Defri Eyaka Cairkan Singa Bukit Menjelang Orang Bermimpi Jual Mahal Kututya.#1

Pergi ke LPI Menikmati Kopi Caruban, Tak Pusing Mikir Laku setelah Juara.

Transaksi panas kembali mengguncang dunia perkutut nasional. Burung prospek papan atas, Singa Bukit ring Bintang Agung, milik Defri Eyaka, akhirnya resmi berpindah tangan dalam sebuah super deal yang terjadi secara senyap namun menggigit—langsung menuju markas besar Team RM milik Big Boss H. Yaziz di Pamekasan, Madura.

Tak sekadar pindah kandang, Singa Bukit kini masuk ke orbit perawatan elit. Nama besar perawat nasional Om Apunk Damara dan Om Bahrul Ulum Jr. langsung disiapkan sebagai nahkoda performa, mempertegas bahwa burung ini bukan sekadar koleksi—tapi amunisi serius untuk mengguncang panggung Liga Perkutut Indonesia (LPI).

Padahal sebelumnya, Singa Bukit sempat digoda oleh Koh Akim, Ketua Pengwil Jabar, dengan angka pembuka di kisaran 30 juta. Namun, seperti drama klasik bursa burung kelas atas, tak semua tawaran berujung pada akad. Tak ada kesepakatan serius—dan justru arah cerita berbalik. Defri Eyaka malah memilih melepas burungnya ke pihak yang dianggap “lebih siap tempur”.

Menariknya lagi, Singa Bukit sejatinya sudah dipersiapkan untuk tampil di seri perdana Cinta Satwa dalam gelaran LPI. Namun, rencana tinggal rencana—deal lebih cepat datang dibanding debutnya di gantangan.

Nama Defri Eyaka sendiri bukan pemain baru dalam urusan transaksi kelas kakap. Rekam jejaknya bicara keras. Dua nama legendaris seperti Mandalika dan Superman pernah “disentuh” olehnya saat proses perpindahan kepemilikan. Artinya? Insting bisnisnya bukan sekadar feeling—tapi naluri predator.

Di saat banyak kung mania masih bermimpi burungnya juara dulu baru laku mahal, Defri sudah bermain di level berbeda. Lomba bukan lagi soal menang atau kalah—tapi ruang sosial, tempat ngopi, makan tengkleng, dan berburu relasi. Sementara transaksi? Itu urusan yang sudah “jadi kebiasaan”.

Yang jarang terungkap: di balik performa dan nilai jual burung-burung miliknya, Defri Eyaka juga dikenal sebagai kung mania yang rutin memakai pakan perkutut Golden Voice. Dalam perawatan hariannya, ia mengandalkan bijian Golden Voice yang lengkap dan bersih. Menurutnya, kualitas pakan sangat berpengaruh—burung jadi lahap makan, lebih rajin bunyi, dan pada akhirnya meningkatkan nilai jual. “Bonusnya ya itu… terjual, insyaallah,” ujarnya santai sambil tertawa renyah seperti kebanyakan orang yang habis terima transferan jual kutut.

🔥 Pesannya jelas:
Yang lain masih mengejar mimpi; Defri Eyaka sudah bangun… dan sekarang tinggal menghitung lembaran merah dari Singa Bukit.

Kini publik menunggu—apakah Singa Bukit akan benar-benar “mengaum” di bawah bendera Tim RM? Atau justru kembali jadi komoditas panas di bursa berikutnya?

Satu hal pasti…
Permainan sudah naik level.

Kung mania mau profilnya di sosialisasikan seperti om defri eyaka di klik aja no wa

suara bintang agung

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Related news