liga Perkutut Sulawesi Selatan 2025 memang telah berakhir beberapa minggu silam dan memunculkan juara umum baru bernama Gowata. Meski kompetisi telah rampung, aura persaingan antara Mahameru dan Gowata yang berlangsung hingga seri penutup di Belawa masih terasa hingga kini. Kung Mania Sulsel masih kerap membicarakan serunya seri pamungkas tersebut, yang—sebagaimana telah kita ketahui bersama—berakhir dengan Gowata sukses merebut podium terbaik.

Dari persaingan ketat yang melibatkan nama-nama jagoan lintas daerah tersebut, satu nama sempat mencuri perhatian serius, yakni Mahameru, perkutut ring Teratai Bird Farm Semarang milik Haji Fadil Jalil. Burung ini terlibat duel keras dengan perkutut kualitas nasional 4 warna Nalendro, milik tim Kepala Ikan Sno, Haji Abu.

Berkat kestabilannya dalam meraih poin, Mahameru sukses menapakkan prestasi tinggi dengan mengoleksi poin terbanyak kedua sepanjang gelaran liga. Sebuah capaian prestisius yang menempatkannya tepat di bawah Gowata, jagoan milik Adnan Tanadoang BF, yang tampil konsisten di akhir liga dan akhirnya dinobatkan sebagai Juara Umum Liga Perkutut Sulawesi Selatan 2025.

Bagi Haji Fadil Jalil, capaian ini menjadi kebahagiaan tersendiri. Bahkan, ia mengaku tak menyangka mampu bersaing di kelas dewasa senior yang terkenal sangat keras dalam peta kompetisi perkutut di wilayah Sulawesi Selatan—sebuah daerah yang dikenal memiliki basis Kung Mania yang solid serta atmosfer lomba yang fanatik.

Sementara itu, dominasi Gowata milik Adnan Tanadoang BF sebagai juara umum tidak menafikan sinar Mahameru. Justru persaingan keduanya menjadi narasi utama liga, menghadirkan rivalitas sehat yang mengangkat pamor Liga Sulsel 2025 sebagai salah satu liga paling kompetitif tahun ini karena saling taklukkan satu sama lain.

Dengan raihan poin runner-up liga, Mahameru kini resmi tercatat sebagai salah satu perkutut terbaik di Liga Sulsel 2025. Prestasi ini diyakini akan membuka jalan lebih lebar bagi Teratai Bird Farm Semarang untuk terus mengirimkan amunisi terbaiknya ke ajang-ajang besar di Sulawesi, sekaligus memperkuat peta persaingan perkutut nasional dari barat hingga timur Indonesia. Untuk menghadapi persaingan liga 2026, Haji Fadil Jalil berencana menambah kekuatan jagoannya karena dirinya yakin tahun 2026 persaingan dipastikan lebih seru karena banyak burung-burung baru masuk dari Jawa, dan lawan terberat masih dari tim kepala ikan Haji abu/sno dan tentunya Kung Mania Palu dengan jagoan mahalnya Tiga Berilian cs.

https://youtube.com/shorts/FvGr9ySdpQM?si=EfSABTm3KsLDVGVa

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Related news