
Liga Perkutut Kalsel Lanjutan seri ke-3 kembali digulirkan dengan atmosfer kompetisi yang ketat dan penuh gengsi. Bertempat di markas Batu Gunung Mulia (BGM BF), Banjarbaru, gelaran ini menjadi titik temu kualitas terbaik perkutut Kalsel.
Pengda Banjarbaru tampil sebagai motor penggerak yang konsisten menjaga denyut hobi tetap hidup. Dukungan penuh dari Ketua Pengwil Kalimantan Selatan, H. Winardi Sethiono, semakin memperkuat posisi liga ini sebagai agenda penting.
Rudy Supriyadi dari panitia menegaskan arah besar liga ini:
“Liga ini bukan sekadar lomba, tapi ruang silaturahmi sekaligus menjaga eksistensi hobi perkutut di Kalimantan Selatan. Kami ingin semua pelaku hobi tetap punya panggung, dan Banjarbaru siap jadi tuan rumah yang layak,” ujarnya.
Pandangan menarik juga datang dari Azis Gambut yang melihat liga ini sebagai proses pematangan kualitas.
“Liga Perkutut Kalimantan Selatan ibarat tempat menggosok mutiara. Produk peternak lokal digembleng di sini sampai benar-benar glowing, kinclong, dan siap dibawa ke arena nasional,” ungkapnya.
Kelas Dewasa Senior: Raja Tumpang Tampil Glowing.

Raja Tumpang milik Amat Gambut tampil sebagai penguasa mutlak dengan poin sempurna. Stabil sejak awal, tak memberi celah bagi pesaing.
Lesmana milik Rizky BF Banjarmasin menempati posisi kedua dengan performa konsisten, sementara Gantang 160 menjadi kuda hitam di posisi ketiga dengan durasi kerja yang menonjol.
Play List (H. Erwan Rusadi) dan Mutiara Metro (Win’s BF) melengkapi lima besar dengan performa rapi.
Sorotan khusus mengarah ke Mentari milik Putra Aluan—meski di posisi keenam.
Deretan berikutnya seperti Pitung, Golden Star, Naga Umar, hingga Raihan menegaskan bahwa kualitas di kelas ini sangat merata dan kompetitif.
Kelas Dewasa Yunior: Generasi Baru Mulai Tampil Kinclong.

Di kelas ini, Pesona milik Erwan Siregar tampil dominan dan mengunci posisi puncak dengan nilai tertinggi. Penampilannya stabil dan matang—menunjukkan kelas calon bintang masa depan.
Posisi kedua ditempati CRV’55 dari BGM BF Binuang. Burung ini memperlihatkan daya tahan yang solid sehingga mampu mengimbangi sang juara pertama.
Forester milik Bambang Baskoro bahtera bf berada di posisi tiga, tampil tenang dan efektif dalam mencuri poin. Sementara Emir dari Win’s BF (79) mengikuti di belakangnya seperti menyimpan dendam untuk putaran selanjutnya.
Fardiman (Noor Rachman) dan Bang Bagus (Dedy HS) menunjukkan performa kompetitif di papan tengah, diikuti Team Rantau dan Kantong Semar yang tetap memberikan tekanan dalam persaingan.
Di posisi akhir sepuluh besar, Bilal dan Garuda Hitam tetap menunjukkan kualitas,indikasi potensi besar jika mampu lebih stabil dalam penilaian.






