Mandala Putra Cup 4 Palu: Jagoan H. Malelang Mengamuk, Dua Kelas Diborong!

Lapangan Poboya, Jl. Doyodara 2, Palu, Minggu, 4 Oktober 2026, mendadak berubah menjadi panggung adu suara paling berisik sekaligus paling bikin jantung kung mania berdebar. Mandala Putra Cup Putaran ke-4 sukses menghadirkan pertarungan sengit kelas regional, dengan para jagoan Palu tampil habis-habisan menunjukkan kualitasnya.

Yang paling mencuri perhatian tentu saja jagoan-jagoan milik H. Malelang. Bisa dibilang, kalau lomba ini dibuat seperti pertandingan sepak bola, tim H. Malelang sedang bermain dengan formasi “menyerang dari segala penjuru”. Dua kelas berhasil diamankan lewat Laborro di Kelas Dewasa Bebas dan 3 Berlian di Kelas Piyik Junior.

Bahkan, peluang untuk menyapu bersih juara pertama hampir saja terjadi. Sayangnya, di Kelas Piyik Hanging, jagoan milik Junaidi, Armani, tampil lebih oke dan berhasil merebut posisi puncak. Jadi, kali ini H. Malelang harus rela melihat satu kursi juara utama “dicuri tetangga sebelah”.


Kelas Dewasa Bebas: Laborro Jadi Raja

Di Kelas Dewasa Bebas, Laborro milik H. Malelang, hasil ternakan Makita, tampil sebagai penguasa. Burung nomor tiang 38 tersebut berhasil menempati posisi pertama dan menjadi bukti bahwa kualitas materi Palu tidak bisa dianggap sebelah mata.

Posisi kedua ditempati Maganti milik Junaedi, produk LSJ, sedangkan posisi ketiga diraih Si Bungsu Anajem milik Pak Anto, hasil ternakan UKI BF.

Tiga besar Kelas Dewasa Bebas:

  1. Laborro – H. Malelang – Makita
  2. Maganti – Junaedi – LSJ
  3. Si Bungsu Anajem – Pak Anto – UKI BF

Laborro bukan sekadar menang, melainkan seperti sedang mengirim pesan: “Kalau mau rebut podium, silakan antre!”


Kelas Piyik Junior: 3 Berlian Bikin H. Malelang Makin Senyum

Belum puas menguasai kelas dewasa, H. Malelang kembali mengibarkan bendera kemenangan melalui 3 Berlian. Piyik nomor tiang 93 tersebut menjadi juara pertama Kelas Piyik Junior dengan hasil ternakan Pizzaro.

Posisi kedua menjadi milik Metta, jagoan Ko’ Robby, produk Atto BF. Sementara Tatzaka milik H. Malelang, hasil ternakan OTE, harus puas di peringkat ketiga.

Tiga besar Kelas Piyik Junior:

  1. 3 Berlian – H. Malelang – Pizzaro
  2. Metta – Ko’ Robby – Atto BF
  3. Tatzaka – H. Malelang – OTE

Dua kemenangan H. Malelang di dua kelas berbeda menunjukkan satu hal: stok amunisinya ternyata bukan cuma satu ekor!


Kelas Piyik Hanging: Armani Gagalkan Sapu Bersih

Nah, inilah kelas yang membuat cerita Mandala Putra Cup 4 semakin menarik. Kalau dua kelas sebelumnya dikuasai jagoan H. Malelang, maka di Piyik Hanging giliran Junaidi yang tersenyum lebar.

Armani, jagoan Junaidi dengan produk ternakan Parajaya, berhasil menjadi juara pertama. Armani tampil sebagai “penyelamat persaingan” agar podium Mandala Putra Cup tidak berubah menjadi acara khusus keluarga H. Malelang.

Posisi kedua ditempati jagoan milik H. Malelang dengan produk PGSP, sementara posisi ketiga diraih Golgo milik Junaedi, hasil ternakan MR FLO.

Tiga besar Kelas Piyik Hanging:

  1. Armani – Junaedi – Parajaya
  2. — – H. Malelang – PGSP
  3. Golgo – Junaedi – MR FLO

Armani sukses membuktikan bahwa dalam lomba perkutut, selama sang jagoan mau bekerja, nama besar lawan tidak otomatis mendapatkan karpet merah menuju podium.


Palu Punya Banyak Peternak Serius, Wajar Produknya Rajin Naik Podium

Salah satu alasan mengapa persaingan perkutut di Palu semakin menarik adalah keberadaan banyak peternak yang serius menggarap materi ternak. Nama-nama seperti UKI BF, Atto BF, Damin BF, dan tentu saja Mandala Putra BF menjadi bagian dari geliat breeding perkutut di kawasan ini.

Mandala Putra BF sendiri dikenal berani mengisi materi indukan dengan nilai yang tidak main-main. Bahkan, ada indukan yang nilainya disebut bisa sekelas dengan harga sebuah mobil baru.

Kalau indukannya saja sudah bikin kalkulator ngos-ngosan, jangan heran kalau anakannya kemudian bikin juri ikut sibuk menulis nama di papan juara.

Fenomena inilah yang membuat produk ternakan Palu semakin menarik. Bukan cuma ramai di kandang, tetapi mulai menunjukkan taji di lapangan. Berbagai produk ternakan lokal mampu bersaing dan meraih prestasi di sejumlah kelas.


Kung Mania Palu Terus Tumbuh, Pakan Berkualitas Ikut Menjadi Bagian

Geliat hobi perkutut di Palu juga semakin menarik karena jumlah penghobi relatif banyak dan terus berkembang. Di tengah persaingan tersebut, semakin banyak kung mania yang mulai memperhatikan pola perawatan, kualitas materi, hingga asupan pakan.

Pakan Perkutut Goldenvoice juga sudah mulai digunakan oleh sejumlah penghobi di Palu sebagai bagian dari perawatan burung mereka.

Tentu saja, pakan bukan satu-satunya penentu prestasi. Materi burung, trah, perawatan, mental, kondisi lapangan, dan kemampuan burung bekerja tetap menjadi faktor penting. Tetapi ketika semua dipadukan dengan baik, peluang menghasilkan burung berkualitas tentu semakin terbuka.

Selamat untuk seluruh pemenang Mandala Putra Cup Putaran ke-4. Selamat pula untuk panitia, kung mania Palu, para peternak, dan seluruh pihak yang terus menjaga agar roda hobi perkutut di Palu tetap berputar kencang.

Karena kalau Palu terus melahirkan burung-burung juara, bukan tidak mungkin ke depan Palu bukan cuma dikenal sebagai kota yang punya banyak kung mania, tetapi juga salah satu dapur produksi jagoan perkutut yang diperhitungkan di regional.

Dan satu pesan dari Lapangan Poboya hari ini cukup jelas:

Burung Palu sedang tidak berlatih menjadi juara. Burung Palu sudah mulai terbiasa naik podium!

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Related news