Genk BF Pecah Telur di Jepara, Tugu Muda Cup Siap Diguncang?.#10

SKM Cup Pecangaan Panaskan Jalur Pantura, Jepara Siap Tarung diLPI

Genk bf-Lapangan Perkutut Pengcam Kalinyamatan Jepara di Lapangan SKM Bonjot Pecangaan, Minggu 26 April 2026, benar-benar berubah menjadi pusat pergerakan kung mania jalur Pantura. Meski hanya berlabel Ladinil, gaung SKM Cup justru terasa seperti konkurs besar. Banyak pemain datang bukan sekadar untuk lomba, melainkan mulai memanaskan mesin menuju event nasional LPI seri ke-2 Tugu Muda Cup  yang akan digelar 2–3 Mei mendatang di Semarang.

Tiga kelas yang dibuka, yakni Piyik Hanging, Piyik Yunior, dan Piyik Bebas, menghadirkan persaingan panas sejak pagi. Burung-burung muda prospektif mulai bermunculan, memperlihatkan bahwa perkutut Bangkok di wilayah Jepara, Semarang, Demak, Kudus hingga Juwana masih terus berkembang.

Tokoh penggagas kegiatan, Pak Jowi, menegaskan bahwa Skm Cup memang sengaja dibuat untuk membangkitkan animo penghobi perkutut Bangkok di Jepara dan Kalinyamatan.

“Kami ingin penghobi perkutut Bangkok di Jepara tetap hidup dan berkembang. Lewat Ladini seperti ini, pemain muda mulai berani turun dan belajar mengenal kualitas burung di lapangan,” ujar Pak Jowi.

Kehadiran tim dari luar daerah turut menambah semarak gelaran SKM Cup. Salah satu yang mencuri perhatian adalah rombongan Pengcam Tembalang bersama tim Genk BF yang datang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

Tidak sekadar hadir meramaikan arena, Genk BF sukses membawa pulang prestasi bergengsi dengan meraih juara 1 kelas Hanging lewat burung bernama Mastantuono bernomor gantangan 67. Burung bergelang Genk itu tampil stabil hingga akhirnya mengungguli pesaing-pesaing lain yang juga tampil cukup bagus sepanjang penilaian berlangsung.

Posisi runner-up ditempati burung Madona milik Hendri Semarang bergelang Atlas, disusul Kiyoshi milik Nunk Andi Juwana ring JSK di posisi ketiga. Sementara posisi empat dan lima masing-masing diraih Kimono milik Nunk Andi Juwana ring Gista serta Fenomenal milik Didik Kudus ring Ayu BF.

Persaingan ketat juga terlihat di papan tengah hingga akhir klasemen. Jayasri milik Fakhrul Jepara ring Almer harus puas di posisi keenam, dibayangi Joyoseno milik Widiyana Kudus ring ESGE di peringkat tujuh. Dominasi pemain Demak kemudian terlihat lewat Bagong milik Sutrisno, Petruk milik Mbah Kemi, dan Semar milik Ragil yang sama-sama menggunakan ring AWS di posisi delapan hingga sepuluh.

Keberhasilan Mastantuono menjadi juara membuat suasana kubu Genk BF pecah, penuh rasa syukur terharu hingga nagis bathin dirasakan sugeng santosa, maklum karena sepanjang bermain perkutut baru sekarang menerima tropi pertama. Hasil tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi tim yang selama ini aktif beternak dan mengikuti lomba perkutut di berbagai daerah.

“Alhamdulillah sangat bersyukur bisa juara satu di kelas Hanging. Buat kami, ini mungkin menjadi prestasi tertinggi selama Genk BF beternak dan ikut lomba perkutut. Tentu kami bangga sekali karena perjuangan dan prosesnya tidak sebentar,” ungkap  Genk BF usai lomba.

Menurutnya, keberhasilan tersebut juga menjadi bukti bahwa event-event LadiniL seperti SKM Cup memiliki nilai penting sebagai wadah pembinaan sekaligus tempat mengukur perkembangan materi burung muda sebelum turun di level yang lebih besar.

Rasa syukur atas kemenangan itu pun langsung diwujudkan dengan makan bersama seluruh tim di RM Haji Ismun sebagai bentuk kebersamaan dan perayaan sederhana atas hasil yang diraih di Jepara.

Genk BF sendiri dikenal cukup aktif dalam HOBI PERKUTUT. Salah satu perhatian utama mereka ada pada pola pakan yang rutin diberikan kepada amunisi lomba maupun ternakan.

“Kami memang rutin memakai pakan perkutut golden voice ORDER DISINI untuk burung-burung di kandang maupun yang turun lomba. Kebetulan Genk BF juga menjadi reseller produk Golden Voice di kios perkutut Gemboyo Basudewo Semarang, tambahnya.

KELAS PIYEK YUNIOR

Persaingan di kelas Piyik Yunior SMK Cup berlangsung tidak kalah menarik dibandingkan dengan kelas Hanging. Sejak awal penjurian, sejumlah burung muda tampil cukup menjanjikan dengan materi suara yang sudah mulai terbentuk rapi. Karakter angkatan depan dan irama dasar menjadi perhatian utama para pemain yang memadati pinggir gantangan.

Dari jalannya lomba, burung bernama Rengkarnasi milik H. Bogo Jepara ring Cengkeh Gunung tampil paling stabil. Burung bernomor gantangan 114 tersebut mampu menjaga irama dan kerja hingga akhir penilaian, sehingga layak mengamankan posisi juara pertama. Penampilannya bahkan beberapa kali mendapat perhatian pemain senior karena dianggap memiliki prospek bagus untuk jenjang konkurs berikutnya.

Persaingan ketat terjadi dalam perebutan posisi papan atas. Lenggang Kencana milik Handang Semarang ring Aster BF harus puas di posisi runner-up setelah tampil cukup konsisten sepanjang sesi penjurian. Sementara posisi ketiga berhasil diamankan oleh Berlin Junior, milik Jowi Jepara ring Kartini, yang tampil cukup meyakinkan.

Kubu tuan rumah kembali bersorak ketika Zaskia Gotik milik Uun Jepara ring Cengkeh Gunung berhasil masuk jajaran sepuluh besar. Burung tersebut tampil cukup agresif dan sempat menjadi perhatian di pertengahan penilaian.

Sementara itu, persaingan papan tengah hingga akhir klasemen juga berlangsung cukup rapat. Dea Lova milik Rizky Wijaya dari Tembalang, Semarang, ring Makita menempati posisi empat, dibuntuti XForce milik H. Solikin, Demak, ring SG BF di urutan lima. Posisi berikutnya diisi Irama Fortune milik Andy S Salatiga ring Fortune 168, lalu P. Apa milik Aji Juwana ring TM yang tampil cukup stabil hingga akhir sesi.

Nama Widiyana Kudus kembali muncul lewat amunisi Nenggala ring WKA Muria di posisi sembilan, sedangkan posisi sepuluh besar ditutup oleh Cesper milik Solikul Jepara ring SMJ.

Kelas Piyek BEBAS

Memasuki kelas yang lebih tinggi yakni Piyik Bebas, tensi persaingan di arena SMK Cup mulai terasa semakin panas. Banyak burung yang turun di kelas ini sudah memiliki karakter suara lebih matang dibanding kelas Yunior maupun Hanging, sehingga kualitas pertarungan di gantangan terlihat jauh lebih ketat.Banyak burung yang turun di kelas ini sudah memiliki karakter suara lebih matang dibandingkan dengan kelas Yunior maupun Hanging, sehingga kualitas pertarungan di gantangan terlihat jauh lebih ketat.

Sejak awal penilaian, beberapa burung langsung menunjukkan performa menonjol. Namun, perhatian utama akhirnya tertuju pada Porto milik Yogie dari Tembalang bergelang LIM yang tampil sangat stabil sepanjang sesi lomba. Burung digantangan 165 tersebut mampu mengunci posisi juara pertama.

Kemenangan Porto sekaligus mempertegas dominasi pemain-pemain Tembalang di gelaran SKM Cup kali ini. Setelah sebelumnya Genk BF sukses merebut juara kelas Hanging, kini kubu Tembalang kembali bersorak lewat keberhasilan Porto menaklukkan persaingan di kelas paling bergengsi kategori piyik.

Persaingan ketat justru terjadi dalam perebutan posisi runner-up. Bently JR milik Galih asal Tulung Agung ring GNP tampil cukup impresif dan harus puas di posisi kedua. Sementara posisi ketiga berhasil diamankan Cahya Kumiter milik Saifu Jepara di ring SMJ yang tampil stabil dengan materi suara cukup menjanjikan.

Tuan rumah Jepara kembali menunjukkan kekuatannya lewat Rengganis milik H. Yudi di Ganden 2 yang menempati posisi empat besar. Sedangkan posisi lima diraih Virus milik Teguh Mranggen ring ESGE yang beberapa kali terlihat tampil cukup agresif selama penjurian berlangsung.

Persaingan papan tengah juga berlangsung menarik. Shadam milik Adi Ezra Juwana ring Ezra berhasil masuk posisi keenam, dibuntuti Raja milik Duta Aksara Ambarawa ring Ratu di urutan ketujuh. Nama Andi S Salatiga kembali masuk jajaran juara lewat Mutiara Fortune ring Fortune 168 di posisi delapan.

Sementara posisi sembilan dan sepuluh masing-masing ditempati Menoro milik Budi C Semarang ring Fortune 168 dan Kumbara milik H. Jajak Tembalang ring ESGE.

Kelas Piyik Bebas sendiri dianggap menjadi puncak persaingan dalam SKM Cup Pecangaan kali ini. Selain kualitas burung yang lebih matang, kelas ini juga banyak diikuti oleh pemain yang tengah mempersiapkan amunisinya menuju agenda nasional LPI Tugu Muda Cup 2026 pada awal Mei mendatang.

Beberapa pemain senior yang hadir bahkan menilai kualitas burung di kelas Piyik Bebas cukup merata. Hal tersebut membuat jalannya penjurian berlangsung menarik hingga menit-menit akhir, karena perubahan posisi juara terus terjadi selama burung masih aktif bekerja di atas gantangan.

Dengan berakhirnya kelas Piyik Bebas, SKM Cup Pecangaan sukses menjadi arena pemanasan yang sarat persaingan sehat sekaligus ajang silaturahmi antarpenghobi perkutut Bangkok lintas daerah. Dari Jepara, semangat menuju Tugu Muda Cup pun mulai terasa semakin hidup. TETAP DI web site kung mania NIKMATI BERITA LOMBANYA DENGAN TANPA BATAS. (foto panitia. aws. genk, fb).

BIsA diorder harga 60ribu

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Related news