Bupati Cup Pasuruan 2026 Boom! Monster, Manik Maya, Adi Putro dan Aura 26 Jadi Jawara di Lapangan AURI Raci

bisa dicolek 081904312129

Bupati Cup Pasuruan 2026 diLapangan AURI Raci Pasuruan, Minggu, 27 September 2026, benar-benar berubah menjadi panggung besar perkutut. Gelaran Konkurs ini berlangsung meriah dengan atmosfer yang terasa seperti event berskala nasional.

Kungmania dari berbagai daerah hadir, tamu VIP berdatangan, jajaran Pengwil Jatim, Pengda Pasuruan, panitia dan juri bahu-membahu menyukseskan acara. Sementara di bawah gantangan, para pemilik burung harus siap menahan napas karena setiap babak bisa mengubah posisi podium.

Kalau biasanya yang bikin jantung berdebar adalah menunggu gol di pertandingan sepak bola, di AURI Raci yang bikin jantung kungmania berdegup adalah menunggu suara kung-kung dan perolehan poin jagoannya!

Bupati Cup Pasuruan 2026 akhirnya bukan sekadar menjadi ajang perebutan podium, tetapi juga menjadi pertemuan besar komunitas, ruang silaturahmi, sekaligus etalase potensi wisata hobi, ekonomi kreatif dan UMKM daerah.


Pembukaan Khidmat, Perkutut Dilepas ke Alam Bebas

Rangkaian acara diawali dengan sambutan ketua pelaksana dan Wakil Bupati Pasuruan, HM. Shobih Asrori.

Selanjutnya, seluruh tamu dan peserta mengikuti Indonesia Raya dan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan dengan prosesi pelepasliaran burung perkutut ke alam bebas secara bersama-sama di podium utama.

Momen ini menjadi simbol bahwa kecintaan terhadap perkutut tidak hanya berhenti pada lomba dan perebutan juara. Ada pula semangat pelestarian serta kepedulian terhadap keberadaan burung perkutut.

Semangat yang dibawa dalam gelaran tersebut terangkum dalam slogan:

“Pasuruan Bangkit, Bersama Kita Bisa!”


Bupati Cup Pasuruan Bukan Sekadar Lomba Burung

Ketua pelaksana Diano Vela Santoso, S.Sos., M.A., menjelaskan bahwa Bupati Cup Pasuruan 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097.

Agenda tersebut sekaligus menjadi wadah bagi kungmania untuk mengekspresikan hobi, menjalin silaturahmi, serta mengembangkan potensi wisata satwa, wisata hobi, ekonomi kreatif dan UMKM.

Konkurs perkutut juga dinilai dapat menjadi daya tarik daerah sekaligus mempertemukan komunitas penghobi dengan para pelaku usaha perkutut.

Mulai dari peternak, pedagang, pelaku UMKM, komunitas, hingga masyarakat sekitar dapat ikut merasakan aktivitas ekonomi yang muncul dari sebuah event.

Jadi, di balik suara kung-kung-kung yang terdengar dari gantungan, ternyata ada roda ekonomi yang ikut berputar.

Diano juga berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda komunitas daerah yang menarik, aman, tertib dan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun.


Wakil Bupati: Hobi, Wisata dan UMKM Bisa Berjalan Bersama

HM. Shobih Asrori, Wakil Bupati Pasuruan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bupati Cup 2026 mempunyai potensi besar karena dapat mempertemukan berbagai lapisan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang kompetisi penghobi burung perkutut, tetapi juga ruang pertemuan antara wisata hobi, ekonomi kreatif, UMKM dan pelestarian burung perkutut.

“Saya harap seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi Kab. Pasuruan tahun 2026 dapat menjadi ruang kebersamaan masyarakat sekaligus memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM, ekonomi kreatif, sektor Pariwisata dan masyarakat sekitarnya. Kami atas nama pemerintahan daerah Kab. Pasuruan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasinya,” tutur HM. Shobih Asrori.


Dukungan Pemda Jadi Energi Besar, Even Makin “Wah”

Di balik kemeriahan Bupati Cup Pasuruan 2026, ada satu hal yang juga menarik untuk disoroti, yakni dukungan pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan event komunitas hobi perkutut.

Menurut Anang Teratai, pemerhati komunitas hobi perkutut dari Semarang, dukungan Pemda, termasuk dari sisi pendanaan sebagaimana ia amati, memberikan dampak besar terhadap kemampuan panitia menghadirkan event dengan kemasan yang lebih besar.

“Dukungan Pemda, terutama dari sisi pendanaan, memang memberikan dampak besar terhadap terselenggaranya lomba yang wah. Kita bisa melihat bagaimana Bupati Cup Pasuruan dikemas menjadi EVENT yang benar-benar terasa besar,” jelas Anang Teratai.

Menurut Anang, dukungan pemerintah daerah dapat memberikan ruang lebih luas bagi panitia dalam menyiapkan berbagai kebutuhan penyelenggaraan, mulai dari venue, fasilitas pendukung, seremoni, hingga kemasan acara.

Ia juga melihat adanya perbedaan suasana ketika agenda besar komunitas perkutut Indonesia diselenggarakan di wilayah Jabodetabek.

“Ini juga terlihat berbeda ketika agenda besar perkutut Indonesia diadakan di area Jabodetabek. Ketika dana  ikut memberikan dukungan nyata, terutama dukungan anggaran, dampaknya terhadap kemasan dan pelaksanaan EVENT memang bisa terlihat,” lanjutnya.

Namun, menurut Anang, setiap daerah tentu memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda. Jabodetabek mempunyai ekosistem komunitas dan aktivitas ekonomi yang kuat, sedangkan Pasuruan memperlihatkan bagaimana dukungan pemerintah daerah dapat menjadi energi tambahan bagi sebuah event komunitas.

Ketika Hobi Bertemu Pemerintah, Dampaknya Bisa Lebih Lebar

Menurut pandangan Anang, menariknya Bupati Cup Pasuruan bukan hanya terletak pada jumlah peserta atau siapa yang menjadi juara.

Ketika pemerintah daerah memberikan ruang bagi komunitas, kegiatan hobi dapat dikembangkan menjadi bagian dari wisata hobi dan ekonomi kreatif.

Peserta datang dari berbagai kota.

Penginapan bergerak.

Kuliner ikut ramai.

Pedagang dan UMKM mendapatkan pengunjung.

Peternak serta pelaku usaha perkutut mendapatkan ruang untuk bertemu dengan konsumen.

Dan tentu saja, nama daerah ikut terangkat.

Burungnya naik gantangan, tetapi efek ekonominya bisa turun ke banyak sektor!

Di sinilah Bupati Cup Pasuruan 2026 memperlihatkan sisi lain dari sebuah konkurs. Lomba tetap menjadi inti, tetapi efek yang muncul dapat jauh lebih luas ketika dikelola sebagai agenda komunitas dan daerah.


Empat Babak, Lapangan AURI Raci Langsung Memanas!

Setelah seluruh seremoni selesai, perhatian beralih ke gantangan.

Empat kelas dipertandingkan, yakni Dewasa Bebas, Piyik Bebas, Piyik Yunior dan Piyik Hanging.

Pertarungan berlangsung selama empat babak. Setiap kelas menghadirkan cerita berbeda.

Ada jawara yang datang dengan reputasi kuat.

Ada pendatang yang bikin kejutan.

Ada pula burung muda yang tampil berani dan akhirnya berhasil mengamankan podium.

Begitu burung naik gantangan, suasana lapangan langsung berubah.

Pemilik mulai serius.

Pendukung mulai memberi semangat.

Juri fokus dengan penilaian.

Sementara kungmania mulai menghitung peluang.

Yang tadinya ngobrol santai, mendadak semua jadi ahli strategi!


MONSTER Mengamuk di Dewasa Bebas

Kelas Dewasa Bebas menghadirkan nama Monster sebagai jawara utama.

Burung dengan kerekan 06, bergelang Alexander, tampil dengan kualitas suara yang mampu mencuri perhatian dan berhasil mengamankan posisi pertama.

Monster harus melewati persaingan dengan burung-burung lain yang juga membawa kualitas terbaik.

Namun hingga akhir pertarungan, posisinya tetap kokoh.

Juara 1: Monster – Alexander – Kerekan 06

Posisi kedua ditempati Putra Panggung, kerekan 55, bergelang PSA.

Sedangkan Hud Hud, kerekan 70 bergelang TS, berhasil melengkapi tiga besar.

Tiga Besar Dewasa Bebas

  1. Monster – Alexander – Kerekan 06
  2. Putra Panggung – PSA – Kerekan 55
  3. Hud Hud – TS – Kerekan 70

Monster akhirnya menjadi raja Dewasa Bebas.

Datang, berbunyi, lalu bikin podium panas!

pemenang dewasa ke 1


Manik Maya Bikin Kejutan di Piyik Bebas

Masuk ke kelas Piyik Bebas, nama Manik Maya menjadi pusat perhatian.

Burung dengan kerekan 134, bergelang Khayangan, membawa nama Shorea BF Jogja dan tampil prima dalam persaingan.

Manik Maya berhasil menjaga performanya hingga akhirnya merebut posisi pertama.

Di belakangnya ada Kapten Srobot, kerekan 239 bergelang Victory, yang menempati posisi kedua.

Sementara Madura Kerekan 200 bergelang Irama berada di posisi ketiga.

Tiga Besar Piyik Bebas

  1. Manik Maya – Khayangan – Kerekan 134
  2. Kapten Srobot – Victory – Kerekan 239
  3. Madura – Irama – Kerekan 200

Manik Maya boleh masih muda.

Tetapi begitu berdiri di podium, gayanya sudah seperti senior!


Adi Putro Perkasa di Piyik Yunior

Kelas Piyik Yunior menghadirkan persaingan tak kalah menarik.

Adi Putro, kerekan 435, bergelang Putra Mandiri, milik Heru NHD/Sumenep, mampu tampil stabil dan merebut podium pertama.

Persaingan dengan para rival berlangsung ketat, tetapi Adi Putro mampu mempertahankan performanya sampai babak akhir.

Posisi kedua ditempati Kalimaya, kerekan 358 bergelang Primarasa.

Sedangkan posisi ketiga menjadi milik Navara, kerekan 323 bergelang netizen.

Tiga Besar Piyik Yunior

  1. Adi Putro – Putra Mandiri – Kerekan 435
  2. Kalimaya – Primarasa – Kerekan 358
  3. Navara – Netizen – Kerekan 323

Adi Putro sukses membuktikan bahwa kelas piyik yunior bukan tempat untuk coba-coba.

Sekali naik gantangan, targetnya langsung podium!


Aura 26 Bersinar di Piyik Hanging

Drama berikutnya terjadi di kelas Piyik Hanging.

Aura 26, gantangan 39, bergelang JBN, milik Ir. M. Arifin/Bangkalan tampil sebagai bintang lapangan.

Aura 26 mampu menjaga keunggulan hingga babak penentuan dan akhirnya mengamankan posisi pertama.

Posisi kedua ditempati Getar Alam, gantangan 22 bergelang GZ.

Sementara Singapore, gantangan 32 bergelang SMR, menutup tiga besar.

Tiga Besar Piyik Hanging

  1. Aura 26 – JBN – Gantangan 39
  2. Getar Alam – GZ – Gantangan 22
  3. Singapore – SMR – Gantangan 32

Namanya Aura 26, tetapi sinarnya terasa sampai ke seluruh Lapangan AURI Raci!


12 Jawara Menghiasi Tiga Besar Bupati Cup Pasuruan

Empat kelas telah menyelesaikan pertarungannya. Dua belas nama akhirnya menghiasi tiga besar.

KelasJuara 1Juara 2Juara 3
Dewasa BebasMonsterPutra PanggungHud Hud
Piyik BebasManik MayaKapten SrobotMadura
Piyik YuniorAdi PutroKalimayaNavara
Piyik HangingAura 26Getar AlamSingapore

Masing-masing punya cerita.

Monster menjadi raja Dewasa Bebas.

Manik Maya menghadirkan kejutan di Piyik Bebas.

Adi Putro tampil kokoh di Piyik Yunior.

Dan Aura 26 menjadi bintang Piyik Hanging.


Bukan Sekadar Mengejar Podium

Di balik setiap burung yang naik gantangan, ada cerita panjang mengenai perawatan, latihan, perjalanan, peternakan, pemilik dan tim yang bekerja di belakang layar.

Ada yang datang dari dekat.

Ada yang menempuh perjalanan jauh.

Ada yang pulang membawa piala.

Ada pula yang belum berhasil naik podium, tetapi membawa pulang pengalaman untuk lomba berikutnya.

Itulah warna dunia perkutut.

Di atas gantangan bersaing, di luar gantangan tetap bersaudara.

Dan mungkin itu pula yang membuat kungmania selalu kembali.

Karena sekali telinga sudah kecanduan suara kung-kung yang mantap, pulang dari lapangan bukan berarti selesai.

Malah mulai bertanya: lomba berikutnya di mana?


Ketua Pengda Pasuruan Apresiasi Dukungan Semua Pihak

Di akhir lomba, Hari Aprianto, Ketua Pengda Pasuruan, menyampaikan terima kasih atas dukungan Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan terhadap pelaksanaan Bupati Cup 2026.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh kru panitia, juri dan kungmania yang telah hadir serta ikut meramaikan agenda Pengda Kabupaten Pasuruan.

Dukungan berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam terselenggaranya event dengan suasana meriah dan penuh persaudaraan.


Bupati Cup Pasuruan 2026, Ketika Hobi, Pemerintah dan Ekonomi Daerah Bertemu

Bupati Cup Pasuruan 2026 akhirnya meninggalkan banyak cerita dari Lapangan AURI Raci.

Ada Monster, Manik Maya, Adi Putro dan Aura 26 yang sukses menjadi juara kelas masing-masing.

Ada Putra Panggung, Hud Hud, Kapten Srobot, Madura, Kalimaya, Navara, Getar Alam dan Singapore yang melengkapi tiga besar.

Tetapi cerita Bupati Cup Pasuruan tidak berhenti di daftar juara.

Ada pemerintah daerah yang memberikan ruang dan dukungan terhadap kegiatan komunitas. Ada panitia yang bekerja keras. Ada juri yang menjalankan tugasnya. Ada peternak dan pelaku usaha yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada geliat hobi. Dan ada kungmania yang rela menempuh perjalanan jauh demi satu hal sederhana:

Mendengar suara perkutut terbaik di atas gantangan.

Pandangan Anang Teratai tentang dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu catatan menarik dari gelaran ini. Menurutnya, ketika pemerintah dan komunitas bisa berjalan beriringan, sebuah event hobi berpotensi berkembang menjadi agenda yang memberikan dampak lebih luas bagi daerah.

Pasuruan pun menunjukkan bahwa sebuah konkurs dapat dikemas bukan sekadar sebagai pertandingan, tetapi sebagai ruang kebersamaan, wisata hobi, ekonomi kreatif, UMKM, pelestarian dan promosi daerah.

Akhirnya, bukan hanya burung yang terbang tinggi.

Nama Pasuruan pun ikut terbang bersama suara kung-kung dari Lapangan AURI Raci!

Pasuruan Bangkit, Bersama Kita Bisa!

Golden Voice News — Mengabarkan Suara Jawara, Menghidupkan Cerita di Balik Gantangan

data media online dan medsos fb

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Related news