liga Perkutut Sulawesi 2026 Seri VI bertajuk Gowa Cup 2 sukses menghadirkan persaingan menarik bagi Kung Mania Sulawesi Selatan. Gelaran yang berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026 dilapangan ekx terminal todopuli ini menjadi panggung kemenangan Mahameru milik H. Fadil Jalil dari Makassar. Burung bergelang Teratai BF Semarang tersebut berhasil merebut juara pertama kelas Dewasa Bebas dengan raihan 150 poin.
Memasuki seri keenam, kompetisi ini juga menerapkan mandatory fight atau tarung wajib bagi burung-burung yang masuk dalam 10 besar klasemen. Meski jumlah peserta tidak seramai seri sebelumnya, suasana perlombaan tetap meriah dan menghibur.
Sorotan utama tertuju pada Mahameru yang tampil konsisten, serta Gowata milik Ahmad Adnan dari Gowa yang berhasil mengamankan posisi kedua. Persaingan keduanya menambah panas perebutan gelar Burung Terbaik Liga Perkutut Sulawesi 2026 menjelang seri penutup.
Mahameru Tampil Percaya Diri, Raih 150 Poin
Penampilan Mahameru menjadi salah satu cerita paling menarik di Gowa Cup 2. Sejak babak pertama dimulai hingga babak terakhir, burung andalan H. Fadil Jalil ini mampu menunjukkan mental tanding yang patut diperhitungkan.
Menghadapi lawan-lawan berkualitas, termasuk Nalendro, Mahameru tetap percaya diri. Meskipun penampilannya kali ini tidak seheboh seri sebelumnya, konsistensinya di lapangan mampu mengantarkan Mahameru ke posisi teratas kelas Dewasa Bebas.
Hasilnya, Mahameru mengumpulkan 150 poin dan unggul 25 poin dari Gowata yang berada di posisi kedua.
Kemenangan ini sekaligus memperkuat peluang Mahameru dalam persaingan menuju gelar Burung Terbaik Liga Perkutut Sulawesi 2026. Namun, perjalanan menuju gelar akhir musim belum selesai karena masih ada seri penutup yang dapat mengubah peta persaingan.
Mahameru Kembali Membawa Pulang Piala Bergilir Gowa Cup 2
Kemenangan di Gowa Cup 2 terasa semakin istimewa bagi H. Fadil Jalil. Mahameru kembali berhasil merebut piala bergilir Gowa Cup yang dikenal eksklusif.
Keberhasilan tersebut menjadi kali kedua Mahameru membawa pulang piala bergilir. Prestasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa Mahameru masih menjadi salah satu burung yang patut diperhitungkan dalam persaingan perkutut di Sulawesi.
Meski demikian, piala bergilir Gowa Cup dan gelar Burung Terbaik Liga Sulawesi merupakan dua hal yang berbeda. Mahameru sudah mencatatkan kemenangan penting di Gowa, tetapi penentuan gelar Burung Terbaik tetap bergantung pada akumulasi poin dan hasil kompetisi sesuai ketentuan liga.
Gowata Milik Ahmad Adnan Siap Memberikan Perlawanan
Di posisi kedua, Gowata milik Ahmad Adnan dari Gowa berhasil mengumpulkan 125 poin. Hasil tersebut membuat Gowata tetap berada dalam persaingan menarik di kelas Dewasa Bebas.
Selisih 25 poin dari Mahameru pada seri Gowa Cup 2 menunjukkan bahwa persaingan keduanya masih layak dinantikan. Apalagi, kompetisi belum mencapai garis akhir.
Bagi Ahmad Adnan, hasil yang diraih Gowata menjadi modal penting untuk menghadapi seri berikutnya. Sementara bagi H. Fadil Jalil, kemenangan Mahameru harus menjadi pijakan untuk menjaga konsistensi hingga akhir musim.
Persaingan inilah yang membuat Liga Perkutut Sulawesi 2026 semakin menarik. Bukan hanya soal siapa yang menjadi juara pada satu gelaran, tetapi juga siapa yang mampu mempertahankan performa dan mengumpulkan poin hingga seri penutup.
Terbayang Drama Liga Sulawesi 2025
Perjalanan Mahameru menuju gelar Burung Terbaik 2026 mengingatkan Kung Mania pada drama musim 2025.
Berdasarkan informasi yang disampaikan kepada GoldenVoiceNews.com, pada seri terakhir Liga Perkutut Sulawesi 2025 yang berlangsung di Belawan, Mahameru gagal mendapatkan poin. Sementara itu, Kuota berhasil merebut juara pertama dan akhirnya mengamankan gelar Burung Terbaik 2025.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran bahwa keunggulan pada seri-seri sebelumnya belum tentu menjamin kemenangan akhir musim.
Kini, menjelang seri penutup 2026, peluang terjadinya drama serupa kembali menjadi bahan perbincangan. Mahameru memang baru saja meraih hasil maksimal di Gowa Cup 2, tetapi para pesaingnya masih berpeluang memberikan kejutan.
Jika Mahameru gagal memperoleh poin pada seri terakhir dan pesaingnya mampu meraih hasil maksimal, peta persaingan dapat berubah. Karena itu, konsistensi dan kehadiran pada seri penutup akan menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju gelar Burung Terbaik.
Apakah Mahameru mampu menuntaskan musim dengan gelar Burung Terbaik 2026, atau justru muncul kejutan seperti yang terjadi pada 2025? Jawabannya akan ditentukan oleh hasil di arena pada seri terakhir.
Hasil Juara Dewasa Bebas Gowa Cup 2
Berikut daftar 10 besar kelas Dewasa Bebas Liga Perkutut Sulawesi Seri VI Gowa Cup 2, 18 Oktober 2026.
- Mahameru — H. Fadil Jalil, Makassar — 150 poin.
- Gowata — Ahmad Adnan, Gowa — 125 poin.
- Camry — Om Abbi, Pinrang — 100 poin.
- Ladores — H. Malelang, Palu — 75 poin.
- Nyengnyeng — H. Patahuddin, Gowa — 50 poin.
- Honda Beat — H. Sur, Makassar — 40 poin.
- Pangeran — H. Abu, Makassar — 30 poin.
- Maknyus — Ahmad Adnan, Gowa — 20 poin.
- Nalendro — H. Abu, Makassar — 10 poin.
- Samboge — Asrul, Makassar — 5 poin.
Hasil tersebut menunjukkan Mahameru memimpin kelas Dewasa Bebas dengan 150 poin, disusul Gowata dengan 125 poin dan Camry dengan 100 poin.

Armada Juara Piyik Bebas
Persaingan di kelas Piyik Bebas juga berlangsung menarik. Armada milik H. Abu dari Makassar berhasil menempati posisi pertama dengan raihan 150 poin.
Bulgary milik H. Malelang dari Palu berada di posisi kedua dengan 125 poin, sedangkan Eskobar milik Mamat dari Pangkep menempati posisi ketiga dengan 100 poin.
Lima Rupiah milik H. Nawir dari Makassar berada di posisi keempat, disusul Sunggokong milik Ahmad Adnan dari Gowa di posisi kelima.
Berikut hasil 10 besar Piyik Bebas:
- Armada — H. Abu, Makassar.
- Bulgary — H. Malelang, Palu.
- Eskobar — Mamat, Pangkep.
- Lima Rupiah — H. Nawir, Makassar.
- Sunggokong — Ahmad Adnan, Gowa.
- Camidu — Mamat, Pangkep.
- Rolex — M. Akbar, Pangkep.
- Baleno — Wisnu, Makassar.
- Marten — Ahmad Mukoni, Makassar.
- Senopati — H. Amir, Makassar.

Avatar Pimpin Kelas Piyik Junior
Pada kelas Piyik Junior, Avatar milik H. Didit dari Makassar berhasil menduduki posisi pertama. Bayam milik H. Majid dari Makassar berada di urutan kedua, sedangkan Juve milik M. Akbar dari Pangkep menempati posisi ketiga.
Lexus milik Om Abbi dari Pinrang berada di peringkat keempat, disusul Jangkar milik H. Didit di posisi kelima.
Berikut hasil 10 besar Piyik Junior:
- Avatar — H. Didit, Makassar.
- Bayam — H. Majid, Makassar.
- Juve — M. Akbar, Pangkep.
- Lexus — Om Abbi, Pinrang.
- Jangkar — H. Didit, Makassar.
- Bulusaraung — Fadil Jalil, Makassar.
- Bayao — H. Arif, Makassar.
- Kris — Asrul, Makassar.
- Sadewa — H. Amir, Makassar.
- Masagenae — Hamsah, Makassar.
Kelas ini menjadi kesempatan bagi para pemilik burung muda untuk menunjukkan kualitas gacoannya sekaligus menambah pengalaman bertanding dalam kompetisi regional.

Soimah Terbaik di Kelas Hanging
Kelas Hanging menghadirkan Soimah milik M. Akbar dari Pangkep sebagai juara pertama. Bravo milik H. Amir dari Makassar menempati posisi kedua, sedangkan Brown Sky milik Mappa GFC dari Maros berada di posisi ketiga.
Samaenre milik Hamsah dari Makassar berada di peringkat keempat, disusul Mr X milik A. Ibbar dari Makassar di posisi kelima.
Berikut hasil kelas Hanging:
- Soimah — M. Akbar, Pangkep.
- Bravo — H. Amir, Makassar.
- Brown Sky — Mappa GFC, Maros.
- Samaenre — Hamsah, Makassar.
- Mr X — A. Ibbar, Makassar.
- Mallomo — Asrul, Makassar.
- Rubi — Ahmad Ali, Makassar.
- Saga — Irwan, Maros.
Persaingan kelas Hanging melengkapi kemeriahan Gowa Cup 2 dan memberikan tontonan menarik bagi Kung Mania yang hadir.

Ketua Pengwil Berharap Kung Mania Hadir pada Seri Berikutnya
Ketua Pengwil P3SI Sulawesi Selatan, Wisnu Wibawa, berharap Kung Mania Sulawesi dapat menyempatkan diri hadir pada gelaran berikutnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, seri mendatang juga diharapkan menjadi kesempatan untuk membicarakan kelanjutan Liga Perkutut Sulawesi pada 2027. Kehadiran pemain, peternak, dan penghobi dinilai penting untuk menjaga kebersamaan serta mendukung keberlangsungan kompetisi perkutut di wilayah Sulawesi.
Harapan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan liga. Kompetisi bukan hanya tentang kemenangan dan perolehan poin, melainkan juga tentang persaudaraan, partisipasi, dan upaya bersama untuk menjaga semangat Kung Mania.
Seri Penutup Menjadi Penentu
Gowa Cup 2 telah menghadirkan kemenangan Mahameru, penampilan Gowata yang patut diperhitungkan, serta persaingan di kelas Piyik Bebas, Piyik Junior, dan Hanging.
Kini, perhatian beralih menuju seri penutup Liga Perkutut Sulawesi 2026. Mahameru memiliki modal kemenangan di Gowa, tetapi hasil akhir musim masih harus ditentukan berdasarkan klasemen keseluruhan dan ketentuan kompetisi.
Akankah Mahameru berhasil menuntaskan musim dengan gelar Burung Terbaik, atau justru terjadi kejutan seperti pada 2025? Kung Mania Sulawesi tentu menantikan jawaban dari pertarungan terakhir musim ini.
Satu hal yang pasti, Liga Perkutut Sulawesi 2026 telah menghadirkan banyak cerita menarik bagi para penghobi. Semoga seri berikutnya berlangsung meriah, kompetitif, dan semakin mempererat persaudaraan Kung Mania.
Dukung Perkutut Berkualitas Bersama Golden Voice
Untuk menemani perawatan harian burung perkutut, Kung Mania dapat mengenal Pakan Perkutut Golden Voice dan Pakan Perkutut Superman, pilihan pakan untuk penghobi maupun peternak yang ingin menjaga rutinitas perawatan burung kesayangannya.
Ikuti berita lomba, hasil kejuaraan, kisah peternak, dan perkembangan dunia perkutut melalui GoldenVoiceNews.com di www.goldenvoicenews.com.
Salam senyum selalu. Tetap kompak, sportif, dan jaga persaudaraan Kung Mania!




