GOWA CUP 2 Lanjutan liga Perkutut Sulawesi 2026 Putaran Kedua yang digelar Pengwil P3SI Sulawesi Selatan bersama Pengda P3SI Gowa pada Minggu (14/6/2026) sukses menciptakan atmosfer luar biasa di Lapangan Perkutut Eks Terminal Toddopuli Makassar. Peserta masih hangat memenuhi arena lomba bersaing dengan rosokan mobil-mobil mangkrak seperti proyek ambisius penguasa Konoha.
Target awal panitia sekitar 80 peserta bahkan terlampaui setelah jumlah pendaftar menembus lebih dari 100 ekor. Seluruh kelas yang dibuka, mulai dari Dewasa Bebas, Piyik Bebas, Piyik Yunior hingga Piyik Hanging. Kemeriahan acara semakin lengkap dengan pembagian berbagai doorprize menarik, mulai dari sangkar elektronik hingga produk pakan Golden Voice yang menjadi incaran para peserta.
Di balik suksesnya acara, terdapat satu faktor utama yang menjadi fondasi kuat, yakni kekompakan pengurus dan komunitas perkutut Sulawesi Selatan. Kekompakan tersebut terlihat nyata dari kondisi lapangan yang bersih, rapi, dan nyaman. Perawatan rutin yang dilakukan setiap pekan oleh Wakil Ketua Pengwil P3SI Sulawesi Selatan, Ustaz Ahmad Adnan, membuat Lapangan Toddopuli selalu siap menyambut para peserta dalam kondisi terbaik.
Ketua Pengda P3SI Gowa, Bambang Sigit TN, mengaku bangga melihat antusiasme peserta yang jauh melampaui ekspektasi panitia.
“Alhamdulillah, dukungan kung mania pada Liga Sulawesi Seri 2 benar-benar luar biasa. Target peserta yang kami pasang terlampaui jauh. Ini menjadi bukti bahwa semangat penghobi perkutut di Sulawesi Selatan masih sangat besar. Kami berharap antusiasme ini terus berlanjut hingga Figa Cup dan Liga Sulsel Seri 3 mendatang,” ujar Bambang.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pengurus, panitia, sponsor, dan peserta yang selama ini terus mendukung perkembangan dunia perkutut di Sulawesi Selatan.
“Kesuksesan acara ini bukan karena kerja satu atau dua orang, melainkan hasil kekompakan seluruh pengurus, panitia, dan peserta. Semoga pada Seri 3 nanti suasananya lebih meriah lagi dengan hadirnya peserta dari luar daerah serta berbagai agenda menarik yang sedang kami siapkan,” tambahnya.
Senada dengan itu, Ketua Pengwil P3SI Sulawesi Selatan Ir. Wisnu Wibawa memberikan apresiasi atas kerja keras panitia yang berhasil menghadirkan lomba sesuai harapan para kung mania.
“Liga Sulawesi bukan sekadar lomba, tetapi menjadi wadah silaturahmi dan pemersatu kung mania. Melihat lapangan penuh peserta dan suasana yang begitu hangat tentu menjadi kebanggaan bagi kami semua,” kata Wisnu.
Namun, euforia Seri 2 tampaknya baru menjadi pembuka. Perhatian para penghobi kini mulai tertuju pada Figa Cup yang akan menjadi bagian dari Liga Sulawesi Selatan Seri 3 mendatang.
Sejumlah informasi yang berkembang di kalangan kung mania menyebutkan adanya kemungkinan kehadiran peserta dari Palu untuk meramaikan persaingan. Selain itu, muncul pula wacana lelang burung-burung berkualitas dari Atlas dan beberapa ring ternama dari Pulau Jawa yang berpotensi menjadi daya tarik tambahan.
Jika seluruh agenda tersebut terealisasi, maka Figa Cup diprediksi menjadi salah satu gelaran paling bergengsi yang pernah digelar di Sulawesi Selatan. Tidak hanya menjadi arena perebutan prestasi, tetapi juga menjadi pusat silaturahmi dan transaksi burung-burung berkualitas.
“Jika rencana kehadiran kung mania dari Palu dan lelang burung dari beberapa ring ternama Jawa dapat terwujud, saya yakin Figa Cup akan menjadi salah satu gelaran terbesar dan paling menarik yang pernah digelar di Sulawesi Selatan,” lanjut Wisnu.
Menghadapi Liga Sulsel Seri 3, para peserta mulai diingatkan untuk mempersiapkan amunisi terbaiknya sejak sekarang. Perawatan harian, kebersihan kandang, latihan rutin, hingga pengaturan kondisi burung menjadi faktor penting untuk meraih hasil maksimal.
“Kami mengajak seluruh kung mania mulai mempersiapkan burung terbaiknya untuk Figa Cup dan Liga Sulsel Seri 3. Persaingan dipastikan semakin menarik. Rawat burung dengan baik, jaga kondisi dan performanya, serta berikan pakan berkualitas agar siap tampil maksimal ketika naik ke kerekan,” pesan Wisnu.
Kabar baik bagi penghobi perkutut di Sulawesi Selatan: pakan Golden Voice kini kembali hadir di Makassar. Kehadiran produk yang sudah dikenal luas di kalangan kung mania ini diharapkan dapat membantu para peserta dalam menjaga performa burung menjelang Figa Cup dan Liga Sulsel Seri 3.
Jika Seri 2 sudah mampu menghadirkan lebih dari 100 peserta dan membuat arena Toddopuli bergemuruh, maka Figa Cup dan Liga Sulsel Seri 3 berpotensi menghadirkan persaingan yang jauh lebih panas. Mesin kompetisi mulai dipanaskan, para jawara mulai bersiap, dan Toddopuli kembali menunggu lahirnya bintang-bintang baru dunia perkutut Sulawesi.
Mahameru Mengamuk, Gajamada Tak Terbendung, Sandaran Hati Bikin Lawan Patah Hati
Liga Perkutut Sulawesi 2 Gowa Cup 2 benar-benar menyajikan pertarungan panas di Lapangan Eks Terminal Toddopuli Makassar, Minggu (14/6/2026). Lebih dari 100 peserta memadati arena dan menghadirkan duel kualitas yang membuat juri harus bekerja ekstra hingga babak terakhir.
Empat kelas utama berlangsung ketat. Burung-burung terbaik Sulawesi saling adu performa demi mengamankan poin dan posisi podium. Berikut ulasan seru lima besar masing-masing kelas.

DEWASA BEBAS: Mahameru Mengamuk, Nalendro Terpaksa Mengalah
digowa cup 2 Kelas paling bergengsi ini menjadi panggung kemenangan Mahameru, amunisi milik Fadil Jalil Makassar, produk Teratai. Sejak awal penilaian, Mahameru tampil stabil dan konsisten hingga sukses mengumpulkan 150 poin sempurna.
Di posisi kedua, Nalendro milik H. Abu/SNO Makassar, produk WH, juga tampil luar biasa dengan raihan 125 poin. Sayangnya, performa Mahameru kali ini memang sulit dibendung.
Persaingan perebutan posisi tiga besar berlangsung sengit. Gowata milik Achmad Adnan Gowa, produk Adenium, berhasil mengamankan posisi ketiga dengan 100 poin, unggul atas rekan sekandangnya, Robicon milik Kasmir Bone, yang mengoleksi 75 poin.
Sementara posisi kelima menjadi milik Meteor andalan H. Majid Makassar, produk Godbless dengan torehan 50 poin.
Lima Besar Dewasa Bebas
🥇 Mahameru – Fadil Jalil (150)
🥈 Nalendro – H. Abu/SNO (125)
🥉 Gowata – Achmad Adnan (100)
🏅 Robicon – Kasmir (75)
🏅 Meteor – H. Majid (50)
PIYIK BEBAS: Gajamada Berjaya, Rolex Tak Cukup Mewah
Di kelas Piyik Bebas, nama Gajamada milik Marlin Makassar, produk Aqil, tampil sebagai penguasa arena. Burung muda ini tampil dominan dan berhasil mengamankan nilai maksimal 150 poin.
Posisi kedua ditempati Kaka milik Didit Makassar ring TN dengan 125 poin. Sedangkan Rolex milik M. Akbar Pangkep ring JB harus puas berada di posisi ketiga meski tampil cukup menjanjikan dengan 100 poin.
Perebutan posisi empat dan lima juga berlangsung ketat. Takdisangka milik H. Madong dan Tatajaya milik H. Majid sama-sama memberikan perlawanan sengit hingga akhir babak.
Lima Besar Piyik Bebas
🥇 Gajamada – Marlin (150)
🥈 Kaka – Didit (125)
🥉 Rolex – M. Akbar (100)
🏅 Takdisangka – H. Madong (75)
🏅 Tatajaya – H. Majid (50)
PIYIK YUNIOR: Antasene Tak Tersentuh, Chizungtsang Mengancam
Kelas Piyik Yunior menghadirkan persaingan paling merata. Namun, di tengah ketatnya kompetisi, Antasene milik Hasmin Bone ring Nayara berhasil tampil paling meyakinkan dan mengunci podium utama.
Posisi kedua diraih Empugandring milik Kak Iful Makassar, produk Ompo yang terus menempel ketat hingga babak akhir.
Sementara Bulusaraung milik Fadil Jalil Makassar ring Locksmith mengamankan posisi ketiga setelah berhasil mengungguli pesaing-pesaing berat lainnya.
Nama Deisbel milik Chizungtsang Sidrap dan Tango milik Ilham Makassar melengkapi daftar lima besar setelah menunjukkan performa yang cukup stabil sepanjang penjurian.
Lima Besar Piyik Yunior
🥇 Antasene – Hasmin (Bone)
🥈 Empugandring – Kak Iful
🥉 Bulusaraung – Fadil Jalil
🏅 Deisbel – Chizungtsang
🏅 Tango – Ilham
PIYIK HANGING: Sandaran Hati Bikin Lawan Patah Hati
Jika ada kelas yang paling dramatis, maka jawabannya adalah Piyik Hanging. Sandaran Hati milik Egy Moncoloe, produk SDA, tampil sangat meyakinkan dan berhasil menjadi jawara.
Di posisi kedua ada Antareja milik Hasmin Bone ring Nayara yang terus memberikan tekanan hingga babak akhir.
Sementara Arya Kamandanu, orbitan Pak Adnan Gowa, di Tanadoang sukses merebut posisi ketiga setelah mengungguli sejumlah pesaing kuat lainnya.
Posisi empat dan lima ditempati baliho milik Sigit Gowa dan Princes milik Iwan Makassar, produk Adenium.
Lima Besar Piyik Hanging
🥇 Sandaran Hati – Egy Moncoloe
🥈 Antareja – Hasmin
🥉 Arya Kamandanu – Pak Adnan
🏅 Baliho – Sigit
🏅 Princes – Iwan
Menuju Figa Cup, Persaingan Dipastikan Lebih Panas
Suksesnya Liga Sulawesi #2 menjadi sinyal kuat bahwa dunia perkutut Sulawesi Selatan sedang berada dalam masa keemasan. Dengan peserta yang membludak, lapangan yang terawat, serta dukungan penuh dari para kung mania, perhatian kini mulai mengarah ke Figa Cup dan Liga Sulsel Seri 3.
Kabar kemungkinan hadirnya kung mania Palu serta wacana lelang burung dari Atlas dan beberapa ring ternama Jawa membuat tensi persaingan dipastikan semakin panas.
Kini saatnya para peserta mulai mempersiapkan amunisi terbaiknya. Rawat burung secara maksimal, tingkatkan performa harian, dan jangan lupa dukung kebutuhan nutrisi dengan pakan Golden Voice yang kini kembali tersedia di Makassar.
Toddopuli sudah panas. Seri 3 diprediksi bisa lebih panas lagi




