BREWOK ADIK SIHIR MENGGANAS!
Kepengurusan baru Pengda Jombang langsung menunjukkan kelasnya. Latihan Dinilai yang digelar di Lapangan Sagu BF, Sumobito, Minggu (5/7) sukses menjadi magnet bagi kungmania dari berbagai daerah. Sejak pagi hingga lomba usai, suasana lapangan dipenuhi peserta dan penonton yang ingin menyaksikan persaingan para jawara terbaik sekaligus menguji amunisi baru di bawah kepemimpinan Agung Hariadi sebagai Ketua Pengda Jombang periode 2026–2031.
Agenda perdana ini menjadi bukti bahwa gairah hobi perkutut di Kota Jombang tetap hidup dan terus berkembang. Berkat koordinasi panitia yang dikomandoi Imam BTC, seluruh rangkaian acara berjalan tertib, nyaman, dan mendapat apresiasi dari para peserta. Tidak sedikit kungmania yang berharap Pengda Jombang terus menghadirkan gelaran berkualitas seperti ini karena mampu menjadi wadah lahirnya calon jawara nasional.
Agung Hariadi pun mengapresiasi kerja keras seluruh panitia dan pengurus yang telah bekerja kompak untuk menyukseskan agenda perdana tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh panitia, pengurus, sponsor, dan kungmania yang telah mendukung acara ini. Semoga kekompakan ini terus terjaga sehingga Pengda Jombang semakin maju dan mampu menghadirkan event-event yang lebih besar lagi,” ungkap Agung.
Persaingan di hampir seluruh kelas berlangsung panas. Banyak burung muda tampil mengejutkan dan memperlihatkan kualitas yang siap bersaing di level nasional. Namun, dari sekian banyak jawara yang tampil, satu nama benar-benar menjadi pusat perhatian seluruh lapangan, yakni BREWOK.

Brewok Buktikan Darah Juara, Adik SIHIR Ledakkan Dua Kali 4 Warna
Burung bergelang Jupiter milik Mr. Cokro Hindoyo dari Tim Carpenter Lombok tampil luar biasa di kelas Piyek Bebas. Sejak babak awal, Brewok memperlihatkan irama suara yang stabil, anggun, bervolume, dan penuh tenaga. Penampilannya semakin menggila ketika dua kali meraih koncer 4 warna, sebuah prestasi yang membuat seluruh kungmania memberikan tepuk tangan meriah. HEBATNYA LAGI, brewok mengalahkan juara LPI Semarang Ummar bin Khatab milik Bambang S dan burung bandrol 500 juta Mutiara Timur.
Sebagai adik kandung jawara nasional SIHIR, Brewok seolah membuktikan bahwa kualitas trah Jupiter memang tidak pernah habis melahirkan burung-burung hebat. Penampilannya di Jombang menjadi sinyal bahwa satu bintang baru mulai bersinar dan siap meramaikan persaingan nasional.
Hasil spektakuler ini membuat Tim Carpenter Lombok semakin percaya diri menatap agenda bergengsi berikutnya, yaitu KLH Cup Bekasi.
Mr. Cokro Hindoyo mengaku sangat puas dengan perkembangan Brewok yang terus menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu.
“Alhamdulillah saya sangat senang melihat Brewok tampil maksimal dan mampu meraih dua kali koncer 4 warna. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik. Harapan saya Brewok bisa menjadi tandem yang kuat bersama Zero Meido dan Sihir di event-event nasional. Semoga saat tampil di KLH Cup nanti semuanya bisa memberikan hasil terbaik,” ujar Cokro Hindoyo.
Optimisme yang sama juga disampaikan Gus Yogi. Menurutnya, penampilan brewok menjadi bukti bahwa adik Sihir tersebut memiliki mental dan kualitas untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
“Kami sangat senang dengan kinerja Brewok. Sebagai adik Sihir, dia berhasil membuktikan kualitasnya dengan menembus dua kali 4 warna. Ini menjadi modal yang sangat bagus. Harapannya saat tampil di Bekasi nanti Brewok bisa kembali bekerja maksimal dan membawa kebanggaan untuk Tim Carpenter,” tutur Gus Yogi.
Tim Carpenter juga tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada Koh Hamid Jupiter atas dukungan dan kepercayaan yang selama ini diberikan.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Koh Hamid Jupiter yang selalu memberikan dukungan dan kepercayaan kepada kami. Semoga silaturahmi ini terus terjalin dan semakin banyak melahirkan burung-burung berkualitas yang mampu berprestasi di tingkat nasional,” ungkap perwakilan Tim Carpenter.
Selain Brewok, kelas Piyek Yunior juga menghadirkan kejutan lewat kemenangan Bon Jovi milik Galih Nusantoro dari Tulungagung. Burung bergelang GNP tersebut tampil konsisten hingga berdiri di podium tertinggi. Sementara dua produk Jupiter, Pancasona Jr dan Derby King, ikut melengkapi dominasi dengan finis di posisi berikutnya.
Persaingan sengit juga terjadi di kelas Piyek Hanging. Gendis Boys milik Kahimsu asal Pasuruan sukses mencuri podium utama setelah tampil stabil sepanjang penilaian. Pinot dan Black Jack terus memberikan tekanan hingga babak akhir sehingga kelas ini menjadi salah satu pertarungan paling seru sepanjang gelaran.
Suksesnya Latihan Dinilai perdana Pengda Jombang menjadi bukti bahwa organisasi baru langsung bekerja dengan langkah nyata. Di sisi lain, lahirnya nama Brewok sebagai bintang lapangan semakin menambah panas persaingan menuju event-event besar berikutnya.
Kini perhatian kungmania mulai mengarah ke KLH Cup Bekasi. Dengan performa yang sedang menanjak dan modal dua kali koncer 4 warna, Brewok dipastikan akan turun bersama dua andalan lainnya, Zero Meido dan SIHIR, sebagai trisula andalan Tim Carpenter Lombok. Bila mampu mempertahankan performa seperti di Jombang, bukan tidak mungkin Brewok akan menjadi fenomena baru yang mengguncang panggung perkutut nasional.
KELAS PIYIK YUNIOR: BON JOVI TAMPIL ROCK N’ ROLL, DUET JUPITER MENGAWAL PODIUM
Di kelas Piyik Yunior, perhatian tertuju kepada Bon Jovi milik Galih Nusantoro dari Tulungagung. Sesuai namanya, Bon Jovi tampil penuh percaya diri dan konsisten dari awal hingga akhir penilaian. Burung bergelang GNP tersebut sukses mengungguli para pesaingnya dan berdiri kokoh di podium juara pertama.
Sementara itu, dominasi trah Jupiter kembali terlihat lewat penampilan Pansacona Jr dan Derby King milik Soni Hartanto Surabaya. Kedua jawara tersebut tampil stabil dan berhasil mengunci posisi kedua serta ketiga. Hasil ini kembali membuktikan kualitas produk Jupiter yang tetap menjadi salah satu ring paling kompetitif di kelas-kelas muda.
KELAS PIYIK HANGING: GENDIS BOYS TAK TERBENDUNG, PINOT DAN BLACK JACK BERIKAN PERLAWANAN
Persaingan di kelas Piyik Hanging tak kalah menarik. Gendis Boys milik Kahimsu asal Pasuruan menjadi bintang lapangan setelah tampil konsisten dan mampu mengungguli lawan-lawannya. Burung bergelang Only tersebut memperlihatkan performa matang yang mengantarkannya naik ke podium tertinggi.
Di posisi kedua, Pinot Jr. milik Ismail dari Mojokerto bergelang Rafi terus memberikan tekanan sepanjang penilaian. Meski harus puas menjadi runner-up, penampilannya tetap mendapat apresiasi dari banyak kungmania.
Sementara itu, Black Jack milik Bambang Tarzan asal Caruban bergelang Cristal melengkapi tiga besar setelah tampil cukup stabil hingga akhir babak. Kehadiran ketiga jawara ini membuat kelas Hanging menjadi salah satu kelas yang paling seru dan kompetitif di gelaran Latihan Dinilai Pengda Jombang Cup 2026. SUMBER media online dan medsos TETAP BERSAMA pakan perkutut golden voicenantikan info seputar lomba perkutut web site idola kung maniaÂ






