liga batavia seri 4 luber–
Atmosfer panas dan penuh kegembiraan benar-benar pecah di gelaran Liga Batavia Seri IV Pengda Serang yang berlangsung Minggu, 17 Mei 2026 di Bird Arena Perum Citra Gading Serang. Event prestisius garapan Pengwil Jabodetabek ini sukses besar dan kembali membuktikan diri sebagai salah satu liga perkutut paling diminati di Tanah Air.
Sejak pagi buta, arena sudah dipadati kung mania dari berbagai daerah Jabodetabek hingga luar kota. Antusiasme peserta begitu luar biasa sehingga seluruh tiket dinyatakan terjual habis. Bahkan banyak penghobi yang datang terlambat harus rela tidak kebagian tiket dan hanya menjadi penonton di pinggir arena.
Namun uniknya, meski gagal menggantang burung, mereka tetap bertahan menikmati suasana lomba yang begitu hidup dan penuh tawa. Sorak-sorai peserta saat burung kerja maksimal terdengar bersahut-sahutan di seluruh arena. Gelak canda antarpenhobi pun pecah ketika para juara merayakan kemenangan dengan aksi siram air yang sudah menjadi tradisi khas penuh keakraban di dunia kung mania.
Liga Batavia kini bukan sekadar lomba, tetapi sudah menjelma menjadi ajang silaturahmi besar para pecinta seni suara alam burung perkutut. Kemasan lomba yang tertata rapi, suasana kompetitif namun tetap hangat, hingga kualitas penjurian yang konsisten membuat para penghobi merasa nyaman dan terus ingin kembali hadir di setiap serinya.
Kembalinya sukses besar Liga Batavia Seri IV ini menjadi bukti nyata bahwa kung mania Jabodetabek sangat mencintai konsep liga yang dibangun Pengwil. Tidak hanya soal perebutan juara, tetapi juga kebanggaan berkumpul dalam atmosfer persaudaraan yang kuat.
Kesuksesan ini tentu tidak lepas dari kerja keras Ketua Pengwil Jabodetabek, Haji Sularno Tiga F, bersama seluruh jajaran pengurus Pengwil yang terus menjaga kualitas dan marwah Liga Batavia. Dukungan penuh dari Pengda tuan rumah juga menjadi faktor penting sehingga acara berjalan sukses, tertib, dan meriah.
“Alhamdulillah antusias kung mania luar biasa. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menjaga kualitas Liga Batavia agar tetap menjadi kebanggaan penghobi perkutut Jabodetabek. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, pengurus, panitia, dan Pengda Serang yang sudah bekerja keras menyukseskan acara ini,” ujar H. Sularno, Ketua Pengwil Jabodetabek.
Tak sedikit penghobi menyebut Liga Batavia saat ini menjadi barometer baru lomba perkutut modern. Bukan hanya ramai peserta, tetapi juga berhasil menghadirkan atmosfer lomba yang sehat, penuh sportivitas, dan hiburan.
Dengan membludaknya peserta di Liga Batavia seri 4 Serang ini, banyak pihak mulai memprediksi seri-seri berikutnya akan semakin panas dan penuh persaingan. Nama-nama burung papan atas mulai bermunculan, sementara para pemain baru juga semakin berani menunjukkan kualitas amunisinya.
Liga Batavia benar-benar sedang berada di puncak popularitasnya. Dan jika antusiasme seperti ini terus terjaga, bukan tidak mungkin liga ini akan menjadi salah satu ikon terbesar dunia kung mania Indonesia.
RODTANG TAK TERBENDUNG! AKANG NUSA SIAP KUASAI BLOK BARAT
KELAS Dewasa Senior Liga Batavia Seri 4 Pengda Serang benar-benar menjadi panggung pembuktian bagi burung-burung papan atas Jabodetabek. Persaingan berlangsung panas sejak awal gantangan, namun di tengah ketatnya tekanan lawan, satu nama kembali tampil paling stabil dan mendominasi, yakni RODTANG milik Akang Nusa Bogor.
Burung ring NUSA tersebut sukses mengoleksi poin sempurna 25 dan berdiri gagah di puncak podium. Kemenangan ini sekaligus mempertegas dominasi Rodtang di kawasan Jabodetabek dalam beberapa penampilan terakhir. Tidak berlebihan bila kini banyak kung mania mulai menjuluki Rodtang sebagai “Raja Blok Barat”.
Penampilan Rodtang memang luar biasa. Irama depan yang mewah, angkatan stabil, ditambah kerja rajin sejak awal penilaian membuat lawan-lawan sulit mengejar. Bahkan saat arena sedang panas dan ramai teriakan peserta, Rodtang tetap tampil tenang dan konsisten mengeluarkan kualitas terbaiknya.
Kemenangan ini juga menjadi bukti kepiawaian tambar joki rodtang dalam menjaga performa burung andalannya. Rodtang bukan hanya sekadar menang sekali dua kali, tetapi terus hadir sebagai ancaman serius di setiap arena besar di Jabodetabek.
Posisi runner-up ditempati BISMA milik Tim Punto Jakarta dengan raihan 20 poin. Burung Ring R. Anjani ini tampil cukup impresif dan beberapa kali memberi tekanan ketat kepada Rodtang. Tim Punto sendiri kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu tim paling konsisten di arena Liga Batavia.
Sementara posisi ketiga berhasil diamankan MISTIKUS milik AF BF Bogor dengan 16 poin. Mistikus tampil elegan dengan karakter suara yang matang dan sempat mencuri perhatian juri di beberapa sesi awal. Meski kembali kalah pamor dengan adiknya Tambar, Hasan Joki Mistikus sadar diri dan memilih ngopi daripada memaksa teriak terus.

Di posisi empat ada OPA GAUL milik Ajin PIK yang tampil mengejutkan dengan torehan 13 poin. Burung ini mulai menunjukkan potensi besar dan diprediksi bisa menjadi ancaman baru di kelas Dewasa Senior.
Nama senior lain seperti MARIMAS milik Henry Manila Bandung dan SUPER STAR milik Gusti Iskandar Jakarta juga tetap mampu bersaing di papan atas. Keduanya tampil ngotot dan beberapa kali memancing sorakan penonton ketika burung mulai kerja panjang.
Sementara Team Punto kembali menambah prestasi lewat SAN DUR yang finis di posisi tujuh. Konsistensi tim asal Jakarta ini memang layak mendapat perhatian karena hampir selalu berhasil membawa pulang gelar di setiap seri Liga Batavia.
Kelas Dewasa Senior kali ini benar-benar memperlihatkan kualitas burung-burung elit Blok Barat Indonesia. Persaingan ketat, materi mewah, dan atmosfer panas membuat kelas ini menjadi salah satu tontonan paling menarik sepanjang gelaran Liga Batavia Seri 4 Serang.
PIYEK BEBAS MEMANAS! BURUNG BARU KUBUR IMPIAN KINGDOM DI LIGA BATAVIA SERI 4
Kelas Piyek Bebas Liga Batavia Seri 4 Pengda Serang benar-benar menjadi ajang adu kualitas burung muda terbaik Jabodetabek. Persaingan berlangsung sengit sejak awal penilaian, namun di tengah ketatnya pertarungan, satu nama tampil paling mencolok dan sukses mencuri perhatian arena, yakni DEEP SEA milik Mr. Akian Jakarta.
Burung ring HAAS tersebut tampil sangat stabil dan meyakinkan hingga akhirnya sukses meraih podium utama. Penampilan Deep Sea memang terbilang istimewa untuk ukuran piyek. Karakter suara depan yang tebal, irama yang enak didengar, serta keberanian kerja di tengah arena panas membuat burung ini layak disebut sebagai salah satu rising star baru di kelas piyek bebas.
Sorakan peserta beberapa kali terdengar ketika Deep Sea mulai bekerja panjang. Banyak kung mania pinggir arena mulai melirik kualitas burung muda satu ini yang dinilai memiliki prospek besar untuk naik menjadi burung papan atas di masa mendatang.

Posisi runner-up berhasil diamankan KING DOM milik Tim Punto Jakarta. Burung ring Mutiara ini tampil ngotot dan terus memberi tekanan hingga sesi akhir. MESKI GAGAL menjadi yang terbaik, Team Punto sendiri kembali menunjukkan konsistensinya sebagai salah satu tim paling stabil di Liga Batavia dengan selalu mampu membawa burung-burung terbaiknya masuk papan atas.
Sementara posisi ketiga ditempati BINTANG AURORA milik Soca Jakarta di ring Atlas. Burung ini tampil elegan dengan gaya kerja tenang namun berisi. Banyak penonton menilai Bintang Aurora memiliki materi suara yang sangat prospektif untuk berkembang lebih jauh.
Tuan rumah Serang juga tak mau kalah lewat penampilan apik TUAN TENGKUNG milik Satya BF yang sukses menempati posisi empat besar. Dukungan penonton lokal membuat suasana arena semakin semarak ketika burung ini mulai menunjukkan performa terbaiknya.
STAR BOY MELEDAK! BANG ITTAS AKHIRNYA TEMBUS PODIUM SATU DI KELAS PIYEK JUNIOR
Kelas Piyek Junior Liga Batavia Seri 4 Pengda Serang menjadi panggung ledakan performa burung muda milik Bang Ittas. Setelah sebelumnya harus menelan kekecewaan di ajang LPI Semarang, kali ini amunisi andalannya akhirnya sukses menebus kegagalan dengan cara yang sangat meyakinkan.
Adalah STAR BOY, burung bergelang milik Bang Ittas, yang tampil menggila dan berhasil merebut podium pertama di tengah persaingan ketat kelas Piyek Junior. Penampilannya langsung mencuri perhatian sejak awal gantangan dan terus stabil hingga akhir penilaian.
Atmosfer arena pun sempat memanas ketika Star Boy mulai menunjukkan kualitas terbaiknya. Irama depan yang mewah, kerja aktif, dan keberanian tampil di tengah tekanan arena membuat burung ini terlihat menonjol dibandingkan dengan lawan-lawannya.
Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi Bang Ittas. Pasalnya, setelah gagal meraih hasil maksimal di LPI Semarang, banyak pihak justru semakin penasaran dengan kemampuan asli Star Boy. Dan di Serang, semua rasa penasaran itu akhirnya terjawab.
“Kualitas Star Boy memang luar biasa. Kemarin mungkin belum rezekinya di Semarang, tapi Alhamdulillah sekarang diberikan kemudahan untuk bisa meraih juara satu,” ujar Bang Ittas usai menerima kemenangan.
Ucapan tersebut langsung disambut oleh rekan-rekan Kung Mania yang ikut merayakan kemenangan Star Boy. Suasana penuh kegembiraan terlihat di pinggir arena, bahkan tradisi siram air kembali pecah sebagai bentuk selebrasi kemenangan yang penuh keakraban khas Liga Batavia.

Banyak penghobi menilai kemenangan Star Boy bukan sekadar faktor keberuntungan. Burung ini memang memiliki materi yang sangat menjanjikan untuk ukuran piyek junior. Karakter suara yang mulai jadi, irama enak, serta mental arena yang bagus membuatnya diprediksi bakal menjadi salah satu burung muda yang patut diperhitungkan di seri-seri berikutnya.
Liga Batavia Seri 4 sendiri kembali menjadi ajang pembuktian kualitas burung-burung muda terbaik Jabodetabek. Persaingan di kelas Piyek Junior berlangsung sangat ketat karena hampir seluruh peserta membawa amunisi pilihan dengan materi istimewa.
Namun, kali ini panggung sepenuhnya milik Star Boy dan Bang Ittas.
Setelah sempat gagal, mereka bangkit dengan kemenangan besar yang membuat nama mereka langsung menjadi bahan pembicaraan hangat di kalangan kung mania.
IMANUEL MENGAMUK! JAGOAN BALI TUMBANGKAN DOMINASI JABODETABEK DI KELAS PIYEK HANGING
Kelas Piyek Hanging Liga Batavia Seri 4 Pengda Serang benar-benar menghadirkan kejutan besar. Di tengah dominasi burung-burung kuat Jabodetabek dan blok barat, justru amunisi asal Bali sukses mencuri perhatian dan keluar sebagai penguasa arena.
Adalah IMANUEL milik Made Midrajaja Denpasar yang tampil luar biasa dan berhasil merebut podium utama dengan poin sempurna 25. Burung ring Anak Manja tersebut tampil sangat stabil sejak awal penilaian dan membuat arena beberapa kali bergemuruh oleh sorakan peserta.
Kemenangan Imanuel terasa sangat spesial karena mampu menumbangkan dominasi pemain-pemain kuat Jabodetabek yang selama ini dikenal begitu sulit dikalahkan di Liga Batavia. Kehadiran burung asal Bali ini sekaligus membuktikan bahwa kualitas piyek hanging luar Jawa kini semakin berkembang dan siap bersaing di level tertinggi.
Imanuel tampil dengan karakter suara depan yang tebal, irama mewah, serta gaya kerja aktif yang membuat juri sulit berpaling. Meski menghadapi tekanan dari burung-burung unggulan tuan rumah, Imanuel tetap tampil tenang dan konsisten hingga akhir penilaian.

Posisi runner-up berhasil diamankan ARION milik Boy Tangerang dengan torehan 20 poin. Burung ring Bintang Tiara ini tampil sangat ngotot dan beberapa kali memberi perlawanan sengit kepada Imanuel. Penampilannya juga mendapat banyak pujian dari kung mania di pinggir arena.
Sementara posisi ketiga ditempati JOAQUIN milik Apau Jakarta ring TAT. Burung ini tampil elegan dengan gaya main tenang namun berisi. Joaquin sempat menjadi perhatian karena kestabilan kerjanya di tengah arena yang cukup ramai.
Nama besar DEDE PRIMARASA Bandung kembali menunjukkan kualitas breeding-nya lewat SURYALAYA yang sukses finis di posisi empat besar. Burung ring Pattimura tersebut tampil cukup mewah dan memperlihatkan materi suara yang sangat prospektif untuk berkembang lebih jauh.
RODTANG MAKIN DEKAT DENGAN TAHTA RAJA JABODETABEK
Kemenangan RODTANG milik Akang Nusa di Liga Batavia Seri IV Serang semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu burung paling dominan di kawasan Jabodetabek. Penampilan stabil dan konsisten yang terus diperlihatkan Rodtang membuat banyak kung mania mulai sepakat menyematkan julukan “Raja Jabodetabek” kepada burung ring NUSA tersebut.
Kehebatan Rodtang bahkan diakui langsung oleh Wasid, joki BISMA milik Team Punto yang kali ini kembali harus puas berada di bawah Rodtang.
“Saya akui kalau main di Jabodetabek, penampilan Rodtang memang agak lain. Stabil dan susah dikejar,” ujar Wasid.
Meski demikian, Wasid tetap optimistis menghadapi persaingan di level nasional. Dirinya merasa BISMA masih memiliki peluang besar untuk membalikkan keadaan ketika tampil di event bergengsi LPI.
“Kalau di event nasional seperti LPI saya lebih pede, karena poin BISMA masih di atas Rodtang,” tambahnya sambil tersenyum.
Persaingan Rodtang dan Bisma kini mulai menjadi rivalitas panas yang selalu ditunggu kung mania. Dua burung dengan kualitas elit ini diprediksi masih akan terus saling sikut memperebutkan dominasi arena besar, baik di Jabodetabek maupun di level nasional. (foto Mr Hasan, Roy, media online) foto editan jangan baper ya tuan tuan haha ! tetap lucu lucuan bareng web site idola kung mania




