Brewok milik Cokro Hindoyo, Lombok, NTB, kembali menunjukkan kelasnya. Dalam gelaran Latihan Dinilai “Tombo Kangen” Galaxy Gresik, Minggu, 4 Oktober 2026, Brewok berhasil menempati posisi juara pertama Piyik Bebas.
Karena namanya “Tombo Kangen”, jangan heran kalau kungmania datang bukan cuma membawa sangkar, tetapi juga membawa rasa rindu yang sudah menumpuk di hati. Begitu jagoan naik gantangan, rasa kangen langsung berubah menjadi tegang. Begitu burung mulai berbunyi, yang tadinya santai, mendadak duduknya maju ke depan! 😄
Itulah suasana Latihan Dinilai “Tombo Kangen” Pengda Gresik yang digelar Minggu, 4 Oktober 2026, di Lapangan Galaxy Gresik. Agenda ini benar-benar menjadi obat rindu bagi kungmania Gresik dan sekitarnya sekaligus tempat menguji amunisi sebelum memasuki pertarungan yang lebih panas.
Bukan sekadar latihan biasa, sejumlah jago nasional ikut turun. Mereka sengaja menjajal kondisi lapangan sekaligus menguji setelan terbaru sebagai persiapan menuju LPI Pariwisata Cup 2026 di Sumenep pada akhir pekan berikutnya.
Jadi, jangan buru-buru menganggap ini cuma latihan. Bisa jadi ini adalah “pemanasan mesin” sebelum gas pol di Sumenep!
Brewok Datang, Langsung Bikin Kelas Piyik Bebas Bergetar
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Brewok milik Cokro Hindoyo, Lombok, NTB.
Turun di kelas Piyik Bebas, Brewok dengan nomor kerekan 38 dan gelang Jupiter tampil seperti burung yang baru saja diberi tahu: “Hari ini jangan latihan biasa, Bro!”
Hasilnya? Full power dan ngejoss sepanjang empat babak!
Brewok benar-benar menguasai permainan dan akhirnya sukses mengamankan podium pertama Piyik Bebas.
Di belakangnya ada Parvez milik Pramando/BSD Tangerang di posisi kedua, sementara Ki Jurit milik H. Nur Mizan/Cerme Gresik harus puas di posisi ketiga.
Bagi Cokro Hindoyo, hasil ini tentu menjadi kabar menggembirakan. Apalagi Brewok, bersama Sihir dan Soimah, sebelumnya sempat menjalani masa istirahat dan tidak digantang.
Turun di Galaxy Gresik sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat kembali sejauh mana kondisi dan performa ketiganya setelah rehat.
Ternyata Brewok malah menjawab dengan cara yang cukup bikin lawan berpikir:
“Istirahat bukan berarti pensiun!” 😄
Dikawal Gus Yogi, Dijoki Koh Hamid
Penampilan Brewok di Galaxy Gresik juga tidak sendirian. Tim mendapat pengawalan Gus Yogi, sementara di lapangan Brewok dijoki oleh Koh Hamid, yang juga dikenal sebagai peternak Jupiter.
Kombinasi burung, perawatan, joki dan setelan menjadi bagian penting dalam menjaga performa Brewok.
Dan hasilnya sudah terlihat.
Empat babak dijalani dengan penampilan maksimal hingga akhirnya Brewok berdiri paling tinggi di kelas Piyik Bebas.
Bagi tim Cokro Hindoyo, kemenangan ini bukan sekadar mengejar podium latihan yang dinilai. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi penting sebelum menghadapi persaingan yang lebih ketat di agenda berikutnya.
Rusman: Bukan Sekadar Latihan, Tapi Pemanasan Jago Nasional
Koordinator latihan, Rusman, mengatakan bahwa kegiatan Tombo Kangen bukan hanya menjadi ajang silaturahmi kungmania.
Menurutnya, agenda ini juga dimanfaatkan untuk melatih jago-jago baru sekaligus menjadi tempat pemanasan sejumlah burung nasional yang akan turun di LPI Pariwisata Cup 2026 Sumenep.
“Terima kasih kepada kungmania yang sudah ikut meramaikan latihan dinilai kali ini. Selain sebagai ajang pemanasan jago-jago lomba, agenda kali ini tetap dijadikan ajang mempererat silaturahmi kungmania. Dan kami ucapkan kepada para juara yang sudah meraih prestasi terbaik di masing-masing kelas,” ujar Rusman.
Artinya jelas: Tombo Kangen boleh namanya, tetapi persiapannya jangan main-main!

H Suwandi: Kalau Tidak Ada Agenda, Gresik Bergerak
Ketua Pengda Gresik, H. Suwandi, menjelaskan bahwa latihan dinilai memang menjadi agenda rutin ketika di daerah sekitar tidak terdapat lomba atau agenda besar.
Selain menjadi tempat berkumpulnya kungmania, latihan juga dinilai dimanfaatkan sebagai tolok ukur kemampuan jago-jago muda hasil orbitan para peternak.
“Alhamdulillah, agendanya selalu berjalan lancar dan dihadiri oleh kungmania dari Gresik dan luar Gresik. Terima kasih atas partisipasinya,” tutur H. Suwandi.
Dengan konsep seperti ini, latihan dinilai bukan sekadar soal siapa juara satu, dua atau tiga. Ada misi lain yang tidak kalah penting, yakni mencari, menguji dan mematangkan calon jago baru.
Sayidan Debutan, Sekali Naik Langsung Bikin Heboh
Kalau Brewok menjadi bintang di Piyik Bebas, kelas Piyik Hanging punya cerita berbeda.
Nama Sayidan milik Tim Punto Jakarta justru tampil sebagai kejutan.
Debutan belia bernomor gantangan 45 dan bergelang Khafi itu tampil perdana dengan gaya “jis-jos”. Bukannya grogi, Sayidan malah seperti sudah hafal jalan menuju podium.
Hasilnya pun bikin lawan harus mengakui kehebatannya.
Sayidan merebut juara pertama Piyik Hanging.
Posisi kedua ditempati Azzarah dengan nomor gantangan 38, bergelang Arfa. Sementara posisi ketiga menjadi milik Bernuansa, nomor gantungan 15, bergelang SBJ.
Sayidan yang dikawal Gus Mad pun sukses menjadikan debutnya bukan sekadar perkenalan.
Ini mah bukan lagi “halo, saya pendatang baru.”
Lebih tepatnya:
“Permisi, saya langsung ambil podium!” 😄
Galaxy Gresik Jadi Panggung Pemanasan Sebelum Sumenep
Melihat komposisi peserta dan jago yang turun, Tombo Kangen Galaxy Gresik memang terasa lebih dari sekadar latihan.
Beberapa burung nasional memanfaatkan kesempatan ini untuk menguji setelan, sementara burung-burung muda mendapatkan kesempatan untuk merasakan atmosfer pertarungan.
Brewok menjadi salah satu bukti paling menarik.
Setelah sempat menjalani masa istirahat, jagoan Cokro Hindoyo itu kembali tampil dan langsung menyabet juara pertama Piyik Bebas.
Hasil ini tentu menjadi modal kepercayaan diri sebelum memasuki pertarungan berikutnya.
Apalagi, persaingan di LPI Pariwisata Cup 2026 Sumenep dipastikan jauh lebih panas.
Kalau di Galaxy Gresik baru pemanasan, maka Sumenep nanti bisa menjadi tempat untuk melihat siapa yang benar-benar siap ngegas dan siapa yang masih mencari setelan!
Brewok, Sayidan dan Para Jago Lain Mulai Kasih Kode
Tombo Kangen akhirnya meninggalkan satu pesan menarik.
Brewok masih panas. Sayidan mulai muncul. Jago-jago nasional mulai menguji mesin.
Sementara kungmania sudah mendapatkan obat rindu sebelum kembali menyaksikan pertarungan besar.
Jadi, Galaxy Gresik kali ini bukan cuma Tombo Kangen.
Bisa jadi ini adalah “Tombo Tegang” sebelum LPI Pariwisata Cup Sumenep!
Sebab kalau para jago sudah mulai menunjukkan taringnya dari sekarang, pertarungan di Sumenep nanti sangat layak untuk ditunggu.
Salam senyum selalu untuk Kung Mania!
Artikel ini merupakan informasi hiburan seputar dunia perkutut dan tidak dimaksudkan untuk merendahkan atau menjatuhkan pihak mana pun.




