Tidak selalu kemenangan harus dirayakan dengan sesuatu yang mewah. Di gelaran latihan yang dinilai Pengda Bojonegoro, Minggu, 4 Oktober 2026, sebuah botol minyak goreng menjadi bagian dari cerita sederhana di balik keberhasilan jagoan baru Arive Nano. Burung muda bernama Cah Sadewa, bergelang PDKT, berhasil merebut podium pertama kelas Piyik Bebas.
Kemenangan Cah Sadewa sekaligus menjadi catatan menarik bagi Arive Nano. Jagoan baru asal Bojonegoro tersebut mampu berada di posisi teratas, mengungguli Panji Laras milik Sujono/Bojonegoro yang menempati posisi kedua dan Cah Samin, juga milik Arive Nano, di peringkat ketiga.
Bagi Arive Nano, kemenangan ini bukan sekadar tambahan kepada koleksi prestasi. Munculnya Cah Sadewa sebagai juara menjadi tanda bahwa jagoan baru yang diandalkannya mulai menunjukkan hasil di arena.
Pengda Bojonegoro Makin Punya Warna
Gelaran latihan dinilai Pengda Bojonegoro dari waktu ke waktu semakin memiliki warna menarik untuk menyemarakkan hobi perkutut di Kota Minyak.
Ketua Pengda Bojonegoro Arive Nano sebelumnya menyampaikan bahwa sejak awal 2026, Pengda Bojonegoro memastikan agenda lomba dan latihan terus dijalankan secara rutin. Selain agenda Liga Bumi Roban, bidang lomba Pengda Bojonegoro juga menjadwalkan latihan rutin yang menggunakan lapangan permanen Rajekwesi Bojonegoro.
“Kita mengajak semua kalangan, kungmania baik itu pemula maupun para senior yang suka hobi perkutut, untuk rutin ikut bergabung di agenda Pengda Bojonegoro. Karena semakin banyak yang bergabung akan bagus untuk perkembangan hobi perkutut Bojonegoro ke depannya,” kata Arive Nano.
Konsistensi agenda tersebut membuat latihan tidak hanya menjadi tempat untuk mengejar juara, tetapi juga menjadi ruang bagi para penghobi untuk terus mengembangkan jagoannya.
Cah Sadewa, Jagoan Baru Arive Nano Naik Podium Pertama
Dari dua kelas yang dimainkan, Piyik Bebas menjadi salah satu perhatian utama. Cah Sadewa, yang menempati kerekan 17 dan bergelang PDKT, berhasil menguasai podium pertama.
Cah Sadewa menjadi andalan baru Arive Nano asal Bojonegoro. Pada gelaran kali ini, namanya berada di posisi teratas daftar juara dan menjadi bukti bahwa jagoan baru tersebut mulai mendapatkan tempat di persaingan kelas piyik.
Posisi kedua ditempati Panji Laras, kerekan 34, bergelang Altaduriga, milik Sujono/Bojonegoro.
Sementara itu, posisi ketiga kembali menjadi milik Arive Nano melalui Cah Samin, kerekan 18, bergelang Joyo Persak.
Dengan demikian, Arive Nano berhasil menempatkan dua jagoannya sekaligus di tiga besar kelas Piyik Bebas.
Tiga Besar Piyik Bebas
1. Cah Sadewa – PDKT – Arive Nano/Bojonegoro
2. Panji Laras – Altaduriga – Sujono/Bojonegoro
3. Cah Samin – Joyo Persak – Arive Nano/Bojonegoro
Kemenangan Cah Sadewa inilah yang membuat cerita sederhana tentang sebotol minyak goreng menjadi menarik. Di balik podium pertama tersebut ada rasa syukur atas keberhasilan jagoan baru yang mulai menunjukkan potensinya di arena.
Maheswari Kuasai Piyik Hanging
Persaingan yang tidak kalah menarik terjadi di kelas Piyik Hanging. Kali ini giliran Maheswari, burung bergelang FDR milik Nurhisam/Sukorejo, yang berhasil berada di posisi pertama.
Maheswari menempati gantangan 43 dan menjadi jawara terbaik di kelasnya. Posisi kedua ditempati Cah Bromo, gantangan 11, bergelang Bolodewo, milik Haditriz/Sumbeng.
Sedangkan Cah Pantura yang menempati gantangan 13 dengan ring PDKT berhasil mengamankan posisi ketiga. Burung ini juga tercatat sebagai milik Arive Nano/Bojonegoro.
Tiga Besar Piyik Hanging
1. Maheswari – FDR – Nurhisam/Sukorejo
2. Cah Bromo – Bolodewo – Haditriz/Sumbeng
3. Cah Pantura – PDKT – Arive Nano/Bojonegoro
Arive Nano Jadi Salah Satu Nama Menonjol

Jika melihat hasil tiga besar dari dua kelas, nama Arive Nano menjadi salah satu yang paling menonjol. Di Piyik Bebas, Cah Sadewa tampil sebagai juara pertama dan Cah Samin berada di posisi ketiga.
Sementara di Piyik Hanging, Cah Pantura juga berhasil masuk tiga besar dengan menempati posisi ketiga.
Namun, cerita utama tetap berada pada Cah Sadewa. Jagoan baru Arive Nano tersebut berhasil mengubah kesempatan di arena menjadi sebuah kemenangan.
Sederhana, tetapi punya arti. Sebotol minyak goreng menjadi simbol kecil dari sebuah keberhasilan yang datang bersama perjuangan merawat dan menyiapkan jagoan baru.
Bagi Pengda Bojonegoro, hasil ini sekaligus menambah warna persaingan kelas piyik. Dengan agenda latihan yang terus berjalan, para pemilik memiliki ruang untuk menguji dan mematangkan jagoan mereka sebelum menghadapi persaingan berikutnya.

Cah Sadewa sudah membuka cerita. Podium pertama di Bojonegoro menjadi awal yang menarik untuk melihat sejauh mana jagoan baru Arive Nano ini akan melanjutkan kiprahnya.
GoldenVoiceNews.com – Berita Perkutut, Hasil Lomba dan Perkembangan Kungmania.




