HANOMAN MILIK ROSA BUNGKAM JAGOAN BANDUNG! HOBI KELUARGA BERUJUNG PIALA

Ladini Spesial Soreang Bandung, Minggu 4 Oktober 2026, menghadirkan persaingan menarik lintas daerah. Salah satu cerita paling mencuri perhatian datang dari Rosa Jakarta bersama jagoannya, Hanoman, yang sukses meraih juara pertama kelas Piyik Bebas.

Hanoman, burung bergelang Bintang Agung, tampil sebagai yang terbaik. Posisi kedua ditempati oleh Goong Java milik STP BF Bandung, sedangkan Singa Star milik Hendry Wat/Tasikmalaya berada di urutan ketiga.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi buah manis dari perjalanan Rosa dan keluarga yang selama ini menjadikan hobi perkutut sebagai aktivitas bersama.

Bagi Rosa, lomba bukan hanya soal mengejar piala. Perjalanan dari satu lapangan ke lapangan lain, bertemu sesama kungmania, sekaligus menikmati waktu bersama keluarga menjadi bagian penting dari hobinya.

Namun begitu, burung sudah digantang; hasil akhirnya tetap harus diperjuangkan. Hanoman membuktikannya di Soreang.

BU ROSA DAN SUAMI

HANOMAN BUKA CERITA MANIS ROSA DI SOREANG

Kelas Piyik Bebas mempertemukan sejumlah jagoan dari berbagai daerah. Persaingan antara wakil tuan rumah dan peserta dari luar daerah berlangsung menarik hingga akhirnya Hanoman mampu menempati posisi teratas.

Jakarta meraih emas, Bandung meraih perak, dan Tasikmalaya meraih perunggu.

Bagi Rosa, kemenangan Hanoman menjadi tambahan penting dalam perjalanan barisan amunisinya. Sebab sebelum Hanoman muncul sebagai juara di Soreang, Rosa sudah lebih dulu dikenal memiliki sejumlah materi yang dipersiapkan untuk beberapa kelas.

beberapa nama yang pernah disebut dalam barisan Rosa antara lain Blue Star bergelang WAT untuk Piyik Bebas, Aswatama bergelang  untuk Piyik Yunior, serta Duryudana  untuk Piyik Hanging.

Selain itu, terdapat pula materi bergelang SSK yang saat itu masih dalam tahap persiapan.

Kehadiran Hanoman di Soreang menunjukkan bahwa perjalanan Rosa masih terus berkembang. Satu per satu amunisi diuji untuk melihat sejauh mana kemampuan mereka menghadapi persaingan di lapangan.

BLUE STAR, ASWATAMA DAN DURYUDANA

Blue Star menjadi salah satu nama yang pernah dipercaya untuk turun di kelas Piyik Bebas. Kelas ini memang dikenal penuh persaingan karena banyak burung muda potensial mulai diuji.

Sementara Aswatama bergelang Kristal menjadi salah satu kartu Rosa di Piyik Yunior. Fase Yunior menjadi masa penting untuk melihat perkembangan burung sebelum melangkah ke persaingan berikutnya.

Untuk kelas Piyik Hanging, terdapat Duryudana bergelang Cristal. Nama tersebut melengkapi barisan materi yang pernah dipersiapkan Rosa di beberapa kelas berbeda.

Masih ada pula materi bergelang SSK yang sebelumnya disebut sedang dipersiapkan. Jika nantinya turun dan langsung menunjukkan performa bagus, bukan tidak mungkin nama tersebut ikut menambah panjang daftar amunisi Rosa.

Dengan demikian, Hanoman bukanlah satu-satunya cerita. Kemenangan di Soreang menjadi bagian dari perjalanan panjang Rosa dalam membangun materi lomba.

TIGA BESAR PIYIK BEBAS

1. HANOMAN – ROSA/JAKARTA

Hanoman menjadi bintang utama kelas Piyik Bebas.

Bergelang Bintang Agung, burung milik Rosa Jakarta ini mampu melewati persaingan dan mengunci juara pertama.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi hasil terbaik dari perjalanan Rosa ke Soreang.

2. GOONG JAVA – STP BF/BANDUNG

Goong Java menjadi wakil Bandung dengan hasil terbaik di kelas Piyik Bebas.

Harus puas di posisi kedua, Goong Java tetap menunjukkan kualitas dengan mampu bertahan di papan atas hingga akhir persaingan.

3. SINGA STAR – HENDRY WAT/TASIKMALAYA

Singa Star menjadi wakil Tasikmalaya yang berhasil melengkapi podium.

Posisi ketiga menjadi bukti bahwa persaingan Piyik Bebas Soreang tidak hanya didominasi oleh peserta tuan rumah maupun Jakarta.

PIYIK YUNIOR: SADEWA BAWA NAMA BANDUNG KE PUNCAK

Jika Piyik Bebas menjadi milik Rosa Jakarta, kelas Piyik Yunior menjadi panggung tuan rumah.

Sadewa bergelang MY Janaka milik Dede Prima Rasa Bandung berhasil merebut juara pertama.

Posisi kedua ditempati Lion King milik Opik TSL/Cimahi, sedangkan Gitaloris milik Dani Naluri/Bandung berada di urutan ketiga.

1. SADEWA – DEDE PRIMA RASA/BANDUNG

Sadewa tampil sebagai juara pertama dan menjadi wakil Bandung yang berhasil berdiri di posisi teratas.

2. LION KING – OPIK TSL/CIMAHI

Lion King harus puas sebagai runner-up. Hasil tersebut tetap menunjukkan konsistensinya dalam persaingan papan atas.

3. GITALORIS – DANI NALURI/BANDUNG

Gitaloris melengkapi podium sekaligus menambah satu lagi wakil Bandung di tiga besar kelas Yunior.

PIYIK HANGING: PARIS VAN JAVA JUARA

Kelas Piyik Hanging kembali memberikan kemenangan untuk Dede Prima Rasa Bandung.

Paris Van Java berhasil merebut posisi pertama.

Di belakangnya ada Macho milik Pen Margondes/Garut sebagai runner-up, sementara Black Rose milik Joni Manik/Bandung berada di posisi ketiga.

1. PARIS VAN JAVA – DEDE PRIMA RASA/BANDUNG

Paris Van Java tampil sebagai juara pertama dan menambah koleksi kemenangan Dede Prima Rasa di Ladini Spesial Soreang.

2. MACHO – PEN MARGONDES/GARUT

Macho menjadi penantang terdekat dan berhasil mengamankan posisi kedua.

3. BLACK ROSE – JONI MANIK/BANDUNG

Black Rose melengkapi tiga besar dan kembali menempatkan wakil Bandung di podium.

ROSA DAN KELUARGA: HOBI YANG MENJADI PERJALANAN

Di balik kemenangan Hanoman, ada cerita lain yang tidak kalah menarik, yaitu bagaimana Rosa bersama keluarga menjalani hobi perkutut.

Suami, istri dan anak ikut menikmati perjalanan menuju berbagai arena lomba. Bagi mereka, kegiatan tersebut bukan semata-mata berburu juara, tetapi juga menjadi cara untuk menikmati waktu bersama, memperluas silaturahmi dan bertemu dengan komunitas kungmania di berbagai daerah.

Piala menjadi bonus dari perjalanan tersebut.

Di Soreang, bonus itu akhirnya datang dalam bentuk yang paling manis: Hanoman juara pertama Piyik Bebas.

Hasil tersebut juga memperlihatkan bahwa meski Rosa menjalani hobinya dengan santai, materi yang dibawanya tetap memiliki daya saing.

SOREANG MELAHIRKAN TIGA JUARA BERBEDA

Ladini Spesial Soreang 4 Oktober 2026 akhirnya menghadirkan tiga nama berbeda sebagai juara kelas.

Hanoman milik Rosa Jakarta menguasai Piyik Bebas.

Sadewa milik Dede Prima Rasa Bandung menjadi yang terbaik di Piyik Yunior.

Sementara Paris Van Java milik Dede Prima Rasa Bandung merebut juara pertama Piyik Hanging.

Hasil tersebut menunjukkan persaingan yang cukup berwarna. Jakarta mampu mencuri satu gelar, sementara Bandung mendominasi dua kelas lainnya.

Bagi Rosa, perjalanan ke Soreang memberikan catatan penting. Hanoman berhasil membuktikan kualitasnya sekaligus membuka babak baru bagi barisan amunisi Rosa.

Datang bersama keluarga, menikmati perjalanan, lalu pulang membawa piala. Itulah cerita Rosa Jakarta di Ladini Spesial Soreang.

Dan Hanoman menjadi nama yang paling keras terdengar dari perjalanan tersebut.

GOLDEN VOICE, PAKAN YANG MENEMANI PERJALANAN AMUNISI

Perjalanan menuju podium tentu tidak hanya ditentukan oleh materi burung. Perawatan harian, pola latihan, kondisi fisik, hingga kecocokan pakan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan amunisi sebelum turun ke lapangan.

Dalam perjalanan hobi perkutut yang dilakukan Rosa bersama keluarga, Pakan Perkutut Golden Voice dapat menjadi salah satu pilihan pendukung perawatan harian bagi kungmania yang ingin menjaga kondisi burung tetap prima.

Kecocokan pakan tentu kembali kepada karakter dan kebutuhan masing-masing burung. Namun, bagi pemain yang serius mempersiapkan amunisi lomba, konsistensi dalam perawatan menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan.

Mulai dari pakan, pola rawatan, latihan, hingga kesiapan mental burung, semuanya menjadi satu kesatuan sebelum burung masuk gantangan.

Bagi kungmania yang ingin mendapatkan informasi seputar Pakan Perkutut Golden Voice, berita lomba, profil jagoan, breeding, serta perkembangan dunia perkutut, informasi selengkapnya dapat diperoleh dengan mengikuti:

www.goldenvoicenews.com

Golden Voice News hadir sebagai salah satu media informasi yang mengangkat berbagai cerita dari dunia perkutut, mulai dari hasil lomba, perjalanan kungmania, breeding, hingga kiprah jagoan dari berbagai daerah.

Karena di balik setiap piala, selalu ada cerita panjang tentang burung, pemilik, perawatan, perjalanan dan perjuangan.

Pakan Perkutut Golden Voice – menemani perjalanan menuju lapangan dan menjaga semangat kungmania untuk terus berprestasi.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Related news