Mutiara Timur Makin Mengila, Sempat Terpeleset dari Koncer 4 warna. #hari 1 LPI.

Mutiara Timur, Sadewa Raja Piyek di alun alun reksogati

Mutiara Timur, Sadewa Perkasa, Ring Pizzaro “Brace” di Liga Perkutut Indonesia Seri 1 – Cinta Satwa Cup Caruban Kelas Piyek.

Caruban, Madiun – Gelaran perdana Liga Perkutut Indonesia (LPI) Seri 1 bertajuk Cinta Satwa Cup  digelar di Alun-alun Reksogati, Caruban, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Sabtu dan besok Minggu (11–12 April 2026). Even yang memperebutkan Trofi Bupati Caruban ini menjadi pembuka kompetisi nasional berseri selama tahun 2026 dan  mendapat sambutan luar biasa dari kung mania berbagai daerah. Terbukti pada gelaran Sabtu, 11 April, semua tiket ludes terjual.

Berlokasi di kawasan alun-alun yang representatif dan terbilang mewah, lomba dimulai sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai. Panitia membuka total lima kelas dengan tiket Rp200.000 per peserta. Dari data yang dihimpun, tingkat partisipasi mencapai sekitar 97 persen, dengan dominasi peserta pada kelas-kelas piyek. Adapun untuk kelas dewasa yang akan diadakan hari Minggu besok tercatat 97 persen dari total 8 blok yang dibuka.

Tim juri lintas pengwil dari Jabar, Jabodetabek, Jateng, DIY hingga Jatim tampil solid dan profesional. Dengan sistem penilaian empat babak berdurasi 40 menit per babak, kualitas dan konsistensi kerja burung benar-benar diuji secara menyeluruh.

Panitia juga menyiapkan berbagai doorprize menarik yang semakin menambah semarak suasana. Di antaranya 2 unit sepeda motor baru, 2 unit sepeda listrik, serta hadiah hiburan seperti TV LED, kipas angin, kompor gas, dan lainnya. Kehadiran doorprize ini menjadi daya tarik tambahan bagi peserta maupun penonton yang hadir. Dan untuk lomba hari Sabtu, pemenang doorprize utama adalah tim Chelsea & Cak Goendul yang mendapat rezeki sebuah unit motor baru seharga 20 juta. Bisa dikatakan ini rezeki luar biasa pasca Lebaran.

Menariknya, Alun-alun Caruban seakan benar-benar bersahabat dengan Cak Goendul. Selain membawa pulang hadiah utama, timnya juga berhasil mencatatkan prestasi di beberapa kelas. Di antaranya:

  • Kelas PB meraih Juara 7 dari 6 blok
  • Kelas PY meraih Juara 11 dari 5 blok
  • Kelas Hanging menempatkan burungnya di posisi 19 dan 20 dari 4 blok

Hasil tersebut menjadi bukti konsistensi tim dalam menjaga performa burung di tengah ketatnya persaingan kelas piyek yang full peserta.

cak goendul hoki

Pada hari pertama, Sabtu (11/4), kelas Piyek Bebas, Piyek Yunior, dan Piyek Hanging menjadi magnet utama. Seluruh blok yang dibuka, yakni masing-masing 5 blok untuk Piyek Bebas dan Yunior serta 4 blok untuk Piyek Hanging, terisi penuh. Cuaca cerah turut mendukung jalannya lomba, sehingga penampilan burung-burung piyek mampu tampil maksimal dan menyuguhkan persaingan ketat sejak awal gantangan.

Atmosfer kompetisi terasa hidup mengingat ini seri perdana dan ditunggu-tunggu oleh seluruh kung mania Nusantara, apalagi selama digelar lomba nasional baru pertama kali Caruban jadi tuan rumah. Kelas piyek yang dikenal sebagai barometer regenerasi perkutut nasional benar-benar menunjukkan kualitas terbaiknya di seri pembuka ini. hasil trainign di setiap pekan diwilayah masing-masing terbukti manjur dengan dipertontonkan di alun-alun reksogati.

ULASAN PERLOMBAAN KETIGA KELAS

PIYEK BEBAS: MUTIARA TIMUR TAK TERBENDUNG

Kelas bergengsi Piyek Bebas berhasil dimenangkan oleh Mutiara Timur milik H. Nunu Pesona/Toro Gajah (Depok/Jombang). Tampil stabil sejak awal penilaian, burung ring Pizzaro ini menunjukkan performa matang dan konsisten, mengungguli pesaing-pesaing kuat di papan atas, termasuk mengalahkan senior sepadepokan Mas Billah yang merawat Acosta.

Tampilan Mutiara Timur sendiri terbilang keren. Burung milik H. Nunu Pesona/Toro Gajah tampil terlalu tangguh untuk disaingi para rivalnya. Burung ini menunjukkan performa nyaris sempurna dengan torehan koncer 3 item selama 4 babak penuh,

Bahkan, performanya sempat berada di ambang koncer 4 warna—sebuah level penilaian tertinggi yang jarang terjadi bagi toro gajah selepas era Gajahmada. Namun sayang, momentum tersebut sedikit terpeleset saat dalam pantauan juri, sehingga harus puas dengan raihan koncer 3 item di empat babak penuh.

Meski gagal menyentuh 4 warna, penampilan Mutiara Timur tetap dinilai luar biasa dan menjadi salah satu yang paling dominan di arena. Konsistensi dan kualitasnya di LPI kali ini semakin menegaskan bahwa burung ini layak diperhitungkan sebagai bintang besar di kelas piyek ke depan.

Menariknya lagi, Mutiara Timur merupakan adik dari burung fenomenal bernilai 200 juta milik H. Malelang Palu, yang semakin menegaskan bahwa trah unggul jebolan Grand Master Surabaya ini memang mantap.

Acosta sendiri, meski hanya tampil sebagai juara ke-2, burung milik Wewe ALF dari Malang mulai menemukan mental bertandingnya. Di posisi ketiga diikuti Bintang Krian milik HA Toha yang juga tampil solid. Sementara itu, nama Pramando mencuri perhatian dengan menempatkan dua burungnya, Pallaton dan Paruez, di jajaran 10 besar.

Persaingan di kelas ini menunjukkan peta kekuatan yang cukup merata, dengan Surabaya juga mengirimkan tiga wakil di 10 besar melalui Giratika, Umar Bin Khatab, dan AW Spektrum.

Mutiara timur juara kelas piyek bebas

PIYEK JUNIOR: TALENTA BERSINAR, PRIMARASA MENGUAT

Di kelas Piyek Junior, Talenta milik H. Zainal dari Sidoarjo tampil impresif dan sukses merebut posisi puncak. Nama “Talenta” seolah menjadi representasi performanya yang menonjol di antara burung-burung muda lainnya.

Tim Dede Primarasa kembali menunjukkan kualitasnya dengan menempatkan dua amunisi di 10 besar, yakni Saritomo Reborn (peringkat 2) dan Blantika (peringkat 6). Konsistensi tim ini menjadi sinyal kuat dalam perebutan gelar musim ini.

Surabaya juga tak mau ketinggalan, dengan Kualanamu dan Raja Ayam yang berhasil masuk 10 besar. Sementara itu, nama Honda muncul dua kali dengan pemilik berbeda, menandakan lini breeding yang mulai menunjukkan hasil.


PIYEK HANGING: SADEWA MENGGUNCANG, PRIMARASA BERJAYA

Kelas Piyek Hanging menjadi panggung dominasi Sadewa, burung milik Dede Primarasa dari Bandung. Dengan performa istimewa, Sadewa tampil paling menonjol dan sukses mengunci posisi juara pertama.

Kemenangan ini semakin menegaskan kekuatan tim Dede Primarasa yang sebelumnya juga tampil apik di kelas junior. Konsistensi lintas kelas menjadi bukti kualitas perawatan dan materi burung yang dimiliki.

Di posisi kedua dan keempat, Tim JBM dari Malang juga menunjukkan kekuatan lewat Kontras dan Tanjung Pura. Sementara itu, Beyede milik K’ros BF (Surabaya) tampil solid di posisi ketiga.

Nama-nama seperti Lambada Reborn, Tiga Jamrud, hingga Gatot Kaca melengkapi 10 besar, menandakan kompetisi yang semakin merata dan kompetitif di kelas Hanging

HARI KE-2 LPI PASTI LEBIH SERU!!

Hari kedua, Minggu (12/4), giliran kelas dewasa yang akan dipertandingkan. Kelas ini menjadi partai puncak yang paling dinanti oleh kung mania Nusantara. Aroma pertarungan sengit bahkan sudah tercium jauh-jauh hari, mengingat banyaknya kandidat kuat yang diprediksi bakal bersaing memperebutkan gelar juara umum.

Nama El Zero Miedo langsung menjadi rujukan utama. Selain kualitasnya yang masih sangat layak di papan atas, burung rawatan H. Cholil dan Gus Yogi ini dikenal memiliki mental tanding luar biasa. Statusnya sebagai Juara Umum LPI 2025 semakin mengukuhkan El Zero sebagai ancaman serius di kelas dewasa.

Tak kalah menarik, ada Red Bull Mili milik Tim TS yang juga jadi pusat perhatian. Banyak yang masih penasaran dengan performa spektakulernya saat mencetak koncer 4 warna sebanyak dua kali di ajang Ladinil Jombang. Jika kembali menemukan top form, bukan tidak mungkin Red Bull Mili kembali menggebrak.

Nama lain yang tengah naik daun seperti Big Boss dan Donald Trump juga sangat dinanti kejutannya. Keduanya disebut-sebut memiliki potensi besar untuk merusak peta persaingan papan atas. Sementara dari Pulau Garam, hadir Genius yang siap menebar ancaman serius bagi para rival.

Dari wilayah barat, kekuatan Tim Punto, Tim Nusa dan Tiga F juga patut diwaspadai. Keduanya dikenal kerap membawa amunisi kejutan yang mampu membalikkan prediksi di lapangan.

Namun, di balik nama-nama besar tersebut, selalu terbuka peluang munculnya kuda hitam. Tidak menutup kemungkinan akan ada burung yang tiba-tiba tampil di luar prediksi dan mencuri perhatian. Pasalnya, memainkan burung di lapangan bukan perkara mudah—banyak faktor nonteknis yang kerap menjadi penentu hasil akhir.

Karena itu, wajar jika hasil di kelas dewasa kerap menghadirkan cerita tak terduga. Justru di situlah letak daya tariknya.

Bagi yang ingin menyaksikan langsung pertarungan sengit ini, Alun-alun Reksogati Caruban menjadi tempat yang wajib dikunjungi. Deretan jagoan terbaik Nusantara akan saling adu kualitas, mental, dan konsistensi di panggung bergengsi LPI Seri 1 ini.

Sementara itu, tim  GoldenVoice News dipastikan hadir langsung di lokasi. Selain memburu berita terbaru, tim juga “sekalian berburu besi distiker”, mengingat salah satu amunisi yang dirawat, Putra Maros, juga akan turun di kelas Dewasa Senior. Sebuah tambahan warna tersendiri dalam panasnya persaingan hari penentuan tetap bersama pakan perkutut golden voice buruan chek out. foto (woy/wiwid/fb).

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Related news