KONKURS BLOK BARAT MEMANAS! DARI NUSA BF BOGOR HINGGA EYAKA CUP CIREBON, ROBIN MONCER, DEFRI EYAKA SEBAR DUIT, BUDI BDS PANEN!

Konkurs Blok Barat Minggu 1 November 2026 dari Nusa BF Bogor hingga Eyaka Cup Cirebon. Robin, Gasparo dan Sheraton moncer, Defri Eyaka transaksi piyik BDS BF, Budi BDS panen!

BOGOR–CIREBON – Jadwal lomba boleh sedang lengang, tetapi aktivitas Kung Mania Blok Barat ternyata tidak ikut-ikutan tidur. Minggu, 1 November 2026, dua titik kegiatan perkutut di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat justru ramai oleh para penghobi yang haus suasana kompetisi. Dari markas Nusa BF Bogor hingga Lapangan Kopi Luhur Cirebon, kegiatan latihan dinilai menjadi solusi untuk mengisi kekosongan agenda lomba sekaligus menjaga denyut persaudaraan Kung Mania.

Menariknya, kedua lokasi tersebut menghadirkan cerita berbeda. Di Bogor, markas Akang Nusa menjadi tempat berkumpulnya Kung Mania Jabodetabek yang ingin menguji kemampuan jagoan. Sementara di Cirebon, Ladini Guyub Rukun spesial Eyaka Cup tidak hanya menyuguhkan persaingan di atas kerekan, tetapi juga diwarnai transaksi piyik potensial. Defri Eyaka datang membawa dukungan, Budi BDS kebagian panen, dan para peternak lokal ikut menunjukkan kualitas hasil ternakannya.

Inilah gambaran menarik Konkurs Blok Barat awal November. Ketika kalender lomba sedang memberikan jeda, para Kung Mania justru mencari cara agar aktivitas tetap berjalan. Burung tetap tampil, persahabatan terus terjalin, dan peluang bisnis perkutut tidak kehilangan momentum.

BOGOR: NUSA BF JADI PELARIAN KUNG MANIA SAAT JADWAL LOMBA KOSONG

Kita awali perjalanan dari markas Nusa BF milik Akang Nusa di Bogor. Minggu (1/11/2026), Latihan Dinilai Nusa BF kembali menjadi agenda yang ditunggu Kung Mania Jabodetabek dan sekitarnya.

Kegiatan ini bukan sekadar mengisi waktu kosong. Bagi penghobi, latihan dinilai menjadi kesempatan untuk menjaga kondisi burung, menguji mental, sekaligus melihat perkembangan kualitas jagoan sebelum kembali turun di arena lomba besar.

Reza MJ selaku koordinator latihan dinilai menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memang menjadi salah satu alternatif ketika agenda lomba di wilayah Jabodetabek sedang tidak tersedia.

“Kalau agenda lomba sedang kosong, biasanya kita bersama-sama mengadakan latihan dinilai seperti hari ini. Supaya Kung Mania tetap punya kegiatan dan burung-burungnya tetap bisa dilatih. Kita juga ingin membuat suasana lebih menarik,” jelas Reza MJ.

Ada satu kejutan yang membuat latihan kali ini semakin berwarna. Selain menentukan para peraih podium, panitia juga memberikan penghargaan burung terfavorit pilihan juri. Artinya, burung yang tidak berhasil naik podium tetap memiliki peluang membawa pulang kebanggaan.

Di kelas Piyik Bebas, predikat favorit juri diberikan kepada Wijaya Kusuma bergelang Pandan Mas milik Puput Lavany. Di kelas Piyik Yunior, pilihan juri jatuh kepada Revolusi Junior bergelang WAT milik Nunu Pesona. Sedangkan di kelas Piyik Hanging, Si Boy bergelang Greenvile milik Sarta Kujang berhasil mencuri perhatian.

Kejutan seperti ini tentu membuat suasana semakin menarik. Sebab, tidak semua kebanggaan harus diukur dari posisi juara pertama. Ada kalanya burung yang tidak naik podium justru mendapatkan apresiasi khusus dari para juri.

KONKURS BLOK BARAT

ROBIN MILIK AKANG NUSA KUASAI PIYIK BEBAS

Untuk hasil kejuaraan, Robin, burung kerekan 08 bergelang Nusa milik tuan rumah Akang Nusa, sukses menduduki podium pertama kelas Piyik Bebas.

Posisi kedua ditempati Adi Luhung, kerekan 29 bergelang 3F, sementara Noah, kerekan 88 bergelang RPM, mengamankan posisi ketiga.

Di kelas Piyik Yunior, Gasparo, kerekan 44 bergelang Al Kabiir milik Pramando asal BSD Tangerang, berhasil merebut podium pertama.

Sementara di kelas Piyik Hanging, Sheraton, gantangan 184 bergelang Pakansari milik Rony Pakansari Bogor, tampil sebagai peraih podium tertinggi.

Tiga kelas, tiga nama jawara berbeda. Tuan rumah pun ikut tersenyum karena Robin berhasil membuktikan kualitasnya di hadapan para tamu yang datang membawa amunisi masing-masing.

MARKAS NUSA BF, BUKAN CUMA LATIHAN, TAPI JUGA TEMPAT KONGKOW DAN KULINER!

Ada cerita lain yang membuat markas Nusa BF selalu punya daya tarik. Lapangan ini bukan hanya ramai saat latihan dinilai, tetapi juga menjadi tempat kongkow rutin Kung Mania setiap Rabu.

Obrolannya tentu tidak jauh dari dunia perkutut. Mulai dari membahas kualitas suara, hasil ternakan, perkembangan jagoan hingga cerita persaingan di Liga Perkutut Indonesia.

Nah, ada satu tradisi yang terkadang lebih ditunggu daripada pembahasan silsilah burung, yaitu urusan konsumsi!

Kalau ada rekan yang jagoannya baru saja moncer di LPI, biasanya suasana kongkow semakin meriah. Menu sate dan tengkleng pun selalu menjadi hidangan yang dinantikan.

Jadi, siapa bilang menjadi juara hanya mendapatkan piala dan piagam? Di markas Nusa BF, prestasi terkadang juga berbuah sate dan tengkleng. Burung yang moncer, pemiliknya senang, teman-temannya pun ikut kenyang!

Inilah salah satu bentuk guyub rukun Kung Mania. Di arena boleh saling bersaing, tetapi di luar arena tetap bersaudara. Kalau sudah urusan sate dan tengkleng, tentu persaudaraan semakin terasa nikmat!

BERGESER KE CIREBON: EYAKA CUP, DEFRI EYAKA SEBAR DUIT, BUDI BDS PANEN!

Dari Bogor, perjalanan Konkurs Blok Barat bergeser ke Lapangan Kopi Luhur Cirebon. Di tempat ini, agenda rutin P3SI Pengda Cirebon bertajuk Ladini Guyub Rukun kembali digelar dengan kemasan spesial Eyaka Cup, Minggu (1/11/2026).

Kegiatan yang didukung Defri Eyaka Cirebon ini menghadirkan Kung Mania dari Cirebon dan daerah sekitarnya. Majalengka, Kuningan hingga Bandung ikut meramaikan suasana.

Defri Eyaka sendiri dikenal sebagai salah satu pemandu bakat yang aktif mencari burung-burung potensial untuk diproyeksikan ke level nasional. Kehadirannya tentu menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi peternak yang ingin memperkenalkan hasil ternakan terbaiknya.

Panitia membuka dua kelas piyikan, yakni Piyik Yunior dan Piyik Hanging. Jumlah peserta nyaris menembus tiga blok. Angka tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan latihan dinilai tetap mendapatkan sambutan positif dari Kung Mania.

Namun, Eyaka Cup kali ini tidak hanya menarik karena persaingan di atas kerekan. Ada cerita transaksi yang justru menjadi salah satu pembicaraan hangat di sela-sela kegiatan.

DEFRI EYAKA BERBURU PIYIK, BUDI BDS KEBAGIAN REZEKI!

Salah satu transaksi menarik mempertemukan Defri Eyaka dengan Budi Sae dari BDS BF Cirebon.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu piyik potensial produk terbaru BDS BF berhasil ditransfer kepada Defri Eyaka setelah keduanya mencapai kesepakatan harga.

Bagi Budi BDS, transaksi ini tentu menjadi kabar menggembirakan. Hasil ternakan yang dirawat dan dipersiapkan kini mendapatkan pemilik baru yang memiliki perhatian terhadap burung-burung berpotensi.

Sementara bagi Defri Eyaka, kegiatan ini menjadi kesempatan menambah amunisi sekaligus berburu materi prospek yang bisa dipersiapkan untuk persaingan berikutnya.

Kalau melihat kejadian di Lapangan Kopi Luhur, Defri Eyaka datang bukan cuma membawa dukungan, tetapi juga membawa semangat berburu jagoan. Budi BDS pun menjadi salah satu yang menikmati hasilnya.

Istilahnya, Eyaka sebar duit, Budi BDS yang memanen! Suasana latihan dinilai pun semakin hidup karena selain mengejar prestasi, peluang transaksi turut memberikan warna tersendiri bagi dunia perkutut.

SH BF CIREBON BORONG PODIUM, TASIK DAN TEGAL BIKIN SUHARTONO SUMRINGAH

Beralih ke hasil kejuaraan, kelas Piyik Yunior menghadirkan penampilan membanggakan dari produk peternak lokal.

SH BF Cirebon berhasil menguasai dua posisi teratas melalui jagoannya, Tasik dan Tegal, milik Suhartono SH. Keduanya sukses menempati podium pertama dan kedua.

Hasil tersebut tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Suhartono SH. Dua amunisi yang dibawa ke arena sama-sama mampu menunjukkan kualitas dan menempatkan SH BF sebagai salah satu perhatian dalam gelaran Eyaka Cup.

Sementara posisi ketiga ditempati Buldozer bergelang KNC milik Teddy CIE asal Bandung.

Persaingan ini memperlihatkan bahwa peternak lokal Cirebon memiliki potensi yang patut diperhitungkan. Di sisi lain, kehadiran peserta dari Bandung juga membuat persaingan semakin berwarna.

pakan perkutut superman

BLOK BARAT TETAP BERGERAK, JEDA LOMBA BUKAN BERARTI JEDA PRESTASI!

Dua kegiatan di Bogor dan Cirebon pada hari yang sama memberikan gambaran bahwa aktivitas perkutut di wilayah Blok Barat tetap bergairah meskipun jadwal lomba sedang memiliki jeda.

Nusa BF Bogor menghadirkan suasana latihan dinilai yang dikemas dengan penghargaan favorit juri, ditambah tradisi kongkow dan kuliner yang mempererat persaudaraan Kung Mania.

Sementara Ladini Guyub Rukun spesial Eyaka Cup Cirebon memperlihatkan sisi lain kegiatan perkutut, mulai dari persaingan antarpiyikan, keberhasilan peternak lokal hingga transaksi burung potensial antara Defri Eyaka dan Budi BDS.

Dari Robin, Gasparo dan Sheraton di Bogor hingga Tasik dan Tegal di Cirebon, masing-masing memiliki cerita tersendiri. Belum lagi kejutan burung favorit pilihan juri serta transaksi yang membuat suasana semakin semarak.

Bagi Kung Mania, inilah serunya dunia perkutut. Tidak harus menunggu lomba besar untuk bertemu saudara, tidak harus menunggu piala untuk merasakan kebanggaan, dan tidak harus menunggu jagoan juara untuk membuka peluang transaksi.

Kalender lomba boleh kosong, tetapi kalender kegiatan Kung Mania ternyata tetap penuh!

Salam Kung Mania, salam guyub rukun, salam senyum selalu!

Untuk menjaga performa jagoan di arena latihan maupun kompetisi, jangan lupa Pakan Perkutut Golden Voice dan Pakan Perkutut Superman. Ikuti terus berita, hasil lomba, profil peternak, transaksi dan perkembangan dunia perkutut Indonesia hanya di www.goldenvoicenews.com.

Sumberdatamedsosmedia online

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Related news