Liga Perkutut Salatiga Seri 3 : TARUNG BRUTAL SELAMA 4 BABAK, GASWAN PUKUL KO JAGOAN TIM PUNTO.

Liga Perkutut Salatiga Seri 3 yang berlangsung di Bung Karno Arena benar-benar pecah. Sejak pagi, kung mania dari berbagai kota sudah memadati arena di Dukuh Sidomukti untuk memburu poin penting menuju klasemen liga. Cuaca cerah sejak pagi membuat suasana lomba terasa nyaman, namun hawa dingin khas Salatiga ternyata menjadi tantangan tersendiri bagi para gaco peserta.

Event tiket 100 ribu ini resmi dibuka langsung oleh Mahmud selaku Ketua Pengda Salatiga. Kehadiran H. Kemat yang kebetulan berdomisili di Salatiga juga menjadi perhatian tersendiri KARENA beliaulah ketua Pengwil Jateng, dan ini bukti beliau suporter PENUH HOBI PERKUTUT di Jateng. Tak hanya itu, Ketua Juri Pengwil Jateng Henry Atlas turut hadir memantau jalannya penjurian sejak awal lomba.

Antusiasme peserta di Seri 3 kali ini benar-benar di luar prediksi. Kelas piyek Yunior menjadi bukti paling nyata membludaknya peserta. Kapasitas ideal yang seharusnya hanya 42 peserta membengkak menjadi sekitar 50 peserta. Meski secara aturan kondisi tersebut sebenarnya tidak ideal, banyak kung mania masih menganggap situasi itu cukup wajar. Pasalnya, sebelumnya pernah ada event lain yang bahkan membuka satu blok hingga menampung lebih dari 60 burung di atas kapasitas normal 42 gantangan. Kondisi seperti itu mulai dianggap meresahkan karena bisa memengaruhi kualitas penilaian dan kenyamanan burung saat bertanding.

Namun, panitia Liga Perkutut Salatiga seri 3  dinilai masih cukup terkendali dalam mengatur situasi. Jalannya lomba tetap relatif kondusif meski arena penuh sesak oleh peserta dan penonton.

Cuaca dingin yang menyelimuti kawasan Sidomukti ternyata memberi pengaruh besar terhadap performa burung di lapangan. Banyak burung terlihat kurang lepas dalam mengeluarkan irama terbaiknya. Bahkan kecenderungan “noklak” atau suara kurang maksimal cukup banyak terlihat hampir di semua kelas. Dalam kondisi seperti itu, para juri praktis tidak bisa terlalu idealis dalam mengambil keputusan.

Penjurian akhirnya lebih mengedepankan pendekatan kondisional. Burung yang mampu tampil stabil, rajin bekerja, dan tetap berani bunyi di tengah suhu dingin menjadi nilai lebih tersendiri. Situasi inilah yang membuat persaingan di Liga Perkutut Salatiga seri 3 terasa sangat menarik karena faktor mental dan daya tahan burung benar-benar diuji.

Selain persaingan panas di atas gantangan, suasana kekeluargaan juga terasa kental sepanjang acara. Panitia menyediakan undian hiburan berupa minyak goreng dan beras yang langsung diserbu peserta. Momen pembagian doorprize ini membuat suasana lomba semakin hidup dan penuh gelak tawa.

GASWAN MENGAMUK DI PIYEK BEBAS, DUO BIG MAN TOFIK-AMIN BUKTIKAN KUALITAS

 

Kelas Piyek Bebas menjadi salah satu kelas paling panas di Liga Perkutut Salatiga seri 3 kali ini. Di tengah cuaca dingin yang membuat banyak burung kesulitan tampil maksimal, GASWAN justru mampu menunjukkan performa stabil dan efektif.

Burung bernomor kerekan 83 milik Pramando Pahalerang dari BSD sukses merebut podium utama lewat raihan poin sempurna 100. Kerja rajin serta keberanian untuk berteriak di tengah cuaca dingin membuat GASWAN akhirnya diganjar koncer tiga hitam.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi pembuktian bagi duo joki lapangan Tofik dan Amin yang selama ini dikenal sangat crewet saat menjoki  burung di arena.

“Kami membuktikan kalau kami bukan cuma kuat teriak saja; burung yang kami kawal juga punya kualitas juara,” celetuk Tofik Batusangkar usai lomba.

Dan benar saja, koncer tiga hitam menjadi jawaban telak bahwa GASWAN memang datang dengan kualitas matang.

Posisi runner-up ditempati ARJUNA JUNIOR ring Punto milik Tim Punto Jakarta dengan nilai 90 poin. Meski gagal menjadi juara pertama, kubu Team Punto tetap merasa puas meski jagoannya dipukul KO di akhir babak keempat.

Joki Carman yang mengawal langsung ARJUNA JUNIOR terlihat cukup menikmati jalannya lomba. Terlebih lagi, burung tersebut merupakan produk asli ring Punto yang memang dipersiapkan sebagai regenerasi amunisi masa depan.

“Kami puas dengan tampilannya, apalagi ini produk asli ring Punto,” ujar Puguh yang dikenal sebagai salah satu tulang punggung Tim Punto.

Posisi ketiga diamankan PORTO milik Yogie Tembalang Semarang dengan 80 poin. Sementara LAMINE YAMAL, orbitan H. Surawan Sragen, sukses mencuri perhatian lewat performa agresifnya hingga finish di posisi empat besar.

Persaingan papan tengah juga berlangsung ketat lewat nama-nama seperti PUSPITA milik DH Team Wonosobo, SONIA orbitan Heru WI Banyumas hingga BESTA milik PH Team Wonosobo.


BALA RAJA TAK terbendung. PIYEK YUNIOR MEMBLUDAK HINGGA 50-AN GANTANGAN Liga Perkutut Salatiga seri 3. Kelas Piyek Yunior menjadi kelas paling padat sekaligus paling melelahkan bagi juri. Jumlah peserta yang membengkak membuat persaingan berlangsung brutal sejak awal penilaian.

Namun, di tengah padatnya gantangan dan cuaca dingin yang membuat banyak burung kehilangan ritme, BALA RAJA justru tampil paling stabil. Burung ring Bintang Agung milik Henry Alas sukses keluar sebagai juara pertama dengan poin sempurna 100.

BALA RAJA tampil efektif sejak awal hingga akhir penilaian. Saat banyak burung terlihat nokal, amunisi Semarang tersebut justru mampu menjaga  mental bertarung. Sayangnya, suaranya masih belum stabil.

Tuan rumah Salatiga juga ikut bersinar lewat KSATRIA milik Tim Mawar Hitam yang finis di posisi kedua dengan 90 poin. Sementara MURIGO milik Pak Mahmud Salatiga berhasil mengamankan posisi ketiga dengan 80 poin.

Nama JOLO SUTRO milik Wimono Temanggung, IRAMA FORTUNE orbitan Andy S Salatiga hingga BALISTIK milik Rustam Sragen juga ikut meramaikan papan atas kelas yunior.

Persaingan makin terasa ketat karena sedikit saja burung kehilangan fokus akibat cuaca dingin, posisi langsung bisa tergeser. Dan di tengah kerasnya pertarungan itu, BALA RAJA sukses menjadi raja sesungguhnya di Sidomukti.


PUTRA KARNA SAPU KELAS HANGING, TEAM MAWAR HITAM BERJAYA DI KANDANG SENDIRI

Dominasi Tim Mawar Hitam akhirnya semakin lengkap setelah PUTRA KARNA sukses menjadi kampiun kelas Hanging di Liga Perkutut Salatiga seri 3.

Burung ring Mawar Hitam milik Tim Mawar Hitam Salatiga tersebut tampil paling matang di tengah kondisi lapangan yang cukup berat dan akhirnya mengunci poin sempurna 100.

Kemenangan PUTRA KARNA menjadi pelengkap manis bagi kubu Salatiga yang sebelumnya juga sukses lewat KSTARIA di kelas piyek yunior. Bermain di kandang sendiri membuat mental tempur PUTRA KARNA terlihat sangat siap menghadapi tekanan lapangan.

Posisi kedua ditempati SAMBA milik Faizun BAF BF Cilacap dengan nilai 90 poin. Sedangkan posisi ketiga menjadi milik YARDAN orbitan Pramando Pahalerang yang kembali membawa nama BSD masuk podium besar.

Nama-nama seperti KAMESWARA milik H. Solikin Demak, MUSTIKA dari Ponorogo hingga EVA BROOKLYN milik Adi Semarang ikut memanaskan persaingan papan tengah.

Kelas Hanging kali ini kembali membuktikan bahwa faktor mental sangat menentukan. Burung yang berani tampil aktif dan stabil di tengah hawa dingin otomatis lebih mudah dilirik juri.

Dan di tengah persaingan yang makin brutal menuju perebutan klasemen liga, Salatiga Seri 3 sukses menjadi salah satu seri paling ramai dan paling panas sepanjang musim 2026.

foto peserta

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Related news