Liga Kalsel Seri 4 benar-benar menjadi panggung pertarungan sengit para kung mania KALIMATAN SELATAN. Digelar di Lapangan Pengda P3SI Banjarmasin, Jalan Lembu Jantan Pekapuran Raya, atmosfer lomba sejak pagi sudah terasa panas. Tiket di dua kelas kerekan bahkan sudah habis jauh sebelum pelaksanaan dimulai.
Putaran kali ini terasa spesial karena persaingan merata di semua kelas. Burung-burung papan atas dari Banjarmasin, Batulicin, Banjarbaru hingga Gambut turun membawa misi besar demi mengamankan poin di liga .
Meski sempat diguyur hujan deras di akhir babak pertama, semangat peserta sama sekali tidak surut. Setelah penjurian dihentikan sekitar 15 menit, arena kembali hidup dengan tensi yang bahkan jauh lebih panas dibandingkan sebelumnya.
Para joki tampak berdiri rapat sambil bergandengan, mungkin karena kedinginan, sambil memantau burung andalannya masing-masing. Di tengah cuaca yang masih gerimis tipis, suara angkatan demi angkatan justru terdengar semakin tajam dan agresif. Situasi inilah yang membuat pertarungan menuju podium terasa dramatis.
Namun, dari seluruh nama besar yang turun, satu nama benar-benar mencuri perhatian publik lapangan: HM. Haris Batulicin.
HM. HARIS KUASAI ARENA, BORONG PODIUM DI TIGA KELAS
Penampilan HM. Haris pada putaran keempat ini layak disebut sebagai salah satu performa paling dominan sepanjang Liga Kalsel Seri 4 berjalan. Bagaimana tidak, namanya muncul nyaris di semua kelas elit.
Di Kelas Dewasa Senior, Pitung ring Lion tampil luar biasa stabil di nomor kerekan 41 dan sukses mengunci podium pertama di Liga Kalsel Seri 4. Irama depan-belakang yang rapi dipadu dengan angkatan panjang membuat amunisi ini sulit dibendung oleh lawan-lawannya.
Tak berhenti di situ, HM. Haris kembali moncer di Kelas Dewasa Yunior lewat Jambu Nada ring Balqis yang sukses menempati posisi runner-up. Burung ini tampil konsisten sejak awal babak hingga akhir penilaian.
Dominasi HM. Haris semakin lengkap saat ternakan Kerisna, RIG, sukses merebut podium utama di kelas Piyik Hanging. Dengan kemenangan ini, HM. Haris menjadi salah satu tokoh paling bersinar di Liga Kalsel Seri 4.

PRODUK BANJARMASIN MULAI UNJUK GIGI
Selain persaingan yang semakin ketat, Liga Kalsel Seri 4 ini juga memperlihatkan perkembangan besar kualitas ternakan lokal Kalimantan Selatan. Banyak burung produk Banua mulai mampu bersaing, bahkan mendominasi papan atas.
Azis Gambut menyampaikan bahwa perkembangan ini menjadi sinyal positif bagi masa depan perkutut Kalimantan Selatan.
“Antusiasme di Banjarmasin dan sekitarnya sekarang makin keren. Yang paling membanggakan, pelan-pelan produk ternakan Banjar dan sekitarnya mulai unjuk gigi. Ini sesuai dengan keinginan Ketua Pengwil bahwa ternakan Kal-Sel di luar Win’s juga harus bisa go LPI,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memang bukan tanpa alasan. Dalam beberapa seri terakhir, mulai banyak ring lokal yang tampil konsisten di papan juara. Nama-nama seperti Balqis, Bahtera, RIG, Bima Sakti, Gayus hingga Risky BF mulai menunjukkan kualitas dan keberanian bersaing melawan burung-burung mapan nasional.
Kondisi ini tentu menjadi angin segar bagi perkembangan dunia perkutut Banua. Regenerasi peternak mulai berjalan dan kualitas breeding lokal perlahan mulai diperhitungkan.
RAJA TUMPANG MELEMPem, LESMANA BERPELUANG PIMPIN KLASEMEN
Salah satu kejutan di Liga Kalsel Seri 4 ini datang dari penampilan Raja Tumpang milik Amat Gambut. Burung bergelang Win tersebut tampil jauh dari performa terbaiknya. Sepanjang babak, suaranya nyaris tak terdengar sehingga gagal memberi tekanan berarti kepada rival-rival di papan atas.
Meski masih berhasil masuk jajaran juara, penampilan Raja Tumpang kali ini dianggap belum cukup aman untuk menjaga dominasi poin liga.
Sebaliknya, Lesmana milik Umat Team Binuang justru tampil sangat stabil. Produk Risky BF tersebut kembali sukses menembus posisi runner-up dan membuka peluang besar menjadi pengumpul poin tertinggi sementara di Liga Kal-Sel 2026 bersaing dengan si pitung.
Namun, hingga saat ini, perolehan tersebut masih sebatas asumsi dan prediksi lapangan. Rekap resmi poin dari pengurus liga sendiri masih belum dirilis secara terbuka.
Menurut pantauan Golden Voice News, konsistensi Lesmana dalam beberapa seri terakhir membuat namanya layak diperhitungkan sebagai kandidat kuat pemuncak klasemen sementara.
JOKOTOLE MENGAMUK DI YUNIOR
Di Kelas Dewasa Yunior, Jokotole milik Hanafi Banjarmasin ring Lion tampil sangat dominan. Burung ini seolah tidak memberi ruang bagi pesaing untuk mengambil alih papan nilai.
Dengan gaya angkatan yang matang dan suara depan yang tajam, Jokotole sukses mengunci podium pertama secara meyakinkan.
Persaingan di bawahnya juga berlangsung panas. Forester orbitan Bambang Baskoro Banjarbaru, produk Bahtera, berhasil mencuri posisi ketiga setelah bersaing ketat dengan Armada milik H. Ucok Lubis dan Kantong Semar orbitan Amat Gambut.
Nama-nama besar seperti Angker, Garuda Hitam hingga Bang Bagus juga ikut meramaikan perebutan papan atas dan membuat kelas yunior berlangsung sangat kompetitif.

PIYIK HANGING JADI AJANG ADU CALON BINTANG MASA DEPAN
Sementara itu, di Liga Kalsel Seri 4 di kelas Piyik Hanging, banyak mata tertuju pada calon-calon bintang masa depan Banua. Kerisna milik HM. Haris sukses tampil paling menonjol dan keluar sebagai juara pertama.
Namun, persaingan sebenarnya berlangsung sangat ketat. Vep’9 milik Endy DB Banjarmasin, produk Bima Sakti, terus menempel ketat hingga akhirnya finis di posisi kedua.
Janur Kuning orbitan Marsuli Banjarmasin ring Gayus juga tampil mengejutkan dan sukses mengamankan podium ketiga.
Tidak hanya itu, nama-nama seperti Saraswati, Kuit Caw, Kuda Liar hingga Joyo Boyo turut memberi warna dalam pertarungan piyik hanging yang berlangsung hidup sejak awal gantangan dibuka.

PITUNG LANGSUNG MELEJIT KE PUNCAK KLASEMEN SEMENTARA
Kemenangan spektakuler Pitung milik HM. Haris Batulicin pada putaran keempat Liga Perkutut Kal-Sel 2026 langsung mengubah peta persaingan klasemen sementara. Perkutut bergelang Lion tersebut kini diprediksi kuat nangkring di posisi puncak klasemen Liga Kal-Sel sementara setelah tampil impresif dan sukses mengamankan podium utama di Kelas Dewasa Senior.
Penampilan stabil serta tambahan poin penuh dari seri keempat membuat Pitung kini menjadi burung yang paling diperhitungkan dalam perebutan gelar liga musim ini.
Sementara itu, persaingan sengit justru terjadi di bawahnya. Lesmana milik Umat Team Binuang produk Risky BF kini bersaing sangat ketat dengan Rindu orbitan Erwan Ruslim Banjarmasin untuk memperebutkan posisi kedua dan ketiga klasemen sementara.
Kedua burung tersebut sama-sama menunjukkan performa stabil dalam beberapa seri terakhir sehingga peluang perubahan posisi masih sangat terbuka pada putaran berikutnya.
Di sisi lain, Raja Tumpang milik Amat Gambut justru tampil kurang maksimal pada seri keempat. Burung bergelang Win’s tersebut nyaris tak terdengar sepanjang babak dan gagal menunjukkan performa terbaiknya. Meski masih mampu masuk jajaran juara, tambahan poin yang diperoleh diperkirakan belum cukup untuk menjaga persaingan di papan atas klasemen.
Namun, hingga saat ini, rekap poin resmi dari pengurus liga memang masih belum dirilis. Meski demikian, atmosfer persaingan menuju perebutan gelar juara Liga Kal-Sel 2026 dipastikan semakin panas dan menarik untuk dinantikan pada putaran-putaran berikutnya.
LIGA KAL-SEL MAKIN SOLID
Putaran keempat ini kembali membuktikan bahwa Liga Perkutut Kalimantan Selatan bukan sekadar lomba biasa. Konsistensi peserta, kualitas burung yang terus meningkat, hingga kekompakan panitia menjadi bukti bahwa gairah kung mania Banua masih sangat kuat. jangan lupa rawat perkututnya dengan pakan perkutut golden voice
Semoga pada seri-seri berikutnya, Liga Kal-Sel semakin ramai, semakin kompetitif dan semakin banyak melahirkan burung-burung berkualitas nasional yang siap berbicara di level LPI. (foto: azis, fb , media online) tetap ikuti dan klik di web site idola kung mania





