Liga Batavia 2026 usai seri 3 benar-benar memasuki fase panas. Empat kelas yang dipertandingkan menghadirkan cerita berbeda: ada yang mulai “mengunci”, ada yang masih penuh intrik, dan ada pula yang siap meledak kapan saja.
Di kelas Dewasa Senior, Rodtang (Akang Nusa, Bogor) memimpin dengan 46 poin, namun terus ditempel ketat oleh Aldeguer dan Bisma. Sementara di Piyek Bebas, dominasi Kingdom mulai terasa dengan keunggulan mencolok. Piyek Junior bahkan hampir mengunci lebih cepat lewat performa brutal Dede Primarasa, sedangkan Piyek Hanging masih jadi arena paling terbuka dengan Mono/Sarta yang belum sepenuhnya aman dari kejaran rival.



Di balik kerasnya persaingan, satu faktor yang tak bisa diabaikan adalah konsistensi perawatan. Banyak pemain papan atas kini mengandalkan pakan perkutut Golden Voice, dan chek out disini , dengan kombinasi ketan hitam, pakan campur Champion, serta dukungan jamu Bangkok , untuk menjaga stamina, suara, dan mental burung tetap stabil di setiap seri.
🔥 Perang antar-tim mulai terasa!
Persaingan bukan hanya antar burung, tapi juga gengsi antarkandang, antartim, hingga adu strategi settingan dan perawatan.
Ketua Pengwil Jabodetabek, H. Sularno, turut memberikan pandangannya. Ia menilai Liga Batavia tahun ini akan semakin seru seiring meningkatnya kualitas peserta di tiap seri.
“Liga Batavia 2026 ini sudah terlihat menarik sejak awal, dan ke depan saya yakin akan semakin panas. Apalagi kalau burung-burung jagoan dari 3F seperti Pacil, Gunawarman, dan Gunadarma bisa kembali kerja maksimal, persaingan pasti makin hidup,” ujarnya sa,bil tertawa.
Ia juga berharap gelaran seri berikutnya di Serang bisa kembali menghadirkan atmosfer meriah seperti putaran sebelumnya.
“Harapannya, seri ke depan di Serang bisa seramai bahkan lebih dari sebelumnya. Karena semakin ramai peserta, semakin berkualitas juga persaingannya,” tambahnya.
👉 Nantikan perang antar team di Liga Batavia 2026 yang makin panas!
Pantau terus update terbarunya di goldenvoicenews.com Liga Batavia seri 3 Seru—website yang bukan hanya menyajikan ulasan tajam seputar lomba perkutut, tapi juga jadi wadah kung mania untuk mejeng keren, berbagi cerita, hingga mempromosikan hasil ternakan terbaiknya ke seluruh Nusantara.
Liga masih panjang… dan cerita besarnya baru saja dimulai.




